Tercemar, Sungai Cileungsi di Bogor Berbau Busuk

Tercemar/HILMI ABDUL HALIM/PR
PETUGAS dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan masyarakat setempat menyusuri Sungai Cileungsi untuk mencari penyebab pencemaran air, Selasa 28 Agustus 2018. Mereka menemukan pipa permanen di tengah sungai yang mengeluarkan air berwarna hitam dan mengambil sampel air untuk uji laboratorium.*

CIBINONG, (PR).- Pencemaran di Sungai Cileungsi Kabupaten Bogor kian meresahkan selama beberapa pekan terakhir. Masyarakat di sekitar sungai mengeluhkan bau busuk hingga menyebabkan mual dan pusing.

Menurut Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas Puarman, pencemaran tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Kondisinya semakin parah saat debit air surut akibat kemarau tiga bulan terakhir.

"Warnanya hitam semakin pekat dan berbau menyengat," katanya, Rabu 29 Agustus 2018. Pencemaran tersebut diakui belum sampai menimbulkan penyakit khusus. Namun, Puarman mengkhawatirkan dampak kerusakan lingkungannya semakin parah.

Masyarakat meminta pemerintah atau lembaga terkait segera menindaklanjuti keluhan mereka. Menurut Puarman, pencemaran sungai diduga akibat pembuangan limbah industri dari pabrik yang ada disepanjang sungai tersebut.

Kecurigaan mereka bertambah setelah ditemukan pipa di tengah sungai yang mengeluarkan air berwarna hitam pekat. Puarman menuding pipa tersebut milik salah satu pabrik tekstil di dekat lokasi. "Seperti sengaja dibuat di tengah supaya tidak terlihat kalau air singai sedang tinggi," katanya.

Pipa tersebut ditemukan oleh warga, petugas Kementrian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor yang tengah melakukan penelusuran sehari sebelumnya. Dari pantauan di lapangan, pipa berdiameter sekitar 70 sentimeter itu sengaja dibeton di dasar sungai hingga bentuknya pun tak terlihat jelas.

Kondisi air masih terlihat jernih dari Jabatan Wika Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Namun, sekitar satu kilometer dari sana, airnya semakin keruh berwarna coklat kehitaman tepatnya di wilayah Kampung Bojong Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri.

Di wilayah tersebut, masyarakat menemukan pipa yang mengeluarkan air berwarna hitam di tengah sungai. Hingga 1,5 kilometer dari sana, warna air sungai semakin hitam dan kental seperti di Desa Wanaherang Kecamatan Gunung Putri yang paling merasakan dampaknya.

Selama ini masyarakat di sekitar Sungai Cileungsi Kabupaten memang tidak menggunakan air dari sana secara langsung. Namun kabarnya aliran sungai tersebut biasa dijadikan air baku untuk pengolahan air milik Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bekasi.

Uji contoh

Meski ditemukan pipa pembuangan yang berasal dari pabrik-pabrik di sekitar sungai, petugas KLHK belum bisa memastikan penyebab pencemaran air akibat limbah industri. Salah seorang staff kementrian terkait Sigit Walgito mengakui akan menguji sampel air sungai di laboratorium terlebih dahulu.

“Ini hanya verifikasi data yang disampaikan masyarakat sekaligus melakukan sampling di tiga titik, yakni hulu, di tengah dan di hilir," kata Sigit di lokasi. Menurut konfirmasinya ke pengelola pabrik pemilik pipa, air berwarna hitam itu diakui telah melalui proses pengolahan limbah terlebih dulu.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bogor Pandji Ksatriadji mengaku akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran sungai tersebut. Ia menegaskan, pemerintah daerahnya tidak bisa serta merta memberikan sanksi terhadap pabrik yang terbukti melanggar aturan lingkungan hidup.

"Berdasarkan pasal 76 Undang-Undang Nomor 32 tahun  2009, tahapannya adalah teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin lingkungan, atau pencabutan izin lungkungan," kata Pandji menjelaskan. Namun, ia belum bisa memastikan prosedur pengolahan limbah pabrik tersebut telah sesuai aturan.***

Baca Juga

Pabrik Ekstasi Jenis Baru Ditemukan di Bogor

CIBINONG, (PR).- Salah satu rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor memproduksi puluhan ribu pil ekstasi jenis baru selama satu tahun terakhir.