Kolom

karimsuryadi's picture

Jokowi dan Golkar

Hingga kini, komitmen Jokowi dan Golkar tidak bisa diungkap. Hanya saja pemberian amunisi bagi Golkar di tahun politik tidak akan lepas  dari kepentingan investasi elektoral Jokowi. Apalagi, meski Jokowi menjadi kader penting PDIP, namun sejatinya yang bersangkutan bukan penguasa partai. Bahkan sebelum menjadi presiden pun, Jokowi bukan petinggi partai.

Agak berbeda dengan tokoh-tokolah lain di negeri ini. Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wiranto adalah ikon di partainya. Pun, Prabowo yang sering disebut-sebut sebagai kompetitor Jokowi pada pemilu mendatang adalah Ketua Dewan Pembina Gerindra, yang kian hari makin menunjukan kemesraannya dengan PKS dan PAN.

ekonoer's picture

Persib, PSMS, dan Fakultas Hukum

Jangan mengira hari ini adalah hari minggu biasa. Ini adalah hari spesial yang dinanti-nanti. Tanyakan saja kepada 30.000-an bobotoh yang telah membuat tiket pertandingan malam nanti di GBLA sold out. Apresiasi boleh kita berikan kepada mereka yang akan hadir langsung di GBLA nanti malam. Karena hanya mereka yang mau melakukan usaha seriuslah yang kini memegang tiket resmi.

PSMS Medan, itulah tamu spesial yang membuat animo bobotoh begitu tinggi untuk menyaksikan laga lanjutan Piala Presiden, Minggu 21 Januari 2018 malam. Begitu banyak alasan yang layak disodorkan untuk menjelaskan mengapa pertandingan ini memang tak berlebihan untuk disikapi secara istimewa. Dari mulai alasan historis hingga kekinian.

tbachtiar's picture

Kars Pangkalan Situs Tarumanagara

Unur, bukit-bukit kecil itu terlihat menonjol di antara hamparan persawahan yang luas. Bila ditarik garis lurus, lalu dibuat penampang utara-selatan, akan terlihat unur tertinggi mencapai 8,08 m. dari permukaan sawah, dan unur terendah setinggi, 3,75 m. Unur-unur itu oleh penduduk dimanfaatkan menjadi kebun. Dengan mengorek sedikit saja permukaan unur, akan terlihat tumpukan bata merah, yang sebelum tahun 1985, tak ada yang menyangka bahwa itu adalah bangunan candi.

hawesetiawan's picture

Mahar yang Mahal

Sebagai pemegang KTP Indonesia yang berstatus kawin, hari ini saya bukan main takjubnya oleh pemakaian istilah "mahar politik". Sejauh yang dapat saya dengar, istilah itu mencuat di tengah atmosfer pemilihan kepala daerah di berbagai wilayah. Kata si empunya berita, bakal calon kepala daerah mesti menyediakan uang agar dirinya dapat diusung oleh partai politik. Itulah, katanya, yang dimaksud "mahar politik".

Saya takjub sebab mahar itu, konon, tak kepalang tanggung. Jumlahnya bisa mencapai ratusan miliar. Kisaran Rp 300 miliar mah, konon pula, terbilang minimal. Bukan main. Otak saya yang tidak begitu encer tidak dapat membayangkan seberapa tinggi tumpukan uang sebanyak itu.

karimsuryadi's picture

Politik "Ampibi"

Hingga pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) serentak ketiga, dan pemilihan langsung entah ke berapa kali, basis perekrutan calon kepala daerah belum mengalami mutasi yang berarti. Petahana dan keluarganya (anak, menantu, ponakan, ipar, dan bini = ampibi) masih mendominasi. Mirip seperti makhluk amfibi yang hidup di dua alam, politisi ampibi pun tak bisa menarik batas antara wilayah publik dan privat dalam politik elektoral.

Kuatnya pengaruh petahana dan keluarganya (ampibi) di beberapa tempat menyebabkan kelangkaan calon, bahkan memunculkan calon tunggal. Dominasi petahana dan keluarganya hingga menyurutkan peserta lain untuk ikut kontestasi sungguh tidak sehat. Ada dua penyakit yang terkait politik ampibi tersebut.

ekonoer's picture

Sepak Bola dan Izin Negara

Alih-alih tertarik oleh proses dan hasil kongres PSSI kemarin, perhatian saya justru tertuju kepada riak dan perizinan Piala Presiden 2018 yang mengalami “gangguan-gangguan” kecil. Gangguan yang dimaksud bukanlah hal besar yang mengancam perhelatan Piala Presiden, tetapi sekadar pertanda bahwa negara belum lelah untuk terus menunjukkan pengaruhnya terhadap eksistensi sepak bola di Indonesia. Setelah Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa stadion GBLA tak dapat digunakan karena proses renovasi menjelang ajang Asian Games, Sabtu 13 Januari 2018, Badan Olah Raga Profesional Indonesia atau BOPI (lagi-lagi) tak mengeluarkan rekomendasi untuk perhelatan yang menjadi agenda federasi dan operator. 

tbachtiar's picture

Lélés

MENYEBUT nama geografi Lélés di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seolah identik dengan penganan manis khas Lélés, yaitu burayot. Disebut burayot karena bentuknya menyerupai kantung elastis sebesar buah sawo yang menggantung berat. Camilan ini bentuknya ngaburayot. Dibuat dari tepung beras dan gula merah/kawung. Camilan khas dari Kampung Kaum, Lèlès ini pada mulanya dirintis oleh Emak Ijah, yang semula sebagai pemilik rumahmakan di Lélés.

hawesetiawan's picture

Kontes Cowok Galau

Dalam penglihatan saya yang rabun, pemilihan kepala daerah Jawa Barat adalah kontes cowok sampul (coverboy) yang kontestannya susah mencari pasangan. Semua kontestan, dari model iklan hingga pensiunan, punya kesanggupan menghiasi sampul majalah. Setidaknya, berkat Photoshop, wajah mereka terpajang di berbagai persimpangan. Masing-masing sibuk mematut diri, dan seakan tidak punya cukup waktu buat menjalin chemistry dengan sesama pesolek.

Di antara mereka, ada kontestan yang sempat mengalami semacam kawin-cerai beberapa kali sebelum menemukan pasangan resmi. Ada kontestan yang sempat galau, tapi pede lagi setelah kepala keluarga partainya menyeruduk tiang listrik. Ada pula pasangan yang baru bisa tampil pada detik-detik terakhir menjelang kontes, seperti pengantin yang rombongannya terjebak dalam kemacetan lalu-lintas.

karimsuryadi's picture

Golden Globe

Terdapat tiga alasan mengapa pemilihan umum di Jawa Barat dipandang sebagai instrumen penting politik elektoral pada skala nasional. Kesatu, jika dianalogikan dengan perebutan lambang supremasi perfilman dunia, makna pemilu di Jawa Barat dalam ajang politik elektoral Indonesia tak ubahnya Golden Globe terhadap Piala Oscar (Academy Awards). Meski pemenangnya tidak selalu sama, mereka yang berjaya di ajang Golden Globe berpeluang besar menggondol Piala Oscar.

ekonoer's picture

Itu (Bukan) Patung Persib

Bandung memiliki cukup banyak patung yang berdiri di ruang publik. Namun yang paling terkenal tentunya adalah patung pemain sepak bola di persimpangan Jalan Tamblong-Lembong. Patung ini menjadi tujuan akhir konvoi yang dilakukan kelompok bobotoh Viking jika mereka merayakan ulang tahun setiap bulan Juli.

Patung ini biasanya mereka cuci. Namun, alasan terkuat adalah karena mereka yakin bahwa patung ini adalah patung tentang Persib, klub yang mereka idolakan sekaligus paling berpengaruh dalam hidup. Namun, apa benar ini adalah patung tentang Persib?

tbachtiar's picture

Mengeringkan Kopi Zaman Baheula

Bagaimana proses pengeringan kopi yang dilakukan pada zaman baheula, ketika kopi mulai dipanen di perkebunan-perkebunan di Priangan dan di Tatar Sunda pada abad ke-18 - 19?

Tentang cara pengeringan kopi di Distrik Sunda, seluruhnya diolah dari buku The History of Java karya Thomas Stamford Raffles (edisi bahasa Indonesia, diterbitkan oleh Narasi, 2008). Tanaman kopi di bawa ke Pulau Jawa pertama kali pada awal abad ke-18 oleh pemerintah kolonial Belanda, yang dalam perkembangannya menjadi komoditas hasil pertanian yang dimonopili oleh pemerintah karena nilai ekonominya yang tinggi. Sebelum tahun 1808, kawasan yang pertama kali dijadikan perkebunan kopi adalah Distrik Sunda, namun setelah Daendels memerintah di Pulau Jawa, tanaman kopi diwajibkan juga untuk ditanam di seluruh Pulau Jawa, walau hasilnya tidak sebaik yang ditanam di Distrik Sunda.

hawesetiawan's picture

Kelor dari Cimenyan

NAMA Cimenyan dipakai di sejumlah tempat di Jawa Barat. Selain di Bandung, nama yang sama dipakai antara lain di Cianjur. Menyan sendiri adalah getah pohon Kimenyan yang dipadatkan, dan kalau dibakar akan menimbulkan dupa. Wanginya barangkali sampai ke langit, tercium oleh para dewa.