Kolom

hawesetiawan's picture

Kota Atheis

BANYAK sudah yang dibicarakan orang tentang masalah yang diangkat dalam novel Atheis karya almarhum Achdiat K. Mihardja. Sejak novel ini mulai terbit pada 1949, orang sudah merasakan kegemparan, terutama dalam kaitannya dengan tema keagamaan. Tidak perlu kita mereproduksinya di sini.

karimsuryadi's picture

Ancaman Lembut

Mewaspadai ancaman berwajah lembut dan membangun ketahanan informasional merupakan dua langkah strategis dalam menghadapi era kesejagatan saat ini. Sebagai konsekuensinya, deformalisasi pendidikan kebangsaan harus dilakukan, sehingga usaha memupuk komitmen berbangsa tidak hanya dilakukan lewat cara-cara formal seperti latihan militer, seminar kebangsaan, atau kursus bela negara.

Faktor-faktor yang memperkokoh dan memperlemah persatuan bangsa bertransformasi sesuai dengan perkembangan masyarakat. Ancaman paling potensial yang dihadapi Indonesia (dan juga negara lain) tidak dalam bentuk invasi militer,  melainkan kekuatan berwajah lembut (soft power), yakni serangan terhadap pikiran warga sebagai instrumen yang merusak relasi kekuasaan dalam sebuah negara

ekonoer's picture

Quo Vadis Hukum Olah Raga

BULAN ini saya bersinggungan cukup sering dengan hal-hal terkait regulasi yang berhubungan dengan olah raga. Dari mulai pertemuan dengan pejabat Kemenpora di Bandung, kemudian diskusi dengan kawan yang menjadi pejabat di Kemenkumham terkait surat yang dikirim oleh KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia) ke kantornya.

tbachtiar's picture

Musim Pancaroba

Pada musim kemarau yang cukup panjang, permukaan bukit yang sudah lama kehilangan pohon akan menerima cahaya matahari lebih kuat yang menguapkan air di permukaan tanah sehingga menjadi kerontang, berpori besar, berongga, retak-retak, dan merekah di permukaannya.

hawesetiawan's picture

Dari Santri Gagal

Hidupnya royal. Harta warisan dihambur-hamburkan. Kalau bukan di meja judi, uang ia habiskan di pelacuran. Karena malas belajar, ogah masuk sekolah, gampanglah ia ditipu.

karimsuryadi's picture

Bela Bahasa

Dalam beragam penjelasan dan dialog menyangkut jatuhnya Lion Air JT 610 pada 29 Oktober silam misalnya, berondongan istilah asing menyerbu ruang publik. Banyak perangkat, bagian badan pesawat, atau penjelasan teknis menyangkut dunia penerbangan  (terpaksa) disebut dalam bahasa aslinya. Saking bingungnya, seorang teman sempat berseloroh, “Pantes sulit ditemukan, benda yang dicari blackbox, yang ditemukan kota berwarna oranye”. Pemerosotan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia merupakan ancaman serius yang kerap ditanggapi santai. Padahal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya bermakna merawat kekayaan kolektif yang dibangun susah payah, tetapi juga menegaskan visi dan jati diri kebangsaan kini dan esok.

ekonoer's picture

Palembang 4 Tahun Lalu

NYARIS saja tulisan yang anda baca ini berkutat seputar tema aktual euforia kemenangan Persib kemarin sore atas Bhayangkara FC di Stadion PTIK Jakarta. Kemenangan yang layak dibahas dari berbagai sisi.

Misalnya saja bukti bahwa Persib memang tak terbendung jika bermain dengan skuat asing lengkap. Sehingga jika ingin hendak menghambat laju Persib maka salah satu solusinya memang dengan membuat tidak bermain seluruh atau sebagian pemain asing yang dimiliki Persib. 

tbachtiar's picture

Goa Garunggang, Sunyi di Celah Bukit Kapur

Dalam Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa (A.C. Effendi, Kusnama, dan B. Hermanto, 1998), nama geografi untuk kawasan kars ini adalah Gunung Guha. Apakah goa di kawasan ini yang pernah diziarahi oleh Bujangga Manik, bangsawan pengelana dari Kerajaan Sunda pada awal abad ke-16?

hawesetiawan's picture

Kiai, Santri, Siluman

JAGAT naratif dalam cerita rekaan karya almarhum Ki Umbara (Wiredja Ranusulaksana) meliputi dua bagian. Ada jagat tempat tokoh cerita dari golongan manusia. Ada pula jagat tempat tokoh cerita dari golongan siluman. Cerita timbul dari interaksi di antara kedua jagat tersebut. Sebagai rujukan, kita baca lagi, misalnya, kumpulan cerita pendek Diwadalkeun ka Siluman. Buku yang memuat empat cerpen ini pertama kali diterbitkan oleh penerbit Kiwari di Bandung pada 1965. Kata “diwadalkeun” berarti “dijadikan tumbal”. Judul buku diambil dari judul salah satu cerpen. Tokoh-tokoh utama cerita Ki Umbara, dari golongan manusia, adalah orang-orang yang melintasi tapal batas di antara kedua jagat tadi. Tapal batas itu bisa terbentang antara hidup dan mati, tidur dan mimpi, nyata dan gaib, sadar dan ilusi.

karimsuryadi's picture

Politikus Sontoloyo

UNGKAPAN politisi sontoloyo meluncur dari mulut murah senyum, Presiden Joko Widodo. Tidak jelas siapa yang dimaksud, namun jika dilihat dari konteks saat kata itu diucapkan, ungkapan tersebut merupakan refleksi kegeraman sang Presiden melihat berbagai manuver yang digalang politisi di tanah air akhir-akhir ini. Untuk melacak makna sosiolinguistiknya, saya coba tanyakan kepada kolega di Universitas Sebelas Maret (UNS), yang saya duga mewakili penutur asli kata tersebut. Ada yang mengatakan sontoloyo sama dengan kurang ajar dan sejenisnya. Yang lainnya menjelaskan, sontoloyo mirip dengan kata bajingan (yang berasal dari kata bajing atau tupai), yang di daerah pantura dimaksudkan untuk menyebut sopir andong. Sementara yang lainnya, menyebut makna sontoloyo sebagai tidak bertanggung jawab, tidak baik, atau ora genah.

ekonoer's picture

Arsip Persib

Salah seorang budayawan pernah mengatakan bahwa ada 4 hal yang sebenarnya berdomisili dan eksis di Bandung, namun pengaruh, hegemoni, dan eksistensinya bisa dianggap merepresentasikan Jawa Barat secara keseluruhan, bahkan urang Sunda pada umumnya, satu adalah nama sebuah ormas, sementara tiga lainnya adalah Unpad, Persib, dan Pikiran Rakyat.

tbachtiar's picture

Tiga Leuwi di Aliran Ci Leungsi

Bujangga Manik itu seorang kelana, bangsawan, agamawan, dan penulis yang cermat mencatat nama-nama geografi sepanjang rute ziarahnya di sepanjang Pulau Jawa dan Bali pada tahun 1500-an awal. Dalam catatannya Bujangga Manik menulis bahwa ia menyebrang Ci Leungsi. Nama sungai itu sudah ada jauh sebelum tahun 1.500-an awal, pada saat Bujangga Manik mencatatnya. Tentu, bahasa yang dipakai oleh masyarakat Sunda di kawasan Cileungsi saat itu berbeda dengan bahasa yang dipakai pada umumnya masyarakat Sunda di kawasan Cileungsi saat ini. Jadi, kalau ada yang menfsirkan asal-usul nama Cileungsi itu dari culang-cileung sisi cai.