Kecelakaan di Sukabumi, Bus Nahas Itu Terbang Selama Beberapa Saat

Kecelakaan lalu lintas/AHMAD RAYADIE/PR
PETUGAS kepolisian yang dibantu warga tengah mengevakuasi korban yang terjebak di dalam mobil, Sabtu 8 September 2018. Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Cikidang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menewaskan belasan orang.*

TERIAKAN penumpang pecah saat bus yang mengangkut rombongan dealer sepeda motor asal Bogor, terjun ke jurang sedalam 30 meter di Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi, Minggu 8 September 2018 lalu. Kekhawatiran penumpang muncul selama perjalanan menuju lokasi wisata arung jeram kawasan Cikidang.

Salah seorang penumpang yang selamat, Piliandi (31) mengaku pasrah saat merasakan busnya melayang di udara sesaat sebelum menghantam tanah. "Rasanya seperti melayang agak lama. Di sana saya sudah pasrah saja, apapun yang terjadi nantinya saya pasrah," katanya, Selasa 11 September 2018.

Lelaki bertubuh gempal itu masih terbaring lemah di ruang perawatan Rumah Sakit Siloam Kota Bogor saat menceritakan pengalamannya. Dengan keadaan tangan kanan bengkak dan selang infus menempel di tangan kirinya, ia masih bisa memeragakan posisi tangan yang dilingkarkan dari bagian belakang kepalanya pada saat kejadian.

Piliandi adalah salah seorang penumpang yang tidak kebagian tempat duduk di dalam bus nahas itu. Selama perjalanan, ia terpaksa duduk di tangga pintu bagian belakang bus termasuk saat kecelakaan terjadi. Sementara dua penumpang lainnya diketahui berdiri di antara kursi bagian tengah bus.

Kemungkinan, ia selamat setelah tubuhnya tertahan di belakang kursi. Sementara penumpang lain yang berdiri di tengah terlempar ke depan bus. Menurutnya, posisi bus nyaris berdiri dengan bagian depan berada di bawah saat menghantam dasar jurang.

Sesaat setelah tabrakan, Piliandi mengaku masih tersadar. Supervisor penjualan onderdil di dealer tersebut bahkan bisa keluar dari bus dan melihat kerumunan orang di atas tebing menatap ke arahnya. "Orang-orang tidak langsung menolong kami. Mungkin karena takut mobil meledak atau sebagainya," katanya.

Bus rusak

Selama perjalanan, Piliandi menceritakan bus yang ditumpanginya mengalami kerusakan seperti kebocoran bahan bakar cukup parah. Kondisi itu dipercaya menyebabkan udara di dalam bus menjadi pengap oleh aroma solar yang menyengat. "Kebocorannya itu lumayan deras," katanya.

Kebocoran itu diketahui saat bus berhenti di stasiun pengisian bahan bakar wilayah Cikereteg Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Piliandi melihat supir dan kernet bus sibuk memperbaiki kerusakan tersebut. Keduanya kembali memperbaiki kerusakan yang sama saat berhenti di wilayah Kecamatan Cigombong untuk menunggu rombongan bus lainnya.

Selain itu, Piliandi menceritakan laju bus yang zig-zag sebelum kecelakaan. Menurut dia, bus tersebut melaju dalam kecepatan cukup kencang. Karena takut melihat ke luar, ia pun memilih diam di tangga dekat pintu belakang. Bahkan ia tidak melihat siapa yang mengemudikan bus tersebut.

Menurut keterangan petugas Jasa Raharja yang menjenguknya beberapa waktu lalu, bus yang ditumpanginya adalah bus tambahan. Bus tersebut diduga dipinjam perusahaan bus pariwisata dari suatu yayasan yang tidak diketahui namanya.

"Saya tidak tahu teknisnya karena semua sudah disiapkan perusahaan. Kami tinggal berangkat saja," kata Piliandi. Karena itu, ia tidak mengetahui kelayakan bus yang ditumpanginya juga orang yang mengemudikannya.

Selain menewaskan 21 penumpangnya, kecelakaan tersebut juga melukai 17 penumpang lainnya. Sampai sekarang, para korban masih dirawat intensif di RS Siloam dan RS PMI Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Manajer jaga RS Siloam Rosna Meutia memastikan kondisi delapan orang pasien mulai membaik.

"Rata-rata korban mengalami patah tulang dan memar. Tapi setelah dapat penanganan medis, kondisinya mulai membaik," kata Rosna. Menurutnya, biaya pengobatan para korban ditanggung pihak Jasa Raharja dan Badan Penyedia Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.***

You voted 'marah'.

Baca Juga

Kecelakaan di Sukabumi, Bus Masuk Jurang Tewaskan 10 Wisatawan

SUKABUMI, (PR).- Sebanyak 10 orang wisatawan yang merupakan karyawan dealer motor Honda PT Catur Putra Grup Bogor meninggal dunia akibat minibus yang ditumpangi mereka terjun ke jurang sedalam 25 meter di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa