Kolomnis

  • Eko Noer Kristiyanto

    Bobotoh Persib, peneliti hukum olah raga dan hukum tata negara Kementerian Hukum dan HAM, kolomnis Pikiran Rakyat
  • The Power of Bobotoh Persib

    Tulisan ini mencoba menyajikan fakta betapa bobotoh Persib memang memiliki keistimewaan yang khas jika dibanding suporter lain. Sesuatu yang unik dan menjadi pembeda, ketika emosi ala suporter bersua dengan akses teknologi informasi, bolehlah kita menyebutnya sebagai ”The Power of Bobotoh”.

  • Ancaman Mogok Liga 1

    AWAL bulan ini jagad sepak bola nasional dibuat heboh dengan pemberitaan mengenai ancaman mogok oleh 15 klub peserta liga 1. Sementara 3 klub yaitu PS TNI, Bali United, dan (tentu saja) Persib Bandung tidak terlibat dengan aksi tersebut.

    Sebenarnya hal seperti ini sudah bisa diprediksi sebelum kompetisi dimulai. Karena embrio kompetisi yang prematur dan kondisi beberapa klub yang tak ideal, membuat ada semacam bom waktu yang siap meledak walau daya ledaknya tentu takkan terlalu dahsyat, mengingat figur-figur di federasi yang terbiasa berhadapan dengan konflik dan akan mampu meredamnya

  • Bobotoh, Persib, dan Kaltim

    Kalimantan Timur tampak seksi untuk diperbincangkan saat ini. Selain Persib yang akan menjalani tur Kaltim mulai Minggu 1 Oktober 2017 ini, juga karena salah satu Bupati yang paling populer berasal dari propinsi ini. Inilah sedikit cerita betapa Persib tak akan pernah sendiri setiap kali menjalani laga tandang di Kaltim. Akan selalu ada bobotoh setia yang mengiringi langkah sang Pangeran Biru.

  • Bobotoh dan Ancaman UU ITE

    INTERNET telah menyentuh banyak hal, tak terkecuali kehidupan suporter sepak bola. Jika dahulu para suporter sibuk mencari kabar dan perkembangan klub idola melalui surat kabar maka kini semua cukup melalui sentuhan jari di atas gawai.

  • Quo Vadis Sanksi Komdis

    Apa yang ditunjukkan oleh bobotoh dengan aksi #KoinUntukPSSI dengan menggalang dana untuk membayar denda PSSI sungguh layak diapresiasi. Ini adalah bentuk 'perlawanan' yang sangat elegan dan berkelas. Bobotoh memberi isyarat bahwa mereka bertanggung jawab secara kolektif dan juga menunjukkan bahwa mereka tak ingin merugikan klub yang mereka cintai.

  • Persib dan Sektor Kelima

    Ada cerita menarik usai perhelatan SEA Games lalu, utamanya bagi para penggemar bola tanah air, yaitu terkait perkiraan harga seorang Febri Hariyadi yang hampir menyentuh angka 3 milliar rupiah. Keterangan ini dapat dilihat bebas di www.transfermarkt.com yang memuat prakiraan harga para pemain sepak bola profesional di seluruh dunia.

    Terlepas dari metode dan asumsi yang www.transfermarkt.com gunakan untuk menghasilkan angka tersebut, data-data ini tentu menarik untuk di perbincangkan atau sekadar menjadi komparasi dengan pemain-pemain lain. 

  • Pesepakbola Bijak (atau Tidak Bijak) Wajib Taat Pajak

    Akhir bulan lalu beredar kabar positif dari klub kebanggaan warga Bandung. Pemain bintang Persib asal Ghana, Michael Essien resmi memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Kabar (yang seharusnya) biasa ini menjadi luar biasa karena konon kabarnya Essien lah yang berinisiatif untuk menanyakan perihal kewajiban pajak pribadinya. Bahkan mantan pemain Real Madrid dan Chelsea ini sudah mulai menanyakan Tax ID sejak awal kehadirannya di Bandung.

  • Persib Si Anak Emas

    Bobotoh menganggap klub yang mereka cintai telah mengabaikan moral dan etika dalam berkompetisi, bermacam regulasi menjadi lunak saat berhadapan dengan Persib. Publik sepak bola kini menganggap, jika Persib melakukan manuver serampangan dan tak taat aturan, operator akan segera menerbitkan surat yang akan memaklumi dan merestui langkah keliru tersebut.

  • Aremania, Seharusnya Biasa Saja

    Seharusnya saya tidur cepat Sabtu lalu. Namun kantuk seketika lenyap ketika membaca lini massa twitter. Tersebar kabar sejumlah bobotoh dikeroyok oleh Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang.

  • PSSI dan Organ Yudisialnya

    ADA hal yang lebih menarik perhatian daripada kehadiran striker anyar asal Chad awal pekan lalu. Hal itu adalah keputusan komisi banding PSSI yang justru memperberat hukuman yang diberikan komisi disiplin kepada Persib. Ada cibiran yang menganggap ini adalah pengaturan agar Persib tak terlalu tampak sebagai anak emas. Namun tentu tudingan itu hanya asumsi yang wajar untuk kita bantah.

    Kemajuan sepak bola diimbangi dengan sikap para pelaku sepak bola yang baik pula. Pemain sepak bola di luar negeri sungguh berhati-hati saat membuat status Facebook ataupun bercuit via Twitter karena bisa jadi perkara dan dijatuhi sanksi . Sementara di sini? Menjelang pertandingan, para pemain dapat melakukan provokasi melalui media sosial.

  • PT Persib Bandung (Kurang) Bermartabat

    Bobotoh justru bisa menyikapi dengan lebih bermartabat. Mereka banyak yang memilih tidak hadir ke stadion saat Persib menjamu PS TNI. Mengapa? Karena mereka merasa diri mereka adalah bobotoh/suporter Persib, dan mereka tak ingin membohongi diri mereka sendiri ataupun menyiasati sanksi komdis dengan hadir sebagai 'masyarakat umum' di stadion.

  • Paguyuban Bobotoh Pontianak

    Eksistensi urang-urang Sunda pun diakui di Pontianak, salah satunya melalui kegiatan per-Persib-an. Melalui Persib juga terjalin komunikasi yang intens antara orang-orang Jawa Barat yang berkiprah di Pontianak, dari mulai militer hingga aparat kepolisian ataupun mereka yang berwiraswasta di berbagai sektor usaha. Tak ayal, urang-urang Sunda pun diperhitungkan dan memiliki daya tawar cukup baik termasuk dalam dinamika politik lokal.