Inggris Dukung Program Ridwan Kamil untuk Ulama

Ridwan Kamil/HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Inggris melalui Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Mr Moazzam Malik menyebutkan bahwa Pemerintah Inggris dan para pelaku bisnisnya mendukung visi misi Jawa Barat di bawah pemerintahan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

"Saya senang sekali seorang dengan visi misi yang bagus untuk Jabar akan memimpin masa depan Jabar," ujar Dubes Malik usai melakukan pertemuan dengan Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 27 September 2018.

Untuk itu, selain infrastruktur, ada dua isu krusial lain yang dibahas Gubernur Emil dan Dubes Malik dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit tersebut, yaitu pelatihan Bahasa Inggris untuk para ulama dan e-procurement.

Kedutaan Besar Inggris di Indonesia akan meluncurkan kampanye English for Indonesia minggu depan. Hal ini sejalan dengan program pelatihan Bahasa Inggris yang akan diberikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kepada para ulama.

"Minggu depan kami akan meluncurkan kampanye English for Indonesia. Harapannya untuk melibatkan Jawa Barat dan ada diskusi bagaimana cara mendukung usaha pengajaran Bahasa Inggris untuk para santri dan ulama juga," ungkap Dubes Malik lewat rilis resmi Humas Pemprov Jabar.

Sementara untuk e-procurement, Inggris akan membagi pengalamannya kepada Jawa Barat di bidang pengadaan barang dan jasa elektronik ini. Tujuannya sebagai salah satu langkah pengendalian risiko korupsi.

"Jadi untuk membagi pengalaman Inggris di bidang procurement secara online atau digital untuk mengendalikan risiko-risiko korupsi. Tapi juga untuk memastikan value from money untuk tax pay," jelas Dubes Malik.

Gubernur Emil menuturkan, bahwa program pelatihan Bahasa Inggris untuk ulama ini merupakan bagian dari program English for Indonesia yang digelar Kedutaan Besar Inggris. Para ulama yang mengikuti program ini pun ada kemungkinan dikirim ke Inggris untuk berdakwah di sana.

"English for Indonesia ya ada macam-macam. Tapi yang mungkin yang paling akan menjadi perhatian publik adalah pelatihan Bahasa Inggris ulama, ada kemungkinan ulamanya juga dikirim ke Inggris," tutur Emil.

Sementara untuk kerjasama e-procurement, kata Emil, akan mencakup skala yang lebih luas atau global. Jadi, nantinya Jabar akan memanfaatkan produk-produk dan teknologi yang dijual di e-katalog Inggris.

"Tidak hanya e-katalog yang ada di lokal tapi skala global, sehingga produk-produk Inggris dan teknologinya bisa kita beli langsung dengan asas yang baik, mudah, dan transparan," tukas Emil.***

Baca Juga