APBD Perubahan 2018 Jawa Barat Mencapai Rp 1,29 Triliun

Ilustrasi/BUDHI SUTOMO

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD-P Tahun 2018 yang mencapai Rp 1,29 triliun.

Sekretaris Daerah Jawa Barat sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, dalam siaran persnya, Selasa 11 September 2018 mengatakan bahwa perubahan itu terkait dengan target indikator yang ditetapkan.

"Saya memimpin langsung dan memaparkan gambaran umum terkait APBD Perubahan di antaranya ada perubahan asumsi pejabat umum dan juga khusus untuk bidang pendapatan, terjadinya pelampauan pembiayaan," ujar Iwa Karniwa.

Pemprov Jawa Barat, menurut dia, berencana melakukan pergeseran anggaran antarunit karena ada beberapa yang harus dikoreksi termasuk beberapa yang terkait dengan sisa lelang.

Dia juga menyampaikan beberapa indikator ekonomi makro yang akan dilakukan dalam APBD Perubahan 2018 yaitu indeks pembangunan manusia ditargetkan antara 71 persen hingga 71,54 persen.

Lalu indeks pendidikan yang telah direncanakan sebesar 62,51 persen hingga 63,50 persen, serta beberapa hal yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi juga kan didorong antara 5,5 persen-5,9 persen, inflasi3,55+1 persen, dan untuk investasi ditargetkan Rp 315 triliun-Rp 335,3 triliun.

Selain itu, kebijakan dari sisi pendapatan di antaranya meningkatkan deviden BUMD. Semenatra kebijakan belanja pemerintah provinsi akan mengoptimalkan penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib, nonwajib, urusan pemerintahan pilihan, serta urusan penunjang pemerintahan.

Kemudian di laksanakannya RPJMN 2015-2019 di antaranya fungsi pendidikan 20 persen dari total anggaran, fungsi kesehatan 10 persen dari belanja, fungsi infrastruktur 10 persen dari total Pajak Kendaraan Bermotor, serta optimalisasi penggunaan aset daerah, dan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi.

"Itulah kira-kira kebijakan anggaran yang kami coba lakukan sehingga target pendapatan murni 2018 adalah Rp 31,96 triliun, pada rencana perubahan dengan beberapa peningkatan efisiensi, efektifitas, dan lain sebagainya itu menjadi Rp 33,25 triliun sehingga ada peningkatan Rp1,29 triliun. Di sisi belanja diusulkan Rp 33,9 triliun direncanakan alokasi belanja Rp 35,7 triliun sehingga ada peningkatan belanja Rp 1,7 triliun," kata Iwa Karniwa.

Dia menuturkan, dari APBD murni 2018, anggaran perubahan mengalami kenaikan sebesar 5,25 persen. Salah satu kenaikan ini juga untuk menopang program "quick response" yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wagub Uu Ruzhanul Ulum.

"Program ini kami siapkan diperubahan karena akan segera diluncurkan," tutur iwa Karniwa.

 Terkait kekurangan anggaran, dia memastikan hal ini bisa ditutup dari hasil Silpa perhitungan BPK yang mencapai Rp 2,478 triliun. Dia menargetkan pembahasan APBD Perubahan 2018 bisa tuntas menjelang akhir September 2018 sekaligus bisa ditetapkan.***

Baca Juga

22 Kepala Daerah di Jawa Barat Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 22 kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat menyatakan dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019.