Mengenaskan, Situ Pengarengan Jadi Tempat Penampungan Sampah

Situ Pengarengan/BAMBANG ARIFIANTO/PR
Pengendara melintasi tumpukan sampah yang bertebaran Situ Pengarengan, Sukmajaya, Kota Depok, Selasa, 14 Agustus 2018. Kondisi situ di perbatasan Sukmajaya-Cimanggis tersebut kian mengenaskan.*

DEPOK, (PR).- Kondisi Situ Pengarengan di Jalan Juanda, Kota Depok kian mengenaskan. Situ yang berada di perbatasan Kecamatan Sukmajaya dan Cimanggis kini menjadi tempat penampungan dan pembuangan sampah.

Pantauan "PR", Selasa, 14 Agustus 2018, sampah terlihat menumpuk pada endapan lumpur permukan air situ yang surut. Pemandangan tersebut tampak di tepi situ.

Enur (67), warga Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya mengatakan, sampah tersebut berasal dari saluran-saluran air yang mengalir dan tertampung di Pengarengan. Saluran-saluran yang mengalir melintasi perumahan atau pemukiman warga menjadi tempat sejumlah warga membuang sampah dan terbawa ke situ. "Dari hulu bawa sampah," kata Enur.

Kondisi tersebut semakin parah dengan datangnya musim kemarau. Pasalnya, pendangkalan semakin meluas dan membuat sampah bertumpuk di permukaannya.

Dia menambahkan, sampah-sampah berasal dari pembuangan warga dari wilayah hulu seperti Simpangan Depok (Sukmajaya) hingga Cilodong. Selain itu, tuturnya, aktivitas pembuangan sampah dilakukan pengendara yang melintasi Jalan Juanda.

Dengan menggunakan sepeda motor, pengendara tersebut melemparkan sampah ke Pengarengan. "Dia (pelaku) mau (berangkat) kerja pukul 05.00 WIB, sekalian buang sampah," ucapnya. Enur tahu betul praktik semacam itu lantaran dirinya tinggal dan lahir di dekat Pengarengan.

Menurut dia, sulit mengatasi persoalan tersebut bila kesadaran masyarakat menjaga kelestarian situ masih minim. Di sisi lain, upaya pemerintah melakukan pengerukan dengan mengunakan alat berat yang sempat dilakukan di Pengarengan tak efektif. "Susah kalau alatnya satu," ucapnya.

Selain keterbatasan unit alat pengeruk, sampah pun tetap mengalir dari saluran-saluran air di wilayah hulu. "Sulit penanggulangannya kalau enggak ditahan sampahnya," ucapnya.

Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, bisa meniru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memasang jaring atau penyaring sampah pada aliran sungai di wilayahnya.

Jika saat kemarau sampah bertumpuk, persoalan pun muncul saat musim hujan. Permukaan air Pengarengan yang meninggi limpas ke arah perumahan-perumahan yang berada di bawah situ seperti Taman Duta. Perumahan tersebut menjadi langgan banjir karena luapan air Pengarengan ketika musim hujan.

Berbagai persoalan itu hanya bisa diatasi jika pemerintah membenahi kerusakan lingkungan Pengarengan dan tata pemukimannya bukan sekadar mengeruk endapan dan tumpukan sampah.

Kawasan persawahan

Enur menuturkan, Pengarengan sebelumnya merupakan kawasan pesawahan pada 1965-1970-an. Pada 1980, sawah-sawah itu berganti menjadi empang-empang masyarakat. 
Pembangunan Taman Duta pada 1985, membuat empang-empang berubah menjadi situ. "Karena Taman Duta sering kebanjiran di bawah, dibuatlah tanggul, jadilah situ," ucapnya.

Kini, situ dengan luas sekitar 10 hektar tersebut dilintasi proyek pembangunan Jalan Tol Cinere- Jagorawi (Cijago). Guna pembangunan proyek Tol Cijago, dibangunlah jembatan di atas situ.

Hal senada dikemukakan warga lain,  Dayat (50). Menurut dia, kondisi Pengarengan sempat membaik selepas dikeruk beberapa waktu lalu. "Pokoknya cakep sama terang (bersih)," ucap Dayat.

Namun, keadaaan situ kembali memburuk seiring penghentian pengerukan. Sampah kembali berdatangan. Dari informasi yang didengar Dayat, pengerukan bakal diteruskan lagi. Akan tetapi, upaya pembenahan dan perbaikan lingkungan situ hingga sekarang belum dilakukan. Alih-alih dibersihkan, Pengarengan justru menjadi lokasi penampungan berbagai sampah di musim kemarau.

Perubahan konstruksi jembatan

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Etty Suryahati tak bisa ditemui di kantornya di Jalan Raya Bogor, Selasa pagi. Saat dihubungi "PR", Etty mengaku tengah rapat dengan DPRD dan tak banyak memberi keterangan.

"Sampah kiriman dari Bogor," katanya mengenai asal mula sampah Pengarengan. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana sampah Bogor tiba di Pengarengan. 

Menurut dia, pengangkutan sampah di situ itu tetap dilakukan. "Kalau sampah sih diangkat," ujarnya. Ke depan, tuturnya, DLHK bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Depok bakal melakukan perubahan konstruksi jembatan di atas Pengarengan yang dianggap menahan sampah di permukaan air.

Pendangkalan parah juga terjadi di Situ Pedongkelan, Cimanggis.‎ Musim kemarau yang mulai melanda Kota Depok membuat permukaan air  Pedongkelan mulai menyusut.

Dari pantauan, "PR", sebelumnya, penyusutan sudah terlihat dari tepi Jalan Situ Pedongkelan, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Dasar tepian situ terlihat jelas. Sebagian permukaan air situ telah berubah menjadi tanah endapan.‎ Kendati demikian, sejumlah warga tetap memancing, menjala ikan dan mencari belut  di tengah menyusutnya air.***

Baca Juga

Air Lindi TPA Cipayung Dibuang ke Kali Pesanggrahan

DEPOK, (PR).- Pengolahan air lindi‎ atau limbah cair sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok menuai sorotan. Pasalnya, lindi TPA tersebut masih dibuang ke Kali Pesanggrahan dengan kondisi hitam pekat dan berbau. 

Halangi Saluran Air, Kios Liar di Depok Dibongkar

DEPOK, (PR).- Aparat Satuan Polisi Pamong Praja membongkar ‎15 kios semi permanen yang berdiri di luar Pasar Depok Jaya, Jalan Nusantara, Kota Depok, Rabu 19 September 2018.