Kulminasi Pengaruhi Cuaca Panas di Indramayu

Cuaca Panas/GELAR GANDARASA/PR
WARGA tengah memotret siswa yang tengah menjalani kegiatan di SMKN 1 Balongan, Kamis, 11 Oktober 2018. Pada Kamis siang, posisi matahari tepat berada di atas pulau Jawa sehingga bayangan terlihat tegak lurus.

INDRAMAYU, (PR).- Wilayah Kabupaten Indramayu mengalami puncak titik kulminasi, Kamis, 11 Oktober 2018. Akibatnya suhu di Indramayu pun meningkat. Kondisi tersebut sudah dirasakan selama dua hari terakhir ini. 

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka Ahmad Faa Izyn menuturkan, puncak titik kulminasi terjadi pada pukul 11.30. Dia menambahkan, titik kulminasi adalah titik di mana posisi matahari tepat berada di posisi langit paling tinggi. "Posisi pergerakan matahari saat ini berada tepat di atas (pulau) Jawa," kata Ahmad, Kamis, 11 Oktober 2018.

Dia menambahkan, saat matahari tepat berada di atas maka akan terjadi fenomena bayangan hilang. Hal tersebut terjadi karena posisi objek yang tegak lurus dengan matahari sehingga membuat bayangan tertutup oleh objek itu sendiri. "Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," katanya.

Selain adanya fenonena tanpa bayangan, puncak titik kulminasi juga menyebabkan kondisi suhu meningkat pesat. Saat ini, BMKG stasiun Jatiwangi mencatat kondisi cuaca bisa mencapai 38 derajat celcius. Angka tersebut merupakan suhu optimal di wilayah Kabupaten Indramayu. Untuk itulah, saat ini cuaca di Indramayu tengah panas-panasnya. "Sudah terjadi dua hari terakhir ini," ujar dia. Tak ayal, kondisi suhu saat ini merupakan tertinggi selama sebulan terakhir. 

Kendati kondisi cuaca panas, hal itu merupakan fenomena yang wajar. Setiap tahunnya kulminasi terjadi menjelang pertengahan bulan Oktober. Kondisi geografis Indonesia yang terletak di ekuator membuat titik kulminasi terjadi dua kali setiap tahunnya. Ahmad mengatakan, peningkatan suhu juga terjadi di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan. "Untuk di Kuningan suhu maksimum 35 derajat," katanya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengatakan, hingga saat ini belum terjadi bencana akibat kondisi suhu yang meningkat. Sejauh ini wilayah yang mengalami kekeringan hanya di Kecamatan Krangkeng saja. "Belum ada laporan," katanya. 

Namun begitu, dalam waktu dekat BPBD Kabupaten Indramayu akan mengikuti rapat guna mengatasi kekeringan panjang yang melanda wilayah Indramayu. "Akan rapat di Bandung untuk membahas dampak kekeringan," tutur Edi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap cuaca panas. Sebisa mungkin warga diminta menggunakan pelindung agar cahaya matahari tidak begitu menyengat kulit. 

Salah seorang warga Iir Sairoh menuturkan, saat ini cuava siang merah memang terasa sangat panas. "Panas sekali gerah," katanya. Dia pun lebih memilih berdiam diri di rumah dibanding keluar di tengah kondisi cuaca seperti ini. 

Baca Juga

Perjalanan Kesenian Topeng Cisalak, Cikal Bakal Topeng Betawi

TOPENG Cisalak, kesenian yang memadukan tari, musik, komedi itu masih bertahan di Kota Depok. Kesenian rakyat yang lahir di Kampung Cisalak, Depok tersebut telah melahirkan seniman terkenal seperti Bokir, Mandra, Mastur, Omas.