Kali Ini di Bogor, Ratusan Orang Diduga Tertipu Biro Umrah

Umrah/ANDRI GURNITA/PR

BOGOR, (PR).- Puluhan calon jamaah umrah melaporkan perusahaan penyedia jasa pemberangkatan umrah ke polisi atas tuduhan penipuan dan pencucian uang. Jumlah korban diduga mencapai ratusan orang tak hanya dari wilayah Bogor tapi juga Jakarta dan sekitarnya.

Para korban menuntut pihak perusahaan mengembalikan uang mereka senilai lebih dari tiga miliar rupiah yang disetorkan 152 calon jamaah di wilayah Bogor. "(Kasus itu) sudah ditangani dan (pelaku sudah) ditahan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Komisaris Agah Sonjaya mengonfirmasi, Jumat 17 Agustus 2018.

Namun, Agah belum memberi keterangan identitas pelaku dan penetapan statusnya sebagai tersangka. Namun menurut informasi dari kuasa hukum korban Rosadi, polisi telah menetapkan komisaris perusahaan terkait berinisial UH sebagai tersangka.

Menurut keterangan petugas kepadanya, pelaku ditahan sejak dua hari lalu. Polisi juga diketahui telah melakukan gelar perkara tanpa mengundang pihak korban. Namun hingga sekarang, Rosadi mengaku masih menunggu salinan surat penahanan pelaku dari kepolisian.

Selain pasal penipuan, Rosadi menginginkan polisi menyertakan pasal pencucian uang kepada pelaku. Pasal tersebut dimasukkan agar ada kepastian penggantian uang korban dari hasil penyitaan aset-aset milik perusahaan terkait.

"Kalau (pasal pencucian uang) tidak dimasukkan, kami akan gugat secara perdata," kata Rosadi mengancam. Ia menegaskan, para korban telah berupaya menagih pengembalian uang mereka sebelum akhirnya melaporkan perusahaan tersebut ke polisi.

Para korban melaporkan kasus tersebut ke Markas Polisi Resor Kota Bogor pada Rabu, 15 Agustus 2018 malam lalu. Dalam laporan tersebut, korban menuding perusahaan melakukan tindak penipuan dan pencucian uang setelah perusahaan tersebut gagal memberangkatkan lebih dari 400 calon jamaah dari berbagai daerah pada 10 Agustus 2018 lalu.

Menurut Rosadi, para korban bahkan sempat ditampung di hotel dekat bandara Soekarno-Hatta sejak satu hari sebelum tanggal keberangkatan. Namun, para calon jamaah tidak kunjung diberangkatkan hingga hampir satu pekan setelah itu, sedangkan uang penginapan tidak lagi ditanggung perusahaan.

"Sejak awal para korban merasa curiga karena perusahaan tidak memberikan tiket pesawat sampai menjelang keberangkatan," kata Rosadi. Selain itu, para korban juga hanya diberikan salinan visa mereka tanpa ditunjukkan bentuk aslinya.

Berbulan-bulan

Sementara itu, salah seorang korban bernama Encuy (27) mengaku telah mengeluarkan uang hingga Rp20 juta rupiah agar diberangkatkan umrah oleh perusahaan tersebut. "Saya sudah nunggu berbulan-bulan tapi tidak juga diberangkatkan," katanya.

Korban lainnya, Ahmad (26) mengaku dijanjikan berangkat setelah menunggu selama empat bulan. Karena itu, ia merasa kecewa dan berharap petugas memberikan hukuman setimpal pada pelaku dan mengembangkan uang para calon jamaah.

Para korban mengaku telah berulang kali melakukan diskusi dengan pihak perusahaan namun belum menemui kesepakatan. Mereka bahkan mengancam akan membakar rumah pelaku yang diketahui berada di wilayah Kelurahan Tajur Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, apabila tidak segera mengembalikan uangnya.***

Baca Juga

Tercemar, Sungai Cileungsi di Bogor Berbau Busuk

CIBINONG, (PR).- Pencemaran di Sungai Cileungsi Kabupaten Bogor kian meresahkan selama beberapa pekan terakhir. Masyarakat di sekitar sungai mengeluhkan bau busuk hingga menyebabkan mual dan pusing.

Kreasi Koran Bekas Diminati di Luar Negeri

KERTAS koran bekas tidak perlu dibuang. Di tangan para ibu di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, barang tersebut bisa diolah menjadi ratusan jenis kreasi kerajinan tangan yang unik dan fungsional.