Kecepatan Angin Kencang di Bogor Capai 30 Knot

ATAP rumah terbawa angin puting beliung di jembatan Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (6/12/2018). Akibat puting beliung, puluhan rumah rusak, lima pohon tumbang, dan satu tewas tertimpa pohon.*

BOGOR, (PR).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kecepatan angin kencang dalam peristiwa puting beliung di wilayah Bogor Selatan, Kamis 6 Desember 2018 sore, sekitar 30 knot (50 KM per jam). Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra, menyebut kecepatan angin tercatat dalam satu kali hembusan.

“Sapuan angin biasanya mencapai 100 meter hingga 1 KM mengikuti arah angin,” kata Hadi Saputra, seperti ditulis Kantor Berita Antara.

Hadi Saputra menjelaskan, angin kencang ini terjadi karena bentukan awan CB yang cukup matang di wilayah Bogor Selatan. Situasi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan yang berlangsung di wilayah Bogor, hingga akhir Februari 2019.

Selain angin kencang, hujan disertai petir dan kilat juga melanda wilayah kota bogor. Hujan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam.

“Masyarakat diimbau kalau sudah terdengar petir jangan berada di lapangan, bawah pohon, atau papan reklame,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras pada sore hari di wilayah Bogor Selatan itu menyebabkan seorang tewas akibat tertimpa pohon saat mengendarai mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi F 1618 EY. Diketahui korban bernama Enny Retno (45)m warga Klaster Bukit Nirwana, Kota Bogor.

Selain Toyota Avanza berwarna silver, sejumlah kendaraan lain turut tertimpa pohon, yakni Daihatsu Ayla berwarna hitam dengan nomor polisi F 1577 RJ, satu unit angkutan umum nomor 14, dan angkutan umum nomor 02. Angin kencang juga merusak ratusan rumah milik warga.

“Untuk lokasi pohon tumbang di kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, sementara lokasi rumah rusak di Kelurahan Cipaku, Batutulis dan Pamoyanan. Untuk korban pohon tumbang langsung divakuasi ke RS PMI,” ujar Kapolsek Bogor Selatan Kompol Riyanto.

Tiupan angkin kencang yang berlangsung sekitar 15 menit itu membuat warga panik. Herman (40), warga Kelurahan Cipaku, mengatakan atap rumahnya terbawa angin kencang saat puting beliung melanda kawasan rumahnya.

"Anginnya kencang sekali, ditambah hujannya juga sangat deras. Awalnya saya dengar gemuruh besar, lalu atap rumah saya terbawa angin. Saya langsung lari ke dalam rumah, masuk ke kamar untuk berlindung,” kata Herman.

Selain rumah di perkampungan Cipaku, bangunan Stasiun Batutulis juga rusak berat akibat terjangan angin puting beliung. Herman dan warga lainnya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terkena angin puting beliung karena takut terjadi bencana susulan.

“Semua warga panik, bingung, karena semua atap rumah di sini habis dibawa angin. Bahkan ada atap yang menutup jalan sampai ke Jembatan Cipaku,” ujarnya.***

 

Baca Juga

Hujan Deras dan Puting Beliung Landa Kota Bogor, Satu Jiwa Melayang

BOGOR,(PR).- Hujan deras dan angin puting beliung menerjang kawasan Kecamatan Bogor Selatan, Kamis, 6 Desember 2018,sore. Akibat peristiwa tersebut, satu orang tewas di tempat akibat tertimpa pohon saat mengendarai mobil, dan Puluhan rumah dilaporkan rusak.

Botak, Kota Bogor Tanpa Kantong Plastik

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor resmi melarang penyediaan kantong plastik di toko ritel modern dan pusat perbelanjaan mulai 1 Desember 2018.