Kecelakaan Maut di Sukabumi, Diduga Bus Dikemudikan Sopir Tembak

Evakuasi/AHMAD RAYADIE/PR
PROSES pengangkatan bus, di Tanjakan Letter S memperoleh perhatian ratusan warga.*

SUKABUMI, (PR).- Bus Jakarta Wisata nomor polisi B-7025-SAG yang terjun ke jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga dikemudikan oleh sopir tembak (sopir pengganti).

"Dari hasil penyelidikan kasus kecelakaan yang terjadi di Desa/Kecamatan Cikidang dengan merenggut 21 jiwa dan 18 orang lainnya terluka ini ternyata yang mengemudikan bus tersebut adalah kernet," kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri di Sukabumi, Minggu 9 September 2018.

Menurut dia, dari keterangan saksi, bus dari Bogor dibawa oleh sopir utamanya. Namun, di tengah jalan diganti oleh kernetnya. Padahal, kernet tersebut tidak mempunyai SIM khusus mengemudi bus atau angkutan umum, atau hanya memiliki SIM A. Kernet tersebut, kata Irjen Pol. Refdi Andri, mengabaikan keselamatan penumpang karena kompetensi untuk mengendarai bus tersebut tidak ada.

"Seharusnya siapa pun yang membawa kendaraan, khususnya angkutan umum, harus menjamin keselamatan penumpang, dirinya maupun orang lain," katanya.

Refdi menilai keahlian kernet tersebut dalam mengemudi bus masih rendah dan belum memiliki jam terbang yang mencukupi. Apalagi, harus mengemudikan bus di jalan alternatif Cikidang-Palabuhanratu yang rawan kecelakan dan membutuhkan keahlian khusus. Jalan tersebut, katanya lagi, memiliki turunan yang curam, berliku, sempit, serta kiri dan kanannya terdapat jurang. Hingga kini, pihaknya masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan dari sejumlah saksi. Selanjutnya, dianalisis.

"Saya berharap 2 sampai 3 hari ke depan penyebabnya bisa diketahui," katanya seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.***

Baca Juga

Warga Padati Tasik Oktober Festival di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, (PR).- Sejak siang hari, pengunjung mulai memadati helatan Tasik Oktober Festival (TOF) yang digelar di beberapa ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya, Sabtu 13 Oktober 2018.