Penanganan Sampah Purwakarta Lambat

Membuang Sampah/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
AJAT (28) Sedang membuang sampah di tempat sampah depan rumahnya di Jalan Walangi, Kabupaten Purwakarta pada Senin 27 Agustus 2018. Sudah beberapa hari sampah tersebut tidak ada yang mengangkut dari petugas kebersihan.*

PURWAKARTA, (PR).- Padatnya penduduk di wilayah Purwakarta Kota, berdampak pada melimpahnya produksi sampah. Sehingga banyak pemukiman warga yang pembuangan sampahnya tidak terangkut armada.

Akibatnya, kesan kumuh nampak dari sejumlah wilayah perkotaan Purwakarta.

Ajat (28) warga Jalan Walangi, Kabupaten Purwakarta, mengaku sudah lama tempat sampah di kediamannya tidak terangkut.‎ Sehingga bau tak sedap pun muncul di sekitar kediamannya tersebut. Padahal rumahnya tak jauh dari pusat kota.

"Yah armada kadang ada kadang enggak, namun beberapa hari ini belum juga datang. Sehingga sampah depan rumah saya jadinya meluber ke selokan. Mudah-mudahan ke depan ada perhatian dari pemerintah," ucapnya di depan rumahnya tersebut pada Senin 27 Agustus 2018.

Menurut Ajat, lambatnya penanganan sampah ini sudah berlangsung beberapa bulan ini. Hal ini ia duga dikarenakan petugas kebersihan tak lagi super aktif. Padahal sebelumnya Purwakarta amat dikenal akan kebersihannya.

"Saya masih mengira hal ini karena pemerintah setempat masih dalam masa transisi. Sebelumnya sih bupatinya sangat sering berkeliling langsung, sehingga jika ada tempat yang kotor terpantau. Kalau terpantau ada yang kotor, maka camat dan lurahnya kena semprot," ucapnya.

Kewalahan

Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Purwakarta, Didi Suardi memberikan alasannya. Dia mengaku cukup kewalahan dengan banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat.

"Kami hanya memiliki 43 unit mobil pengangkut sampah. Jumlah tersebut belum bisa dikatakan ideal jika melihat wilayah Purwakarta yang luas," ucapnya.

Didi memaparkan 43 armada kebersihan ini terdiri dari 22 unit jenis dumptruck dan 21 unit mobil pick up. ‎Jumlah ini ditambah juga dengan 2 unit becak motor dan 2 unit comfaktor.

Padahal menurut Didi, seharusnya dengan luas wilayah Purwakarta jumlah kendaraan seharusnya mencapai 60 unit.‎ "Jadi kalau jumlahnya segitu seluruh kecamatan bisa terlayani. Makanya kami akan segera mengajukan penambahan jumlah armada ini.

Terpisah Bupati Terpilih Purwakarta, Anne Ratna Mustika pun menyadari mulai banyak sampah di Purwakarta. Sehingga sampah menjadi perhatian utamanya selain infrastruktur pada awal menjabat nanti.

"Saya sering tidak sengaja, melihat tumpukan sampah di pinggir jalan. Setelah saya telusuri memang kekurangan armada adalah kendala utamanya. Sehingga pada awal masa kepemimpinan saya nanti saya akan usahakan hal ini," ucapnya.

Sementara kata Anne, untuk awal, pihaknya akan berusaha menyediakan 10 armada truk baru. "Targetnya sih lebih dari itu, agar penanganan sampah di Purwakarta bisa tertangani. Selain itu para petugas kebersihan akan juga diberdayakan kembali sebaik mungkin," ucapnya.

Oleh karenanya Anne berharap permasalahan sampah ini akan segera tertangani. Karena Purwakarta sampai saat ini masih menjadi daerah tujuan wisata nomor 1 di Jawa Barat.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Purwakarta Siapkan Bioskop Terapung Pertama di Indonesia

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Purwakarta segera siapkan dua lokasi untuk pembangunan bioskop. Salah satunya bahkan direncanakan akan menjadi gedung bioskop terapung pertama di Indonesia.

Menteri Sosial Sebut Kesehatan Sungai Citarum Harga Mati

PURWAKARTA, (PR).- Mentri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kesehatan Sungai Citarum adalah harga mati. Hal ini dikarenakan Sungai Citarum merupakan tulang punggung pengairan di Jawa Barat dan DKI Jakarta.