Mpap Gondo dan Revolusi Seni Tari Tradisional di Purwakarta

Menari/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
MPAP Gondo (baju abu-abu) sedang mengajar menari anak-anak remaja Purwakarta beberapa waktu lalu.*

PURWAKARTA, (PR).- Berkembangnya industri seni kreatif di Purwakarta tidak bisa dilepaskan dari jasa Mpap Gondo (50). Dia yang menyebabkan banyaknya anak-anak muda mencari penghasilan tambahan dari menari.

Bahkan hingga puluhan tahun ke depan pun penari-penari baru di Purwakarta sudah banyak. Karena Mpap telah mempersiapkan para penari ini sejak usia dini. Baik sejak taman kanak-kanan hingga sekolah dasar.

Sekolah-sekolah di Purwakarta pun kini mencari Mpap agar bisa mengajar menari di sekolah tersebut. Hal ini karena karya-karya Mpap sudah sangat teruji di pagelaran-pagelaran. Khususnya di pagelaran tari kolosal yang sering diperagakan di hari-hari khusus Purwakarta.

"Saya hanya berperan sebagai pembina saja bagi para penari. Ini untuk menghidupkan kesenian khususnya seni tari tradisional yang mulai pudar di masyarakat. Padahal seperti kita ketahui seni tari t‎radisional ini merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan," kata Mpap saat diwawancarai pada Rabu 12 September 2018.

Mudahnya akses informasi pun menurut Mpap semakin mengancam seni tradisional yang ada di Indonesia. Apalagi seni tari jaipong yang hingga kini menjadi andalan Mpap untuk berkarya secara kreatif.

"Mau tidak mau kita harus ikuti perkembangan zaman. Sehingga menurut saya perlu dilakukan inovasi terhadap seni jaipongan ini. Makanya sedikit-sedikit saya mulai kolaborasikan dengan seni modern," katanya.

Mpap pun mengaku telah menjadi insipirasi bagi puluhan sanggar seni agar mengikuti langkah-langkahnya. "Saya sebelumnya telah menciptakan tari mojang priangan, topeng rehe dan jaipong beatbox," ucapnya.

Kini tarian-tarian tersebut sudah banyak ditiru sanggar-sanggar lain di luar Purwakarta. Meski demikian Mpap justru bangga hasil karyanya ditiru. Karena dengan demikian kecintaan masyarakat terhadap seni Sunda khususnya jaipongan bisa makin membesar.

Meski demikian langkah-langkah revolusioner Mpap di dunia seni ini bukan tanpa halangan. Hal ini akibat banyak pakem seni tari yang diterobos Mpap. Sehingga seniman-seniman pun mulanya protes terhadap Mpap.

"Niat saya ini kan baik sebenarnya. Yaitu tetap memasukkan unsur-unsur utama tari jaipongan dalam kreativitas yang saya buat. Gunanya untuk menarik minat kawula muda khususnya generasi millenial agar menyukai kembali seni tradisional," ucapnya.

Hasilnya pun tidak main-main, dengan kreativitasnya tersebut, Mpap telah menjadikan inovasinya terbaik se-Indonesia. "Beberapa tahun ke belakang, jaipong beatbox kami telah merebut juara I tingkat Nasional.  Juara ini adalah pada kategori seni kreatif," ucapnya.

Sebagai informasi, jaipong beatbox ini menggabungkan dua seni berbeda. Yaitu seni acapella dengan tari jaipong. Hanya saja nayaga atau pemain musik cukup menggunakan gendang. Sementara suara lainnya seperti saron dan gamelan digantikan beatbox.

Pada masa sekarang ini, Mpap masih fokus dalam menciptakan para penari-penari baru. Namun mereka belajar menari seperti biasa saja. Tetapi jika sudah berprestasi maka mereka dilatih untuk pengembangan kreasi seni tari jaipong.

"Nantinya mereka juga akan di‎berdayakan dalam pagelaran-pagelaran di Purwakarta. Selain itu mereka juga sudah ada posisi dikerjasamakan dengn WO atau EO. Sehingga para penari ini bisa mendapatkan penghasilan tambahan," katanya.

Goyang 2 Jari

Para penari Mpap pun banyak yang berprestasi di antaranya Sandrina. Selain dia populer melalui ajang pencarian bakat. Sandrina pun kini menjadi viral dengan goyang 2 jari.

"Itu pengembangan dari kami, dengan Sandrina membuat goyang 2 jari. Beruntung jadi viral saya harap akan banyak penari-penari baru berasal dari Purwakarta. Atau bahkan dari daerah lain yang justru belajar menari ke Purwakarta," ucapnya.

Jangka pendek ke depan, pasukan penari Mpap akan juga berikan kejutan. Penari-penari ini akan diberdayakan dalam tarian kolosal menyambut Presiden RI Joko Widodo yang akan datang ke Purwakarta.

"Nanti hari jadi PMI kan akan digelar di Purwakarta, kita akan berikan sesuatu yang spesial untuk Pak Presiden. Mudah-mudahan menjadi pertunjukan yang berkesan bagi beliau. Apalagi sebagian penarinya berasal di Purwakarta," katanya.

Oleh karena itu Mpap berharap dia terus bisa mengembangkan kesenian seni tari khas Sunda. Karena jika tak ada yang melestarikan budaya, bagaimana nasib anak-anak muda ke depan. Khususnya anak muda Purwakarta, agar mereka mencintai seni warisan nenek moyang.***

You voted 'marah'.

Baca Juga

Menteri Sosial Sebut Kesehatan Sungai Citarum Harga Mati

PURWAKARTA, (PR).- Mentri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kesehatan Sungai Citarum adalah harga mati. Hal ini dikarenakan Sungai Citarum merupakan tulang punggung pengairan di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Penanganan Sampah Purwakarta Lambat

PURWAKARTA, (PR).- Padatnya penduduk di wilayah Purwakarta Kota, berdampak pada melimpahnya produksi sampah. Sehingga banyak pemukiman warga yang pembuangan sampahnya tidak terangkut armada.

Kekosongan Pemerintahan Bikin Purwakarta Tak Terurus

PURWAKARTA, (PR).- Selain kurangnya armada, ternyata luas tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Purwakarta pun kecil. Akibatnya mulai nampak sampah bertebaran di sisi-sisi trotoar di Purwakarta. Khususnya di wilayah perkotaan.