Istana Bogor Dibuka untuk Umum, Terbatas Hanya Empat Hari

Istana Bogor/KISMI DWI ASTUTI/PR

BOGOR, (PR).-  Masyarakat umum dapat berkunjung dan menikmati keindahan Istana Kepresidenan Bogor.  Waktunya hanya empat hari, yaitu 10-14 September 2018. 

Kegiatan itu digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor yang telah berkoordinasi dengan pengelola Istana Kepresidenan Bogor. Kegiatan itu bertajuk ”Istana untuk Rakyat”.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Shahlan Rasyidi, Istana untuk Rakyat atau Istura merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Jadi Bogor (HJB). Kegiatan ini sebelumnya dinamai Istana Open.

Kegiatan Istana untuk Rakyat akan memberi kesempatan bagi warga untuk mengunjungi Istana Kepresidenan di Bogor, melihat isinya, sekaligus mengenal sejarahnya. 

Acara wisata gratis itu selalu menarik banyak peminat. Tahun lalu, tak kurang dari 22.000 orang berkunjung ke istana ini, mayoritas adalah wisatawan domestik.

Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Susilowati mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor menargetkan kunjungan wisatawan tahun 2018 hingga 6,7 juta, bertambah dari 5 juta orang dibandingkan dengan tahun 2017. ”Sementara tahun 2019 kita diberi target kunjungan wistawan 7,3 juta orang,” katanya dalam siaran pers yang diterima Jumat, 31 Agustus 2018.

Ia menambahkan, hingga Agustus 75 persen target kunjungan wisatawan Kota Bogor sudah tercapai. ”Istura ini salah satu kalender acara yang kita harapkan mengundang wisatawan,” kata Susi.

Rusa yang ada di lingkungan Istana Bogor, Jln. Ir. H. Juanda. Populasi beberapa satwa di Istana Bogor mulai berkurang. Tercatat, populasi rusa totol serta kelelawar yang ada di lingkungan Istana Bogor berkurang dari tahun ke tahun.*

Teknis pelaksanaan

Untuk mengikuti kegiatan Istana untuk Rakyat ini masyarakat harus terlebih dahulu mendaftarkan diri ke kantor Disparbud Kota Bogor. Setelah terdaftar, para peserta akan diberangkatkan dari Plaza Balai Kota mulai pukul 8.00 setiap harinya. Pemberangkatan terakhir pada pukul 14.00.

Menurut Shahlan Rasyidi, setelah para pengunjung berkeliling istana kemudian akan diarahkan keluar melalui akses ­istana yang ­berada di samping Gereja ­Zebaoth. Dari sana kemudian masuk kembali ke area Kebun Raya Bogor.

”Nantinya setelah berkeliling Istana Bogor, para pengunjung bisa langsung masuk Museum Balai Kirti, ke Kebun Raya Bogor, Museum Zoologi, Museum Tanah, Museum Sejarah Alam Indonesia, Museum Perjuangan, dan Museum Peta,” kata Shahlan.

Aturan khusus kegiatan ini, para pengunjung tidak diperbolehkan memakai celana jins, kaus oblong, sandal jepit, membawa telefon genggam, kamera, makanan, serta memakai perhiasan yang mencolok. Syarat lainnya, usia pengunjung minimal 10 tahun.***

Baca Juga

Warga Padati Tasik Oktober Festival di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, (PR).- Sejak siang hari, pengunjung mulai memadati helatan Tasik Oktober Festival (TOF) yang digelar di beberapa ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya, Sabtu 13 Oktober 2018.

Wanawisata Cadas Gantung Ditutup Sementara

MAJALENGKA, (PR).- Perum Perhutani KPH Majalengka menutup sementara wanawisata Cadas Gantung, di Desa Mirat, wilayah kerja RPH Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Oknum Guru Menahan Ijazah dan Meminta Uang Tebusan

CIANJUR, (PR).- Sebanyak 20 ijazah milik pelajar di pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Arrohmat, Kampung Cipeuteuy, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, ditahan oleh oknum guru.

Benteng Peninggalan Belanda Ditata Jadi Objek Wisata

SUMEDANG, (PR).- Lokasi Situs Batarai yang di dalamnya terdapat benteng bekas penjajahan  Belanda, terus ditata dan dipercantik untuk dijadikan objek wisata baru  di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara.