Seorang Warga Garut Selamat dalam Penembakan KKB di Papua

Mengevakuasi Korban/ANTARA
PETUGAS membawa korban selamat dari penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba dengan helikopter di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis (6/12/2018).*

GARUT, (PR).- Seorang warga Kabupaten Garut dikabarkan selamat dalam insiden penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua. Pekerja PT Istaka Karya yang diketahui bernama Irawan (20), ini berhasil menyelamatkan diri dari lokasi eksekusi kelompok yang dipimpin oleh Egianus Kogoya tersebut.

Irawan berupaya melarikan diri dan bersembunyi di Pos TNI. Sekretaris Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Herdiana, membenarkan ihwal warganya yang selamat dari insiden pembantaian kelompok separatis itu.

“Ya, Irawan nelepon memastikan dalam kondisi baik,” kata Herdiana, kepada wartawan di Garut, Kamis 6 Desember 2018.

Menurut Herdiana, pemuda asal Kampung Lapang, Desa Sukamenak, itu berangkat ke Papua untuk bekerja pada sebuah proyek pembangunan jembatan di Nduga. Sebelumnya, informasi mengenai terjadinya pembunuhan terhadap belasan pekerja proyek jalan nasional tersebut sempat membuat keluarga Irawan di Garut cemas.

Irawan saat ini berada di kantor polisi. "Keluarganya ingin segera Irawan dipulangkan ke Garut, biar cepat berkumpul dengan keluarga," ujarnya seperti ditulis Kantor Berita Antara.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, mengatakan sebanyak 20 warga termasuk karyawan PT Istaka Karya yang selamat dari pembantaian KKB itu diberikan pemulihan trauma. “Trauma healing” diperlukan oleh korban guna menghilangkan rasa stress atas apa yang telah dialami.

“Ada sekitar 20-an orang, termasuk karyawan PT Istaka yang selamat diberikan trauma healing,” kata Kamal, lewat sambungan telepon.

Kamal mengatakan,  ke-20 warga sipil dan karyawan PT Istaka Karya itu dipandu oleh empat orang tim psikologi yang telah disiapkan sebelumnya.

"Trauma healing atau pemulihan trauma itu dilaksanakan di Mapolres Mimika oleh empat psikolog, dengan harapan para korban ini bisa segera pulih dari rasa stres," ujarnya.

Kronologi penembakan

Terkait tindakan kekerasan yang dialami para pekerja proyek dan warga sekitar, Kamal menjelaskan bahwa kelompok Egianus Kogoya tersebut dikeketahui sudah sering melintasi kamp dan lokasi pekerjaan.

"Berdasarkan keterangan dari para saksi korban, sebenarnya Egianus Kogoya ini terlihat sering lewat, sering bertemu dengan para pekerja sebagai warga biasa," katanya.

Kemudian, pada 1 Desember 2018, KKB pimpinan Egianus Kogoya itu diketahui sedang acara bakar batu dari pukul 09.00 WIT hingga pukul 15.00 WIT. Setelah itu, mereka secara berama-ramai mendatangi kamp pertama, lalu melakukan pengrusakan dan penodongan.

"Saat itu para pekerja disuruh berbaris menuju ke kamp yang satunya lagi ke arah Kali Auruk. Lalu dari situ, atau pada Minggu (2/12) paginya para pekerja dalam keadan tangan diikat disuruh berjalan ke arah tepian lereng bukit atau gunung Tabo," katanya.

Setelah itu, para pekerja yang berjumlah 25 orang itu dijejerkan dalam posisi tidur dan ditembaki oleh KKB pimpian Egianus Kogoya.

"Para pekerja ditembak membabi buta oleh KKB. Mereka menembak sambil sorak-sorak, sehingga ada pekerja yang tidak kena. Tapi ada juga yang kena tembak di tangan, kepala atau bagian tubuh lainnya," ujarnya.

Sambil bersorak-sorak, ungkap Kamal, KKB pimpinan Egianus Kogoya tidak memperhatikan jika ada yang selamat dan langsung berdiri untuk melarikan diri.

"Para pekerja sekitar 11 orang yang tidak kena tembak atau pura-pura mati sepakat untuk lari, tapi dikejar. Disini ada yang kena tembak atau dibacok, sementara yang selamat terus lari hingga ke arah Pos TNI di Mbua," katanya.

Ternyata, para pekerja yang lari ke Pos TNI di Mbua juga ikut dikejar dan terjadi baku tembak dari Senin 3 Desember 2018 pagi hingga Selasa 4 Desember 2018 pagi.

"Di situ para pekerja dan TNI ditembaki lagi, dan akhirnya pada Selasa mereka tinggalkan pos dan berlari ke arah Wamena sehingga ditemukan oleh personil gabungan TNI dan Polri dan langsung dievakuasi ke Wamena," katanya.***

 

 

 

 

Baca Juga