Kolomnis

  • Hawe Setiawan

    Budayawan, Kolumnis Pikiran Rakyat
  • "Urang" Itu Kita

    MENDIANG Fuad Hassan menelaah kedua modalitas Kita dan Kami dalam bukunya, "Kita and Kami: An Analysis of the Basic Modes of Togetherness" (1975). Telaah di bidang psikologi itu antara lain menekankan bahwa "in the mode of Kita, the being togetherness with others is established in the atmosphere of mutuality" sedangkan "the Kami mode of togetherness can be described as a We vis-a-vis a third person as its essence."

    Dengan kata lain, kalau saya tidak keliru tangkap, "kita" cocok buat berteman, sedangkan "kami" cocok buat bertengkar. 

  • Luapan Cikeas

    DALAM sejumlah kronik peninggalan Belanda, nama "Tjikéas" tercatat. Dalam bukunya, "Java: Geographisch, Ethnologisch, Historisch" (1903), misalnya, P.J. Veth mencatat, De oostelijkste strook der afdeeling Buitenzorg vormt het zeer groote land Tjiteureup (Tjitrap), grooten-deels besloten tusschen de tweelingstroomen Tji Keas en Tji Leungsi, die aan de grens der afdeeling Bekasi tot de gelijknamige rivier samenvloeie" (Jalur paling timur dari wilayah Bogor membentuk wilayah Citeureup (Citerap), yang sebagian besar diapit oleh sungai kembar Cikeas dan Cileungsi, dan berbatasan dengan wilayah Bekasi)

  • Jalan Gedé

    DARI rajah carita pantun, kita dapat memungut idiom jalan gedé. Baris-baris rajah-nya mudah diingat: “diteundeun di jalan gedé/dibuka ku nu ngaliwat(disimpan di jalan raya/dibuka orang lewat...)” dan seterusnya.

  • Milu Mijah

    BAHASA ibu saya mengajarkan agar orang tidak suka ikut-ikutan. Salah satu ungkapan yang tetap saya ingat adalah “lauk buruk milu mijah”. “Lauk” adalah istilah untuk “ikan”, sedangkan “mijah” bisa berarti banyak aksi. Ungkapan itu bisa tertuju kepada perilaku orang yang ikut-ikutan heboh dalam urusan orang lain atau dalam perkara yang tidak sepenuhnya dia pahami. Dalam ungkapan khas penyair Sayudi, itulah perilaku “burayak milu nenggak”.

  • Bujangga Piknik

    HUTAN dan gunung mempertemukan orang-orang tercinta. Kami berkumpul dan bercengkrama di bawah naungan tenda ketika hujan turun di Gunung Puntang. Kami saling berbagi makanan dan minuman, bertukar obrolan diselingi gelak tawa. Dalam pelukan hutan, kami meneguhkan diri sebagai keluarga besar, yang anggota-anggotanya berasal dari berbagai latar urban.

  • Balon dan Paslon

    HAL terpenting yang saya catat dari forum debat calon gubernur Jakarta adalah "paslon". Istilah ini bukan kata baru. Setidaknya, sejak politik di Indonesia ramai dengan pemilihan kepala daerah dan presiden, penutur bahasa Indonesia sering memakai istilah ini. Melalui forum itu, istilah "paslon" kedengarannya tambah populer, setidaknya dalam dua pekan terakhir. 

  • Bandung-Cicalengka

    ADIK kami, Mang Ata, memberikan saran kebahagiaan yang mudah dilaksanakan. "Ajaklah anak-anak naik kereta ekonomi," katanya.

    Menjelang akhir liburan sekolah, ia mengajak anak-anak dan istrinya naik kereta jurusan Cibatu-Purwakarta. Naik dari Bandung, ongkosnya cuma Rp 8.000 tiap orang. Turun di Plered, mereka makan sate maranggi. Enak sekali.

  • Lorong Maut

    MATI di rumah bukanlah ide yang baik jika Anda tinggal di ujung gang yang sempit dan buntu. Setidaknya, itulah yang terpikir oleh saya setiap kali ada tetangga yang meninggal. Kesibukan melaksanakan fardu kifayah, khususnya bagian yang menyangkut kegiatan memboyong jenazah ke pekuburan, selalu mengingatkan saya untuk segera menata ulang rumah kami sendiri. Diperlukan ruang dan jalan yang cukup leluasa buat mengangkut keranda.

  • Ngindung ka Waktu

    SAYA terlambat sekitar tiga minggu untuk mengetahui bahwa Pak Orok telah pergi. Dalam dua bulan terakhir saya memang tidak sempat lewat ke Jalan ABC tempat dia berjual-beli arloji sejak puluhan tahun silam. Minggu lalu saya bersepeda ke sana, dan tahu-tahu dia sudah tidak di sana.

  • Damai di Lapangan Tembak

    AKHIR pekan lalu saya pergi ke markas polisi. Jangan khawatir, saya tidak sejahat yang Anda kira. Kalau Anda percaya, urusan saya berkaitan dengan olah raga.

    Kebetulan di kampus kami ada Pasundan Shooting Club (PSC) yang termasuk anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kota Bandung. Dalam perayaan ulang tahun Universitas Pasundan ke-56, PSC mengadakan kejuaraan menembak. Tempatnya di Lapangan Tembak R. Dedi Muhadin di Kompleks Desatemen B Satuan Brigade Mobil Polda Jawa Barat, Cikolé.

  • Padat Merayap

    KAMI punya mobil keluarga, keluaran tahun 2000. Ketimbang keluyuran, kendaraan ini lebih sering ngendon dalam garasi kontrakan yang menyatu dengan kandang ayam. Hanya sesekali mobil Jepang ini kami gunakan, misalnya buat mudik lebaran. Sehari-hari kami lebih suka mengandalkan motor, sepeda, atau angkot.

  • Literasi Indonesia

    INDONESIA adalah negeri ajaib. Di pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan, di lingkungan-lingkungan budaya yang bahasa ibunya berlain-lainan, dari Aceh hingga Papua, dari barat sampai ke timur, terjalin ikatan perasaan bahwa warna-warni budaya dan serpihan-serpihan geografis itu adalah bagian integral dari satu tanah air dan bangsa yang disebut "Indonesia".