Ramadan, Bulan Istimewa (1)

miftahfaridl's picture

KH Miftah Faridl

Ketua Umum MUI Kota Bandung, Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation, Twitter @miftahfaridl_ID

Ramadan, sang bulan suci dan bulan mulia kian mendekat. Tahukah pembaca bahwa sejumlah peristiwa penting terjadi pada bulan Ramadan?

Pada bulan diwajibkannya umat Islam melaksanakan ibadah puasa ini, Alquran diturunkan Allah SWT. Menurut ahli tafsir, hal ini mengandung dua pengertian. Pertama, seluruh konsep Alquran diturunkan ke langit dunia pada bulan Ramadan (malam Al Qadar). Kedua, wahyu yang pertama dari Alquran yaitu Al Alaq, ayat 1-5, diturunkan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, pada tanggal 17 Ramadan (Nuzul Alquran).

Pada bulan Ramadan pula, Nabi Muhammad SAW, dilantik menjadi nabi dan rasul Allah saat beliau berusia 40 tahun. Ada beberapa pendapat ahli tafsir yang menyatakan, kitab-kitab Allah sebelum Alquran pun diturunkan kepada para nabi dan rasul pada Ramadan. Bahkan, mereka menyatakan pula bahwa sejumlah nabi-nabi sebelum Rasulullah SAW dilantik dan diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, juga pada Ramadan. Bulan suci ini adalah waktu turunnya kitab-kitab suci Allah dan bulan pelantikan manusia-manusia pilihan untuk menjadi nabi dan rasul Allah.

Kepada kita sebagai umat Rasulullah SAW, Allah juga berkenan menciptakan sebuah malam yang agung. Malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam diturunkannya Alquran (lailatul qadar). Pada malam Al Qadar, malaikat Jibril beserta sejumlah malaikat turun ke bumi untuk mencurahkan rahmat dan berkah Allah sampai terbit fajar. 
Beberapa hadits mengemukakan bahwa lailat al qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir dan malam ganjil. Rasulullah SAW telah memberi contoh pada sepuluh hari terakhir itu. Beliau mengkonsentrasikan seluruh aktivitas dan kegiatannya di masjid dengan gerakan itikaf. 

Pada bulan Ramadan, setiap amal kebajikan yang dilakukan oleh kita umat Islam, mendapat pahala lebih besar dibandingkan dengan amal kebajikan yang sama, yang dilakukan pada bulan selain Ramadan. Baik itu menyangkut amalan hablumminallah, maupun hablumminannas, baik itu yang menyangkut ibadah mahdhah maupun ibadah-ibadah sosial lainnya. Ibadah sunnat mendapat pahala seperti ibadah wajib dan ibadah wajib mendapat pahala 70 kali lipat. 

Pada bulan Ramadan, doa kita banyak dikabulkan oleh Allah SWT. Karena itu, Ramadan juga disebut sebagai syahrul ijabah, bulan dikabulkannya doa. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah berkomentar mengenai bulan suci ini: "Seandainya orang-orang itu tahu tentang keunggulan, keagungan dan kemuliaan Ramadan, pasti mereka itu ingin hidup di bulan Ramadan terus menerus."***