Hanya Demi KTP, Warga Karawang Harus Antre Sejak Subuh

Hanya demi KTP/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Karawang mengaku kewalahan melayani masyarakat yang mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Hal itu terjadi karena perangkat cetak KTP hanya ada 6 unit, sedangkan warga yang mengurus KTP lebih dari 2000 orang per hari.

"Terus terang kami belum menemukan sistem yang tepat untuk mengurangi jumlah antrean warga pemohon KTP di kantor Diasukcapil," ujar Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, di kantornya, Selasa, 4 September 2018.

Menurut Cellica, setiap hari tidak kurang dari 2000 warga yang mendatangi kantor Disdukcapil untuk membuat KTP. Mereka bahkan datang sejak pukul 05.00 pagi agar bisa mendapatkan antrean lebih awal.

Namun, banyak warga yang pulang dengan tangan hampa karena belum bisa dilayani di hari yang sama. Mereka kemudian datang lagi pada hari berikutnya dan kembali antre berjam-jam lamanya.

Cellica menyebutkan, semula dirinya membuat kebijakan agar perekaman data dan pencetakan KTP dilakukan di masing-masing kantor kecamatan. Namun kebijakan itu tidak berjalan sesuai harapan karena jumlah perangkat cetak KTP yang sangat minim.

Kondisi itu diperparah oleh terbatasnya jumlah operator cetak dan jaringan internet. Akibatnya, warga datang berduyun-duyun dari semua kecamatan ke kantor Disdukcapil hanya untuk mengurus KTP.

Cellica berjanji akan mencari sistem yang tepat untuk mengurangi jumlah antrean warga. "Hal ini sedang dibicarakan Kepala Disdukcapil dengan Asisten Bidang Pemerintahan. Mungkin akan dipakai sistem pemberian nomor antrean sesuai kuota per hari. Dengan demikian warga yag tidak dapat nomor antrean, tidak berada di kantor Disdukcapil hingga sore," katanya.

Selain itu, lanjut Cellica, pihaknya akan menganggarkan pembelian 30 unit perangkat cetak KTP hang baru dalam APBD Perubahan 2018 ini. Diharapkan perangkat itu segera tersedia, sehingga bisa segera didistribusikan ke setiap kantor kecamatan.

Rusak

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Karawang, Yudi Yudiawan menyebutkan, dari 6 unit perangkat alat cetak KTP yang tersedia, dua di antaranya saat ini dalam kondisi rusak. Selain itu, dalam dua pekan terakhir ini, jaringan internet sering bermasalah, sehingga proses pencetakan KTP tidak berjalan lancar.

"Terbatasnya perangkat ditambah jaringan internet yang sering error, membuat kami kewalahan melayani masyarkat," katanya.

Disebutkan pula, pelayanan pembuatan KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan jika jumlah perangkat ditambah sesuai jumlah kecamatan di Kabupaten Karawang. " Selama ini, petugas di kecamatan hanya melayani pendaftaran. Sementara, proses pencetakan KTP masih dilakukan di kantor Disdukcapil," kata Yudi.

Disebutkan juga, dengan menggunakan enam unit perangkat itu, Disdukcapil rata-rata dapat mencetak 1000 KTP per hari. Namun karena jumlah pemohon KTP di atas 2000 per hari, pihaknya kewahan saat melayani mereka.***

Baca Juga

Limbah Rumah Sakit Ditemukan Menumpuk di Kawasan Hutan Mangrove

KARAWANG, (PR).- Sedikitnya 500 Kg limbah rumah sakit yang diduga mengandung bahan beracun berbahaya (B3) dibuang begitu saja di kawasan hutan mangrove Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Minggu 9 September 2018.