Humas BMKG Zaman Now

tbachtiar's picture

T Bachtiar

Anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung

KETIKA generasi millennial sangat akrab, bahkan sangat memanfaatkan telepon pintar, maka hampir segala informasi, keinginan, dan kebutuhannya diperoleh dan dipenuhi melalui jasa dari telepon pintarnya. Berita yang terjadi hari ini, kejadian bencana alam, dinamika bumi seperti gempabumi, tsunami, dan letusan gunungapi, longsor, banjir, sampai memesan tiket, membeli pakaian, sepatu, mainan, makanan, dilakukan melalui jasa telepon pintarnya, tentu selain memesan kendaraan untuk mengantarkan barang dan orang. 

Inilah tantangan bagi perseorangan dan organisasi, bagaimana memenuhi harapan para pengguna telepon pintar yang tinggi untuk mendapatkan informasi secara cepat dan benar. Peranan humas suatu lembaga menjadi sangat berarti bila dapat menjadi jembatan komunikasi antara publik dengan lembaganya.

Bila terjadi gempabumi, misalnya, hanya berselang waktu kurang dari lima menit, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memuat informasi awal tentang gempabumi tersebut dalam lamannya yang memuat: waktu terjadinya gempa, lokasi pusat gempa, besaran gempa, kedalaman pusat gempa, dan kemungkinan berpotensi terjadi tsunami atau tidak. 

Kemudian tautannya disebarluaskan melalui berbagai saluran informadi seperti media sosial. Kecepatan informasi itu sangat diperlukan oleh masyarakat di kawasan yang berpotensi terdampak tsunami, karena waktu paling tepat untuk menyelematkan diri sangat singkat. Dan, tuntutan akan informasi yang disajikan dengan cepat oleh lembaga yang mempunyai otoritas itu sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan masyarakat agar tidak mudah percaya pada berita-berita palsu. Namun bila masih ada yang mengunggah berita bohong, BMKG akan membuat siaran berita untuk meluruskannya. 

Untuk menelusuri mengapa BMKG begitu cepat  memberikan layanan informasi, tentu harus ditelusuri apa tugas dan fungsi. BMKG itu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang dipimpin oleh seorang kepala Badan. Tugasnya adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika.

Ada lima dari 18 fungsi BMKG dalam menyelenggarakan tugasnya yang terkait secara langsung dengan kecepatan pelayanan informasi bagi masyarakat, yaitu: 

1.    Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
2.    Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
3.    Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan perubahan iklim.
4.    Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena faktor meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
5.    Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Bagaimana layanan informasi itu dilaksanakan begitu cepat, Dr. Daryono, S.Si., M. Si., Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG menjelaskan, bahwa BMKG itu sudah memiliki prosedur tetap/SOP, bahwa dalam waktu kurang dari 5 menit, BMKG harus sudah menyebarluaskan informasi tentang gempa dan peringatan dini tsunami. 

Informasi gempabumi itu mencakup parameter gempa, seperti: waktu gempa, kekuatan, episenter, dan kedalaman. Peringatan dini tsunami mencakup daerah ancaman, tingkatan ancaman, dugaan tinggi tsunami, dan dugaan waktu tiba. Petugas di BMKG bekerja 24 jam dengan cara pembagian waktu kerja/shift. Satu shift terdiri dari 6 orang. Masing masing memegang tanggung jawab terhadap: 1. Analisis dan pengolahan gelombang seismik/gempa. 2. Sistem pendukung keputusan (decision support system). 3. Pemodelan tsunami dengan toast. 4. Monitoring alat ukur pasang. 5. Sistem penyebarluasan informasi. 6. Pelayananan komumikasi. Seluruh petugas di semua bagian sudah secara otomatis menjalankan Peraturan Kepala BMKG No 3 tahun 2016.

Dengan kecepatan layanan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi di media daring, seperti laman dan media sosial, BMKG berharap, masyarakat dapat sesegera mungkin mengetahui berbagai hal yang terkait dengan gempabumi yang baru terjadi. Ini merupakan bentuk pelayanan informasi cepat dari BMKG. Selain itu informasi cepat yang dapat mendukung infrastruktur sistem peringatan dini tsunami, yang waktu terbaik penyelamatan jiwa sangat singkat. Untuk itulah BMKG harus sudah siap untuk menyebarluaskan informasi itu kurang dari 5 menit, apakah gempabumi itu berpotensi tsunami atau tidak.

Karena waktu emas penyelamatan jiwa itu teramat singkat, maka BMKG bertanggungjawab untuk sesegera mungkin mempublikasikan layanan informasi melalui media masa cetak dan media daring, mengunggahnya di laman resmi BMKG, di majalah, dan brosur cetak, serta segera menyiarkan publikasi BMKG itu melalui radio dan televisi. Dengan moto: cepat, tepat, akurat, mudah dipahami, dan luas jangkauan sebarannya itulah nampaknya yang endorong semua unsur BMKG melaksanakan tugas dan fungsinya dengan cepat sesuai SOP-nya, sehingga seorang analis akan berpacu dengan waktu dalam menganalisis data, sehingga dapat memberikan hasilnya menjadi informasi. 

Bagaimana petugas BMKG melaksanakan tugas dan apa yang dihasilkannya, Daryono menjelaskan, ada beberapa produk hasil BMKG, yaitu: 

1.    Automatic detection, yaitu sistem penentuan parameter gempa secara otomatis dalam waktu dua menit sudah diketahui kekuatan, waktu kejadian, episenter, dan kedalamn. Hasil dari automatic detection ini tidak boleh dipublikasikan karena masih berupa hasil pencatatan instrumen/alat. 
2.    Informasi gempabumi akan disebarluaskan dalam kurang kurang dari 5 menit dari terjadinya gempa, setelah automatic detection diolah oleh operator. 
3.    Parameter gempa hasil dari kontrol kualitas, hasilnya sudah sangat bagus karena semua data dibaca ulang oleh operator.

Sesuai motonya, humas BMKG sudah dapat memenuhi harapan masyarakat akan kecepatan informasi melalui telepon pintarnya. Inilah nilai tambah yang harus menjadi inspirasi bagi humas di lembaga lain.***