Minat Warga Garut Jadi Komisioner KPU Tinggi

KPU/DOK. PR

GARUT, (PR).- Minat warga Garut untuk menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbilang tinggi. Padahal persyaratan untuk bisa mengikuti seleksi calon komisioner KPU ini cukup banyak.

Tingginya minat warga Garut untuk menjadi komisioner KPU terlihat dari cukup banyaknya jumlah pelamar yang mendaftar. Hingga Kamis 8 November 2018 siang saja, sudah ada 40 orang pelamar calon komisioner KPU Garut.

"Lumayan banyak (pelamar) juga. Sampai hari ini sudah ada 40 orang yang melamar," ujar Sekretaris KPU Garut, Ayi Dudi Supriadi, Rabu 8 November 2018.

Menurut Ayi, kemungkinan besar jumlah pelamar akan terus bertambah. Hal ini disebabkan oleh masih tersedianya waktu pendaftaran, yakni hingga Minggu 11 November 2018.

Ia mengatakan, proses seleksi akan dilakukan langsung oleh KPU Pusat. Adapun proses pendaftaran untuk menjadi komisioner KPU Garut, setidaknya sudah dilakukan sejak dibuka untuk umum pada 5 November 2018 lalu, dengan akhir penyerahan administrasi pendaftaran sampai 11 November 2018.

Pelamar untuk jabatan komisioner itu terbuka bagi siapa saja dengan persyaratan di antaranya batasan usia minimal 30 tahun, dan pendidikan minimal SMA.

"Persyaratannya yang harus dipenuhi lumayan banyak. Siapa saja boleh mendaftar sepanjang memenuhi persyaratan dan tidak terlibat sebagai anggota partai politik," katanya.

Ia memastikan, proses seleksi akan berlangsung secara ketat.

"Kewenangan pelaksanaan seleksinya sekarang langsung sama pusat. Tim seleksi dipilih oleh KPU RI sehingga dipastikan prosesnya akan lebih ketat," ucap Ayi.

Ayi menyebut, tahapan seleksi calon komisioner KPU Garut meliputi pemeriksaan administrasi seperti ijazah terakhir, keterangan kesehatan, dinyatakan bebas narkoba, hingga tes wawancara.(Aep Hendy)***

Berikut syarat calon anggota KPU Kabupaten/Kota

-Warga Negara Indonesia

-Pada saat pendaftaran berusia paling rendah 30 tahun

-Setia pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945

-Mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil

-Memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, ketatanegaraan, dan kepartaian

-Berpendidikan paling rendah SMA atau sederajat

-Berdomisili di wilayah kabupaten yang dibuktikan dengan e-KTP atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

-Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika

-Telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik paling singkat 5 (lima) tahun pada saat mendaftar sebagai calon

-Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan dan atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar sebagai calon

-Bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota KPU yang dibuktikan dengan surat pernyataan

-Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih

-Bersedia bekerja penuh waktu, yang dibuktikan dengan surat pernyataan

-Bersedia tidak menduduki jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah selama masa keanggotaan apabila terpilih

-Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelanggara pemilu

-Tidak pernah diberhentikan tetap atas dasar putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, dan

-Belum pernah menjabat sebagai anggota KPU selama dua kali masa jabatan yang sama

Baca Juga

Proyek Dikerjakan Asal-asalan, Bupati Garut Mengeluh

GARUT, (PR).- Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengeluhkan proyek pembangunan yang dikerjakan secara asal-asalan oleh kontraktor nakal. Selain hasil pembangunan yang tidak memuaskan, proses pengerjaannya pun sering tidak tepat waktu.

Status Pembawa Bendera HTI di Garut Jadi Tersangka

JAKARTA, (PR).- Polda Jabar menetapkan Uus Sukmana, orang yang membawa bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI ke acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut sebagai tersangka.