Terjegal Aturan, Dipastikan Banyak Tenaga Honorer Tak Bisa Ikut Seleksi CPNS

Ilustrasi/USEP USMAN NASRULLOH/PR

SUBANG, (PR).- Lebih dari 50 persen dari total sekitar 5.142 tenaga honorer eks K2 di Kabupaten Subang yang tak lulus seleksi tahun 2013 lalu hampir dipastikan tak akan bisa ikut seleksi jalur khusus dalam rekruitmen CPNS tahun 2018 . Pasalnya banyak di antara mereka yang akan "terjegal" aturan seperti batasan maksimal usia dan syarat pendidikan terakhir.

"Walaupun dibuka seleksi jalur khusus buat mengakomodir tenaga honorer eks K2, tetapi tetap ada aturan yang tak bisa ditawar. Misalnya, batasan usia yang tertuang dalam undang undang tentang ASN tahun 2014 disebutkan minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun," kata Kepala Bidang Pengadaan BKPPSDM Kabupaten Subang, Eza Zaiton mendampingi kepala BKPPSDM Nina Herlina, Jumat 14 September 2018.

Eza juga mengatakan selain usia, ada juga persyaratan yang harus dipenuhi yaitu pendidikan terakhir. Bagi formasi pendidikan jalur khusus pendaftar harus lulusan S1 per November 2013 lalu, dan formasi kesehatan minimal D3. "Persyaratan itu harus terpenuhi saat melakukan pendaftaran. Sebab dengan sistem komputerisasi berbasis online, prosesnya otomatis yang tak memenuhi syarat langsung ditolak sistem," ujarnya.

Dijelaskan Eza, informasi yang diperoleh dari BKN data tenaga honorer yang masuk data base tercatat sebanyak 5.142 orang. Jumlah itu merupakan data tenaga honorer yang mengikuti seleksi tahun 2013 lalu. "Kami tahunya secara global informasi dari BKN, tak tahu per oramgnya jadi data pasti termasuk perinciannya ada di BKN. Apabila mengacu kepada batasan usia maksimal, hampir dipastikan banyak tenaga honorer yang tidak bisa mengikuti seleksi. Sebab perkiraan banyak tenaga honorer usianya di atas 35 tahun. Belum lagi ada persyaratan pendidikan dan formasinya hanya buat pendidikan serta kesehatan," ujarnya.

Eza mengungkapkan saat ini tahapan yang dilaksanakan daerah sedang melalukan persiapan. Tempat seleksi CPNS Subang rencananya akan dilaksanakan di Bandung. BKN telah menyiapkan 7 lokasi buat seleksi, daerah bisa memilih tempat terdekat. Kemungkinan kami melaksanakan seleksi di sport center jabar di arcamanik bandung, seleksinya menggunakan sistem cat. "Pengumuman waktunya pusat yang menentukan. Kami sebatas melakukan persiapan. Kalau perkiraan pelaksanaannya di September ini," ujarnya.

Tak terakomodir

Plt Bupati Subang Ating Rusnatim mengatakan kuota formasi yang diberikan pusat bagi Subang sebenarnya masih kurang dari kebutuhan ideal. Sebab usulan dari Subang untuk seleksi jalur umum itu sebanyak 507, itu belum termasuk honorer. Sebab perkiraan awal bagi honorer akan ada perekrutan terpisah. "Ternyata kami dapat kuota 474 itu buat umum dan honorer. Jadi kalau lihat kebutuhan sih sebenarnya jauh dari harapan. Tapi kami sudah berusaha, kewenangannnya hanya mengusulkan dan memfasilitasi. Keputusannya ada di pusat," katanya. 

Ating juga meminta maaf kepada tenaga teknis pertanian tak terakomodir dalam formasi rekruitmen CPNS tahun ini. Padahal sebagai lumbung padi nasional, Subang membutuhkan tenaga ahli pertanian. "Kami mengusulkan formasi buat tenaga honorer itu prioritas pendidikan dan kesehatan. Lalu kebutuhan tenaga pertanian seperti penyuluh itu kami usulkan dan jadi prioritas pula. Tapi pas terima kuota dari pusat ternyata tak ada formasi buat tenaga pertanian baik melalui jalur khusus maupun umum. Kami monga maaf, kami sudah berupaya maksimal tapi ini hasilnya," katanya.***

Baca Juga

Ratusan Honorer di Subang Juga Demo Aturan CPNS

SUBANG, (PR).- Ratusan tenaga honorer eks K2 dari berbagai OPD mendatangi Kantor BKPSDM dan Pemkab Subang, Senin 17 September 2018. Mereka menyampaikan keluhan terkait rekrutmen CPNS yang dinilai tak berkeadilan.

Aturan Batasan Usia Tutup Peluang Honorer K-2 Jadi CPNS

SOREANG, (PR).- Lahirnya Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 36/2018 tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi CPNS 2018, menjadi polemik di berbagai daerah.

Alternatif Baru Bandung-Subang, Naik Damri via Tol

SUBANG, (PR).- Angkutan umum dari Kabupaten Subang menuju Bandung ada alternatif baru. Jika biasanya harus melalui jalur Lembang, kini menggunakan jalan tol menyusul dioperasikannya bus Damri.