Kekosongan Pemerintahan Bikin Purwakarta Tak Terurus

Kerja/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
PARA petugas kebersihan sedang mengatur pembuangan sampah di TPAS Cikolotok, Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu.*

PURWAKARTA, (PR).- Selain kurangnya armada, ternyata luas tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Purwakarta pun kecil. Akibatnya mulai nampak sampah bertebaran di sisi-sisi trotoar di Purwakarta. Khususnya di wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga sekitar. Seperti yang dirasakan Aditya (28) warga Jalan Walangi, Kabupaten Purwakarta. Menurut Aditya, banyak sekali sampah terlihat d‎i sekitaran pemukimannya.

"Kami sudah protes berkali-kali ke Pemda, tapi belum ada hasil yang nyata. Meski sekarang sudah relatif tidak terlalu berantakan, tetapi tetap saja masih ada sampah. Mana Purwakarta yang bersih seperti dulu, saya jadi miris lihatnya," ucap Aditya, di depan rumahnya, pada Kamis 6 September 2018.

Aditya menambahkan, volume sampah ini pun juga diduga akibat banyaknya wisatawan yang datang ke Purwakarta. Tetapi tidak terlalu peduli dengan aturan tak tertulis tentang kebersihan di Purwakarta.

"Kalau untuk tempat makan dan tempat wisata hal ini sih menguntungkan. Tetapi lain halnya saat para wisatawan ini masuk ke ruang-ruang publik di Purwakarta. Mereka banyak yang suka buang sampah sembarangan," ujarnya.

Kekosongan pemerintahan ditenggarai‎ menjadi penyebab mulai tak tertatanya kebersihan di Purwakarta. Sehingga Bupati Purwakarta terpilih Anne Ratna Mustika berencana untuk membereskan masalah sampah ini setelah dilantik.

"Kami akan tambah armada sampah, kalau bisa sih 35 armada. Tetapi untuk tahap awal kami akan tambah sekitar 10 armada dulu, setidaknya hal ini akan mengurangi sampah yang ada di pinggir-pinggir jalan," ucapnya.

Perluasan

Sementara itu Pemkab Purwakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup pun berencana memperluas TPAS. TPAS yang diperluas ini berada di kawasan Cikolotok.‎ Perluasan tersebut adalah sebesar 9000 meter.

"Sebelumnya kita memiliki TPAS dengan ‎luas 9,1 hektare, kini akan kita tambah 9000 meter. Sehingga luas area TPAS jadi genap 10 hektare. Diharapkan hal ini akan mengurangi volume sampah yang bertebaran tersebut.

"Bahkan dengan lahan 10 hektare ini. TPAS tersebut bisa terus dipergunakan hingga 15 tahun ke depan.‎ Sementara untuk luas 9000 meter tadi, kita dapatkan melalui pembebasan lahan," kata Kepala Seksi TPA Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Purwakarta, Ade Iskandar. Tepatnya pada Kamis 6 September 2018 di ruang kerjanya.

Pembebasan tanah tersebut lanjut Ade, dibantu oleh dana bantuan provinsi (Banprov). Sementara di Dinas Pertamanan dan Pemukiman, DLH hanya melakukan riset sampai sejauh mana kapasitas TPAS tersebut.

Sampai saat ini yang perlu diperhatikan adalah TPAS ini belum memiliki sistem 'sanitary landfiil'. Sistem tersebut adalah dengan cara membakar sampah dan menimbunnya di lokasi cekung di TPAS yang ada.

"Kita juga akan lakukan riset, apakah sistem 'sanitary landfill' bisa diterapkan di TPAS Cikolotok. Karena dengan sistem ini kapasitas lahan bisa diminimalisir sehingga bisa menambah jumlah volume sampah masuk," ucapnya.

Selain di Cikolotok, menurut Ade, penanganan sampah di tingkat akhir pun dibantu oleh TPAS Tegalwaru. TPAS di Kecamatan Tegalwaru ini menurutnya memiliki luas lebih kecil. Yaitu hanya seluas 1,5 hektare.***

You voted 'senang'.

Baca Juga

Penanganan Sampah Purwakarta Lambat

PURWAKARTA, (PR).- Padatnya penduduk di wilayah Purwakarta Kota, berdampak pada melimpahnya produksi sampah. Sehingga banyak pemukiman warga yang pembuangan sampahnya tidak terangkut armada.

Purwakarta Siapkan Bioskop Terapung Pertama di Indonesia

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Purwakarta segera siapkan dua lokasi untuk pembangunan bioskop. Salah satunya bahkan direncanakan akan menjadi gedung bioskop terapung pertama di Indonesia.