Lava Tour di Gunung Guntur

tbachtiar's picture

T Bachtiar

Anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung

GUNUNG Guntur itu instagramable. Bagaimana keadaan gunungnya, bebatuannya, tumbuhannya, ronabuminya, semuanya sangat menarik dan indah untuk difoto. Bahkan gunung-gunung di sekitarnya sangat menarik dan menjadi ciri bumi suatu kawasan. Gunung Cikuray, misalnya, berjalan ke sisi mana pun di gunung ini, Gunung Cikuray akan terlihat dengan jelas.

Bagaimana mengelola, memanfaatkan alam dengan tidak menjual wujud fisik alamnya berupa batu dan pasir, salah satunya melalui kegiatan geowisata. Geowisata itu hanya mengambil jasa dari alam, sehingga wujud fisik gunung dengan segala isinya tetap lestari. Jasa atau manfaat dari alam itulah yang dikelola menjadi kegiatan wisata untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Bahkan sebelum mengikuti lavatour, dari arah Tarogong atau dari jalan yang menuju Cipanas, hamparan pesawahan dan Gunung Guntur dengan ketinggian 2.249 m dpl dapat dilihat dengan jelas. Lereng gunungnya masih gersang berwarna kecoklatan. Aliran lava yang meleler pada letusan besar tahun 1840 yang berhenti persis di atas pemandian Cipanas, bentuknya sangat unik, leleran lavanya menyerupai sepatu but raksasa sepanjang 2,75 km, terlihat seperti sungai kering. Itulah leleran lava yang meleler dengan suhu 1.200 derajat celsius. Pada saat meleler itulah bagian luar lava terkena udara hingga mengeras, sementara bagian dalamnya tetap bersuhu tinggi, meleler menuruni lereng. Ketika pasokan magma dari dalam gunung berkurang atau habis, maka di dalam leleran lava itu membentuk terowongan lava atau goa lava yang panjang. Karena atap dari terowongan lava di Gunung Guntur tidak kuat menyangga beban atap terowongan yang berat, maka atap terowongan lava itu ambruk, membentuk sungai kering.

16 periode letusan Gunung Guntur itu melelerkan lava dengan volume yang banyak, lavanya yang sudah lama membeku itu menjadi titik-titik yang instagramable, yang sangat menarik dan bagus untuk difoto. Lava pejal berwarna abu-abu tua setebal dua tumpuk truk tronton, meleler di atas lereng gunung, mengakibatkan lava dengan suhu 1.200o C membakar bebatuan yang ditindihnya dengan seketika. Bebatuan yang terkena efek bakar itu kini berwarna merah bata.

Di lereng Gunung Guntur inilah kegaiatan lava tour yang sesungguhnya. Beragam bentuk dan jenis lava dapat ditemukan di sini. Lava yang meleler jauh, bentuk lavanya berubah saat sampai di ujung leleran, menjadi bongkah-bongkah lava dengan permukaan yang tajam. Bongkah-bongkah lava itu dihiasi tumbuhan kaso, apalagi pada saat kaso ini berbunga, menjadikan hasil fotonya bernilai lebih.

Untuk menjadikan jalur-jalur bekas tambang di lereng Gunung Guntur ini pertama kali harus dilakukan adalah membuas kesepakatan pada tingkat Pemerintah Daerah Kabupaten Garut  dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah V Garut sebagai pengelola kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur. Bila sudah ada kesepakatan pengelolaan, pemberdayaan masyarakat, penataan, zonasi, maka dapat dilanjutkan ke langkah kedua dengan melibatkan orang-orang yang kompeten dalam bidang geowisata untuk mendata titik-titik mana yang dapat dijadikan titik pandang untuk melihat ke tempat lain dengan bentang alam yang menakjubkan. Langkah ketiga adalah mendata titik-titik yang mempunyai keunikan secara kegunungapian, yang dapat menjadi sumber belajar di lapangan, tapi masih tetap instagramable. Langkah keempat adalah memetakan jalan-jalan bekas tambang, dan langkah kelima membuat jalur-jalur atau trek geowisata, sehingga jalur jalan bekas tambang itu dapat dimanfaatkan menjadi jalur lava tour, yang telah disesuaikan dengan hasil pendataan titik-titik pandang dan titik-titik yang menjadi keunikan kegunungapian.

Berbarengan dengan itu, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan, membina para supir truk pengangkut pasir yang berminat menjadi sopir jeep wisata lava tour Gunung Guntur. Kemempuan mengendalikan truk pasir sudah teruji. Namun karena akan membawa wisatawan, maka ada hal lain yang harus dilatihkan, misalnya tentang keamanan berkendara, tatakrama, informasi kegunungapian dan informasi di titik-titik yang dikunjungi, sehingga sekaligus dapat menjadi pemandu wisata yang menyenangkan, yang membuat pengunjung ingin kembali dengan membawa pengunjung lainnya. Pemberdayaan para pedagang sangat penting agar bersih dalam pembuatan makanannya, menarik dalam penyajiannya, baik dalam pelayanannya, sehingga berkesan bagi pengunjung.

Melatih bila ada bagian dari rumahnya yang dapat menampung para pengunjung dengan harga yang sudah disepakati sebelumnya, dengan menjaga kebersihan, keunikan, dan pelayanan. Dan, pengelola, selain menyiapkan autran-aluran pengelolaan, juga mempersiapkan informasi kebumian yang dapat menjawab apa, kapan, mengapa, bagaimana, ke depannya bagaimana, sehingga setelah Lava Tour Gunung Guntur, para pengunjung selain mendapatkan foto-foto yang instagramable, juga mendapatkan tambahan ilmu pegetahuan gunungapi.

Setelah mengikuti Lava Tour Gunung Guntur, para pengunjung dapat melakukan terapi air panas atau balneoterapi, yaitu terapi kesehatan di Cipanas. Secara keseluruhan, tujuan wisata di Kabupaten Garut itu ngangenin. Segalanya memuaskan. Alamnya indah, suasananya nyaman, makanannya semua raos, enak, dan olehnya-olehnya segala ada, hasil karya dari kulit lengkap: ada tas, sepatu, sabuk, tapi, dan jaket. Camilannya pun beragam dodol dan coklat tersedia lengkap.*