Bus Persib

ekonoer's picture

Eko Noer Kristiyanto

Bobotoh Persib, peneliti hukum olah raga dan hukum tata negara Kementerian Hukum dan HAM, kolomnis Pikiran Rakyat

SEHARUSNYA PT PBB melakukan launching bus baru Persib pada hari jumat lalu, namun acara tersebut batal, dan sialnya pembatalan itu mendadak tidak diberitakan oleh media, sehingga para bobotoh yang terlanjur datang ke lokasi bus di tanjungsari harus kembali pulang, termasuk penulis.

Animo tinggi bobotoh  terkait launching bus baru Persib memang wajar, pasalnya seminggu sebelumnya gambar-gambar bus baru Persib telah viral di media sosial, juga diberitakan oleh media-media resmi termasuk website official www.persib.co.id. Penampilan bus Persib yang baru memang sangat oke. Di atas rata-rata untuk ukuran Indonesia.

Sarana Vital

Bus yang sedianya dilaunching jumat lalu memang bukan bus pertama yang dimiliki Persib. Saat ini Persib telah memiliki sebuah bus yang setia mengantar tim ke tempat latihan, stadion, dan kota-kota di Jawa Barat jika tengah melakukan tur atau melakoni laga eksebisi.

Bus memiliki peranan penting bagi tim, utamanya para pemain. Sedikit banyak waktu pemain sehari-hari akan dihabiskan di dalam bus. Maka dapat dibayangkan jika bus tak memiliki sistem pendingin udara yang baik, bus sering mogok ataupun terlalu memberi goncangan yang mengganggu kenyamanan.

Kondisi bus yang baik akan mendukung penampilan prima pemain di lapangan. Di waktu krusial yaitu 2 jam menjelang pertandingan biasanya tim masih dalam perjalanan menuju stadion. Betapa kenyamanan dan kondisi rileks harus diberikan kepada para pemain, jangan sampai energi mereka terkuras karena perjalanan yang buruk.

Dalam konteks keseharian, kondisi bus yang baik pun mutlak diperlukan, mengingat Persib masih belum memiliki lapangan yang pasti untuk berlatih. Sehingga tim seringkali harus menempuh perjalanan jauh untuk tiba di lokasi latihan. Belum lagi kondisi Kota Bandung yang seringkali macet. Maka kehadiran sebuah bus yang mewah dengan sarana lengkap menjadi ekspektasi yang tak berlebihan, terlebih spesifikasi yang mentereng dengan sarana penunjang yang disematkan sangat sesuai dengan kebutuhan tim.

Investasi Rasional

Untuk ukuran tim sebesar Persib, memiliki bus kelas premium seharusnya menjadi keharusan sejak lama. Namun kenyataannya untuk dapat memiliki bus sendiri (sebelumnya Persib menyewa) dengan spesifikasi yang tergolong biasa saja, tim kebanggaan warga Jawa Barat ini baru bisa menunaikannya di tahun 2006, 73 tahun setelah Persib didirikan.

Bus dapat menunjukkan sejauh apa tingkat kemapanan klub. Dengan kehadiran bus baru ini maka Persib seakan menegaskan bahwa mereka memang klub dengan finansial yang sehat dan layak dijadikan prototype klub lain.

Kepercayaan diri pemain akan berimbas juga kepada gestur dan kewibawaan PT PBB yang meningkat serta mampu mendongkrak bergaining position saat melakukan interaksi dengan pihak  lain. Mengeluarkan uang banyak untuk sebuah bus adalah sama baiknya dengan mengeluarkan banyak uang untuk fasilitas bermain, karena semuanya akan bermuara kepada lebih baiknya kondisi pemain saat berlaga di lapangan. Maka sebenarnya uang itu akan kembali kepada tim. 

Sesungguhnya ini adalah sebuah investasi bagi klub, jangan lupakan pula kelihaian PT PBB untuk "menjual" Persib. Setelah bermusim-musim bermacam sponsor selalu memenuhi jersey tim, maka penulis meyakini bahwa esok hari bus baru Persib ini akan dipenuhi logo-logo sponsor yang menjadi partner Persib.

Penempatan logo sponsor ini tentunya ada hitung-hitungan bisnis jika ditinjau dari sudut pandang marketing. Bagaimana tidak, bus premium ini adalah sarana promosi yang sangat baik bagi produk sponsor, karena begitu mudah dikenali dan akan membuat semua orang menoleh ketika bus Persib lewat, apalagi jika nanti bus ini dilengkapi dengan klakson telolet....Sib, telolet Sib.***