Dishub Depok Periksa Izin Bangunan SMK Jadi Pul Bus Maut yang Kecelakaan di Sukabumi

SMK jadi pul bus pariwisata/BAMBANG ARIFIANTO/PR
KANTOR pengelola bus Jakarta Wisata Transport dan ruang praktik SMK Indonesia Indonesia Global tampak sepi di Jalan Kavling DPR, Serua, Bojongsari, Kota Depok, Selasa 11 September 2018. SMK tersebut diduga menjadi lokasi pul bus pariwisataJakarta Wisata Transport yang mengalami kecelakaan di Cikidang, Sukabumi.*

DEPOK, (PR).- Dinas Perhubungan Kota Depok bakal melakukan pengecekan perizinan keberadaan pul Bus Jakarta Wisata Transport‎ yang diduga berada di dalam SMK Indonesia Global, Jalan Kavling No 110, Serua, Bojongsari, Kota Depok.

Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana menuturkan, pengecekan akan berlangsung pada Rabu 12 September 2018. Namun, dia belum memastikan pukul berapa pemeriksaan berlangsung. Dadang menegaskan, izin pul berada di kementerian atau pemerintah pusat. ‎ "Daerah hanya memberikan rekomendasi," kata Dadang dalam pesan singkatnya, Selasa 11 September 2018. Sedangkan kewajiban ujinya kendaraan dilakukan di Jakarta. 

Dia menambahkan, rekomendasi yang dikeluarkan Kota Depok mensyaratkan adanya kesiapan perusahaan bus untuk menyediakan pul. ‎ "Besok saya akan coba mengecek ke lapangan untuk memastikan perizinan pool (pul)-nya di mana. Dan mohon dibedakan antara keberadaan pUl dengan kelaikan teknis kendaraan," ujarnya. Menurutnya,  uji kir pun dilakukan di Jakarta. 

Seperti diketahui, ‎pul bus Pariwisata Jakarta Wisata yang mengalami kecelakaan di Cikidang, Sukabumi ternyata berada di dalam bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia Global, Jalan Kavling DPR No 110, Serua, Bojongsari, Kota Depok. Pengelola bus tak bisa dimintai keterangan kejadian nahas tersebut.

Saat "PR" mendatangi lokasi sekolah itu, Selasa 11 September 2018, gerbang bangunan tampak tertutup. Penjaga sekolah bernama Asep Hendi (28) membukakan pagar gerbang ketika sebuah mobil keluar dari dalam sekolah. Asep menuturkan, bus Jakarta Pariwisata hanya menyewa lahan parkir di dalam area sekolah. Sejumlah bus pun terlihat terparkir  di dalam. Namun, Asep melarang untuk masuk dan melihat langsung bus-bus itu dengan dalih belum mendapat izin pengelola. 

Pihak sekolah tertutup

Menurutnya, bus-bus yang terparkir itu sudah tak beroperasi. Pernyataan Asep memancing pertanyaan terkait aktivitas bus Jakarta Wisata yang masih mengangkut penumpang dan mengalami kecelakaan di Sukabumi. Dia menuturkan, bila ada yang melakukan penyewaan, pengelola baru mengeluarkan bus tersendiri. Namun, dia tak menjelaskan bagaimana kelaikan bus-bus yang beroperasi itu. Asep menambahkan, pengangkutan tak dilakukan di area sekolah. Bus-bus tersebut akan melakukan penjemputan langsung kepada warga yang menyewa armadanya. 

Dia memilih irit bicara terkait praktik pengoperasian bus di dalam sekolah itu. Asep pun mengaku tak mengetahui berapa biaya sewa parkir bus Jakarta Wisata. Dia mengatakan, kantor pengelola bus berada di sebelah gedung sekolah. Lokasi pengelola bus tersebut rupanya bergabung satu tempat dengan bangunan ruang praktik SMK Indonesia Global. Dikatakannya, pintu masuk sebelah kiri merupakan akses menuju kantor pengelola bus. Sedangkan pintu masuk sebelah kanan adalah akses menuju ruang praktik SMK. Akan tetapi ketika "PR" mendatanginya, kantor tersebut tertutup rapat. Tak terlihat aktivitas pekerja bus atau siswa SMK di sana. Hanya ada plang bertuliskan SMK Indonesia Global Ruang Praktek terpancang di depan bangunan. Petunjuk tulisan atau papan mengenai kantor pengelola bus pun tak tampak. 

Asep mengatakan, kantor pengelola belum buka sejak dua hari lalu. Dia juga tak menjelaskan musabab tutupnya kantor itu. Selepas memberikan keterangan singkat dia segera meninggalkan bangunan sekolah. Dia kembali menutup rapat pintu gerbang SMK Indonesia Global. Sementara itu, keterangan lebih jelas disampaikan warga, Nurhayati (65). Menurutnya, pemilik armada bus Jakarta Wisata adalah pimpinan sekolah itu. "Ya guru, ya yang punya sekolah juga," ucapnya. Pimpinan sekolah tersebut bernama Marulak Herman. Namanya tertera dalam papan identitas pemilik bangunan Dinas Tata Kota Dan Bangunan Kota Depok yang dipasang di depan pos penjagaan sekolah. 

Nurhayati mengatakan, kantor pengelola bus sudah lama tak dihuni. Namun, aktivitas penyewaan bus ramai saat menjelang hari libur. "Keluar masuknya mobil hari Minggu, Sabtu," ucapnya. Pengelola, lanjutnya, memang tak melakukan pengangkutan di kawasan sekolah. "Kalau ada (yang) nyarter ke Ciputat, (bus) ya ke Ciputat, paranin (datang menjemput), kemarin (ngejemput) di Bogor," katanya. Sekolah, tuturnya, hanya menjadi pul armada bus. Sistem penyewaan dilakukan pula dengan order atau memesan terlebih dahulu. Informasi pemesanan beredar dari informasi teman ke teman.

Mengenai sopir bus, Nurhayati menilai para pengemudi itu kerap gonta ganti. Sementara kondisi fisik bus terlihat bagus. ‎"Saya lihat sih bagus, tetapi enggak tahu dalamnya, mesinnya. Yang tahu sopir itu mah," ujarnya. ***

You voted 'marah'.

Baca Juga

Pul Bus Maut Sukabumi Tak Memiliki Kajian Amdal Lalu Lintas

DEPOK, (PR).- Dinas Perhubungan Kota Depok memastikan pul bus maut Cikidang, Sukabumi yang diduga berada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia Global, Bojongsari tak memiliki kajian analisis mengenai masalah dampak lingkungan lalu l

Lokasi Kecelakaan Maut di Sukabumi Minim Pembatas Jalan

SUKABUMI, (PR).- Dua lokasi kecelakaan maut yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang menyebabkan dua bus wisatawan terjun ke jurang di lokasi berbeda hanya berselang 12 jam minim pembatas jalan atau guardrill.