Juru Tulis Peradaban

tbachtiar's picture

T Bachtiar

Anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung

PERKEMBANGAN teknologi datang meloncat secepat kilat dari satu teknologi ke teknologi berikutnya yang lebih baru. Waktu terasa melesat begitu cepat. Perlengkapan hidup, teknologi komunikasi, perkakas, mode pakaian, kendaraan, begitu cepat berubah. Perubahan itu dengan cepat pula menyeret perubahan kejiwaan seseorang dan kehidupan sosial politik kemasyarakatan.

Ketika perubahan itu dapat disaksikan oleh seseorang, maka yang lama dan yang baru masih tersimpan dalam ingatan. Namun, bila yang lebih dahulu hadir tidak terpantau, atau ada hal baru yang belum diketahui banyak orang. Adanya catatan, gambar, foto, dan film dari yang sudah menjalani atau yang sudah mengetahui terlebih dahulu menjadi sangat penting artinya.

Kebiasaan mencatat, menggambar, memotret, atau membuat film perlu adanya pembiasaan yang disiplin, agar semua peristiwa yang paling menonjol dan penting dalam kehidupan seseorang dengan berbagai minatnya tidak lolos dari pencatatan. Apakah catatan tentang perkembangan teknologi, bahasa, mode, kuliner, perkembangan kota, arsitektur, toko, kafe, hotel, dan semua hal lainnya.

Kita bisa mengambil contoh baik bagaimana berdisiplinnya nakhoda kapal dalam mengisi logbook atau buku catatan harian kapal. Kebiasaan itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siapa saja di berbagai tempat dan kesempatan. Selain logbook milik pribadi, rasanya perlu juga adanya logbook yang bersifat umum untuk semua orang di tempat-tempat tertentu. 

Logbook sangat penting bila disediakan di kafe, hotel, rumah makan, perpustakaan, stasiun, pelabuhan, terminal, pos pendakian gunung, dll. Fungsinya, agar semua yang datang ke tempat itu dapat menuliskan apa saja tentang tempat itu yang sedang dikunjunginya.

Panduan untuk orang lain

Para pendaki gunung dapat mengisi logbook pada saat datang di pos pendakian. Di pos pendakian itu memang sebaiknya disediakan buku besar dan tebal, yang sengaja disediakan bagi para pendaki untuk menuliskan tentang apa saja yang terkait dengan pendakian gunung sebelum atau sesudah pendakian. 

Isi logbook bisa tentang rute, makanan, pengalaman mendaki, tumbuhan, binatang, perlengkapan, hingga cara menjaga kesehatan dan kebugaran. Bisa juga tentang pakaian, sepatu, dan catatan lainnya yang bersifat pribadi selama mendaki di sana.

Logbook pun perlu disediakan di tempat-tempat yang menjadi persinggahan para kelana. Sebut saja di warung nasi atau rumah tinggal di dekat pos pendakian. Tujuannya, para pendaki dapat mencatatkan pengalaman atau rencana pendakiannya sambil makan atau minum kopi.

Isi logbook

Pastilah yang ditulis dalam logbook itu hanya bagian-bagian terpenting dalam kunjungannya ke tempat tersebut. Seperti yang dinyatakan oleh Marco Polo, "Saya belum menceritakan setengah dari apa yang saya lihat." 

Catatan-catatan para penjelajah masa lalu menjadi sangat berarti bagi pembaca di kemudian hari. Bahkan mungkin menjadi penyemangat yang dahsyat seperti yang dinyatakan oleh Ferdinand Magellan, "Laut itu berbahaya dan badainya mengerikan. Namun rintangan ini tidak pernah menjadi alasan yang kuat untuk tetap berada di darat."

Rasa takut dan berbagai hal yang tidak mungkin untuk dilakukan menurut anggapan kebanyakan orang, telah dirontokkan oleh Kristoforus Kolumbus, "Tidak akan pernah bisa menyeberangi lautan kecuali memiliki keberanian untuk melupakan pantai."

Semua informasi dapat dicatat dan menjadi petunjuk pagi penjelajah. Kolumbus mencatat, "Empat burung tropik tiba di kapal, tanda jelas adanya daratan. Adanya begitu banyak burung sejenis menandakan bahwa burung-burung itu tidak tersesat."

Penjelajah fenomenal

Pembaca saat ini juga menjadi tahu tentang penjelajahan Ibnu Battuta. Kuncinya, karena ia rajin mencatat semua penjelajahannya. Pada pada tahun 1325, ketika berumur 21 tahun, ia berangkat dari Tangier ke Mekah. Dia tidak kembali ke Maroko selama 29 tahun, namun terus berjalan melalui lebih dari 40 negara di peta modern, mencakup 75.000 mil sampai ke utara Volga, sebelah timur Tiongkok dan selatan Tanzania.
    
Satu penjelajahan akan mendorong penjelajahan berikutnya, seperti dicatat oleh Edmund Hillary, "Di puncak Everest, aku melihat ke seberang lembah menuju puncak Makalu yang besar, dan secara mental menyusun rute tentang bagaimana bisa naik. Itu menunjukkan kepada saya bahwa meskipun saya berdiri di puncak dunia, itu bukan akhir dari segalanya. Saya masih melihat tantangan menarik lainnya."

Pembaca saat ini menjadi paham, betapa pentingnya rasa humor dalam penjelejahan untuk mencairkan ketegangan. Seperti dicatat oleh pendaki pucuk dunia ini, "Perencanaan yang bagus itu penting. Saya juga menganggap selera humor sebagai salah satu hal terpenting dalam sebuah ekspedisi besar. Bila Anda berada dalam situasi yang sulit atau berbahaya, atau ketika Anda merasa tertekan tentang peluang sukses, seseorang yang bisa membuat Anda tertawa mencairkan ketegangan."

Untungnya, setiap zamannya selalu ada orang yang dengan suka-cita mencatat peristiwa demi peristiwa yang dilakoninya, dirasakannya, dan didengarnya. Tak disadari, mereka itu adalah juru tulis peradaban.

Perubahan yang begitu cepat ini telah mengubah yang semula masa kini menjadi masa lalu. Barang-barang segera terasa menjadi usang. Dengan berbagai catatan, ingatan akan masa lalu dapat disegarkan kembali untuk kegembiraan dan pembelajaran.***