70 Jabatan di Pemda Sumedang Kosong

GEDUNG kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang di Jalan Prabu Gajah Agung/Bypass, Sumedang, beberapa waktu lalu. Saat ini, di lingkungan Pemkab Sumedang, terjadi kekosongan 70 jabatan eselon II, III dan IV

SUMEDANG, (PR).- Pemkab Sumedang saat ini kekosongan 70 jabatan eselon II, III dan IV, termasuk jabatan tertinggi ASN (Aparatur Sipil Negara) yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang. Ke-70 jabatan yang kosong tersebut, antara lain jabatan eselon II sekda dan jabatan setingkat kepala dinas dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sebanyak 7 orang, eselon III setingkat sekretaris dinas,  kabag dan kabid   16 orang dan sisanya eselon IV setingkat kasubag dan kasi sebanyak 47 orang.

“Untuk pengisian jabatan eselon II termasuk sekda, semuanya dilakukan open bidding (lelang jabatan). Khusus pengisian kekosongan jabatan kepala dinas dan asisten, semuanya akan promosi dari eselon III,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab. Sumedang, Endi Ruslan  di Sumedang, Minggu 9 September 2018.

Menurut dia, ketujuh jabatan eselon II yang kosong, antara ain sekda, asisten pembangunan, asisten administrasi, kepala Dinas Sosial, kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil), kepala Dinas Kesehatan dan kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sumedang.  “Kekosongan jabatan eselon II, kebanyakan karena pensiun,” kata Endi.

Untuk pengisian ke-70 jabatan eselon II, III dan IV yang kosong itu, kata dia, harus menunggu sampai Bupati Sumedang terpilih Dony Ahmad Munir resmi dilantik oleh gubernur Jabar, 20 September nanti. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Kemendagri terbaru tahun 2018.   “Sesuai aturan, bupati selambat-lambatnya 6 bulan setelah dilantik,  harus sudah mengisi kekosongan jabatan tersebut. Jangan sampai, kekosongan jabatan itu terlalu lama sehingga mengganggu jalannya pemerintahan,” ucapnya.

Sekda

Endi mengatakan,  jabatan yang diprioritaskan  harus segera diisi, yakni jabatan sekda. Pasalnya, kekosongan jabatan sekda dinilai sudah lama. Sampai sekarang, kekosongannya sudah berlangsung 6 bulan. Sebelumnya jabatan sekda diisi Zaenal Alimin yang ikut mencalonkan diri menjadi calon bupati pada Pilkada Kab. Sumedang. Kini jabatan sekda , diisi  oleh Plt (Pelaksana Tugas) Amim yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kab. Sumedang.

“Pengisian jabatan sekda juga, dilakukan open bidding. Tak hanya diikuti oleh pejabat di lingkungan Pemkab Sumedang saja, melainkan pejabat di luar pun bisa. Jadi pejabat ASN dari manapun,  bisa mengikuti lelang jabatan sekda,  asalkan memenuhi persyaratan. Persyaratan yang paling utama, yakni pejabat eselon II A dan B dan usia maksimal 56 tahun sejak dilantik. Yang perlu diperhatikan, yaitu usia,” tuturnya.

Lebih jauh Endi menjelaskan, beberapa pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Sumedang yang dinilai  memenuhi persyaratan dari usia maksimal 56 sejak dilantik, di antaranya Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Yosef Suhayat, Direktur RSUD Sumedang Hilman Taufik WS, Kadis PUPR Sujatmoko, Kadis KB dan Pengendalian Penduduk Nassam, Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan  Gungun Ahmad Nugraha, Kasatpol PP Asep Sudrajat dan Kadisnakertrans Dikdik Sadikin.

“Pak Herman Suryatman yang dulu pejabat eselon II di Sumedang yang sempat  menjabat Kadisdik dan Kadis Pariwisata dan kini menjabat di Kementerian PANRB, bisa  dan berpeluang mengikuti lelang jabatan sekda,” tuturnya.

Siap mengabdi

Ia menambahkan, proses lelang jabatan sekda Kabupaten Sumedang, akan dilaksanakan oleh panitia seleksi (pansel) dengan komposisi 45% dari unsur pemerintah dan 55% dari kalangan akademisi. Prosedurnya, dari pejabat yang mendaftar, pansel akan memilih tiga orang calon sekda yang diajukan kepada bupati. Setelah itu, bupati akan memilih satu orang calon sekda untuk diajukan kepada Komisi ASN. “Bupati tidak boleh memilih di luar yang 3 orang yang diajukan pansel. Itu aturan,” ucap Endi.

Sementara itu, ketika diminta tanggapan peluang untuk menjadi sekda. Sekretaris Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN RB, Herman Suryatman ketika dihubungi melalui telefon mengatakan, jika Bupati Sumedang terpilih Dony Ahmad Munir  membutuhkan dan memanggilnya, dirinya siap kembali mengabdi di Pemkab Sumedang. “Kalau Pak Dony membutuhkan tenaga dan pikiran saya,  saya siap totalitas membantu beliau (bupati-red). Di bawah kepemimpinan Pak Bupati Dony, saya optimis Sumedang ke depan akan menjadi salah satu kabupaten termaju di Jawa Barat,”  tuturnya.***

Baca Juga