Kolom

ekonoer's picture

Persib dan Pengusaha Tionghoa

Lalu bagaimana peranan para pengusaha tionghoa yang lebih eksis sebelum kedatangan konsorsium? Saya mencatat dua nama penting. Bisa jadi lebih, namun memang hanya dua nama itu yang pernah berinteraksi dengan saya secara langsung. Mereka adalah Deny Susanto dan Hasan Saputra. Keduanya wajib disebut jika bicara Persib dalam konteks judul tulisan ini.

tbachtiar's picture

Pengangkutan Kopi dari Bandung ke Batavia (1)

Pada tahun 2006, saya melakukan perjalanan menyusuri Ci Tarum setelah ada Danau Saguling, yang beroperasi pemakaiannya pada tahun 1985. Perjalanan mulai dari bendungan Saguling ke arah hilir sampai Bantarcaringin. Perjalanan dimulai dari bendungan Saguling kea rah hilir melewati  Leuwi Budah – Leuwi Eretan – Cukangbingin (sekarang terkenal dengan nama Cikahuripan) – Cukangrahong – Curug Hawu – Curug Halimun – Sanghyangheuleut – Sanghyangpoek – Sanghyangtikoro - Bantarcaringin. Dari perjalanan itu dapat dimengerti mengapa di lintasan sungai di daerah ini tidak mungkin dilalui dengan cara menggunakan perahu atau rakit, karena beberapa faktor.

hawesetiawan's picture

Telaah Cetak Miring

Saya baru selesai membaca buku Teori Budaya Kontemporer: Penjelajahan Tanda & Makna karya Yasraf Amir Piliang dan Jejen Jaelani (2018). Kalau saya tidak salah baca, buku ini memperkenalkan apa yang disebut cultural studies kepada khalayak umum di Indonesia. Penulisnya membentangkan wawasan konseptual dan pendekatan teoretis, serta membahas sejumlah tema yang selama ini dikaji dalam kerangka disiplin tersebut. Uraiannya dipungkas dengan menyarankan pendekatan atau metode semiotik dalam kegiatan cultural studies.

karimsuryadi's picture

Nomor Urut Calon

Sebagian kelompok memercayai "angka keramat" seperti 168 pada nomor mobil, atau menghindari nomor 4 atau 12 pada kompleks rumah. Nomor urut menjadi identitas penting seorang calon yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2018. Tapi betulkah nomor urut tertentu membawa keberuntungan, dan menjadi penentu kemenangan?

ekonoer's picture

Ajat 1990

Pada tahun 1990 juga Ajat melakukan salah satunya aksinya yang paling heroik dan keren, ini terjadi di piala utama yang mempertemukan jagoan perserikatan dengan jagoan Galatama. Persib yang menjamu Arema di stadion Siliwangi sempat keteteran mengahadapi permainan arema malang yang keras dan kasar, keadaan berbaik ketika Ajat mampu mencetak gol walau dikawal tiga defender tangguh (termasuk Aji Santoso), yang terus dibicarakan adalah selebrasi Ajat yang mengacungkan jari tengah ke arah kubu Arema.

Perlu diingat bahwa ini terjadi saat rezim orde baru berkuasa, di mana semua orang akan berpikir seribu kali untuk melakukan aksi-aksi  yang dapat memicu kericuhan terlebih di teritori milik militer seperti stadion Siliwangi, dan sekali lagi saya ingatkan bahwa peristiwa ini terjadi pada tahun 1990, tahun yang sama saat Dilan berjumpa Milea.

tbachtiar's picture

Bukit 777 Cianjur

Bila mengamati Peta Geologi Lembar Cianjur yang dipetakan Sujatmiko, diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, edisi 2003, akan terlihat dengan jelas bukit-bukit kecil di tenggara gunung sejauh 28 km dari puncak. Mereka terhampar di kawasan seluas 13 km x 17 km, sebelah barat mulai dari Sukamaju, Cibulakan, di selatan dan timur melewati Ci Laku. Umumnya berakhir di Ci Kondang, walaupun masih ada yang menyeberang Sungai Jati. Di utaranya tersebar sampai Kota Cianjur dan Munjul.

hawesetiawan's picture

Terlihat Luas, Terasa Sempit

Lambat-laun, di tengah “dusun global” yang ramai ini, di tengah jejaring komunikasi yang luas ini, kepicikan sikap dan pandangan kolektif rupa-rupanya tidak mudah terkikis. Tabiat parokial rupa-rupanya tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Orang tetap saja cepat kaget, lekas cemas, dan gampang berang, terutama manakala timbul perbedaan di antara orang-orang yang berasal dari lingkungan budaya yang berlainan.

karimsuryadi's picture

Politik BPJS

Petaka gizi buruk di Asmat dan munculnya wabah difteri di beberapa daerah seolah menjadi lampu kuning politik kesehatan di tanah air. Belum lagi kasus busung lapar, atau bangunan sekolah yang ambruk.

Rentetan berita buruk tadi terjadi di tengah hiruk-pikuk kehidupan politik nasional dan lokal. Tidak berlebihan jika ada orang yang mengatakan energi bangsa tersedot urusan alokasi kekuasaan, namun belum diikuti penuntasan masalah-masalah sosial yang mendasar, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan jaminan kehidupan sosial.

ekonoer's picture

Mantan Persib, Saham, dan Dosa Para Birokrat

Beberapa mantan Persib berlabel legenda menyurati PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Mereka berharap agar PT PBB dapat lebih mempertimbangkan para mantan Persib dalam pengambilan kebijakan strategis PT PBB. Memang terdengar ngaco dan mengada-ngada jika kita melihat kedudukan mantan Persib dalam struktur PT PBB yang tak diakomodasi secara de jure. 

tbachtiar's picture

Guguran Puing dari Gunung Salak

DARI Bogor, Gunung Salak terlihat sangat besar. Ke mana pun pergi, seolah gunung ini mengikuti, sehingga selalu terlihat dengan jelas. Banyak sekali orang yang terobsesi oleh gunung ini, satu di antaranya adalah Daendels, yang menginginkan foto resmi dirinya dengan latar Gunung Salak.

hawesetiawan's picture

Calik dina Bangbarung

PETANG itu kami berdua sedang mendengarkan kaset jadul berisi rekaman wayang golek dari mendiang Ade Kosasih Sunarya. Kisahnya berjudul, Dawala Aral. Salah seorang putra Semar lagi gusar. Dia berkeluh-kesah, lalu minggat dari rumah, pergi jauh menuruti kata hatinya, bahkan sempat berniat bunuh diri. Dalam salah satu bagian dari dialognya, terdengar Dawala mengucapkan kata bangbarung.

“Wah, lama benar, ya, kita tidak dengar kata bangbarung,” gumam saya.

karimsuryadi's picture

Polutan Politik

RUANG publik di tanah air tidak pernah sepi dari foto politisi. Mereka hadir lewat baliho, spanduk, atau media luar ruang lainnya. Kehadiran media semacam ini  kian semarak (bahkan semrawut) menjelang hari dan tanggal yang ditandai sebagai peristiwa penting. Bukan hanya peristiwa politik, namun juga merambah ke peristiwa budaya bahkan keagamaan. Belakangan, baliho dan spanduk politisi bukan hanya semarak menjelang pemilihan umum atau kegiatan yang dihelat partai politik, tetapi juga sigap berebut tempat untuk mengucapkan selamat tahun baru, Idul Fitri, bahkan Rajaban dan Muludan.