8 Alternatif Lomba Agustusan yang Tidak Biasa

Lomba Makan Kerupuk/USEP USMAN/PR

SAAT ini permainan dilombakan saat 17 Agustusan, sebagian besar hampir sama dan masih itu itu juga. Seperti lomba balap karung, balap kerupuk, atau balap kelereng.

Padahal hasil pencarian, pengumpulan dan penelitian Komunitas Hong, di Jawa Barat terdapat ratusan permainan tradisional dan nasional jumlahnya mencapai ribuan.

"Jabar kaya permainan tradisionalnya, jadi banyak jenis dan ragamnya yang bisa dilombakan, kalau saat ini yang dimainkan atau dilombakan hampir seragam, kemungkin karena tergerus perkembangan zaman.  Malah dari beberapa permainan yang sudah biasa, supaya bervariasi dan menarik bisa digabung sehingga dimainkannya estafet, itu akan lebih menarik lagi," ujar Zaini Alif pemilik Komunitas Hong Bandung dan Hong Bolang Subang saat di temui di Saung Budaya Kampung Bolang Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang.

Selain yang sudah biasa dan sering dimainkan, banyak alternatif permainan yang bisa dimainkan saat memeriahkan HUT RI. Malahan tak menutup kemungkinan banyak warga pernah, atau tahu jenis permainanannya, tetapi sudah lama tak dimainkan. Misalnya, Papancakan, bedil jempret hingga sasalimpetan. 

Berikut alternatif permainan yang bisa dimainkan untuk memeriahkan 17 Agustus:
 

1. Papancakan

Biasanya dimainkan di sungai, tetapi bisa di darat jika tak ada sungai. Jumlah pesertanya bisa menyesuaikan dengan tempat.

Aturan main: batu bisa disiapkan atau yang ada di lokasi. Peserta berlomba menyusun/menumpuk batu. Jumlah batu yang disusun bisa ditentukan bebas, lebih banyak lebih baik tetapi perlu diperhitungkan waktu.

Setelah batu tersusun, peserta mengambil jarak dan dari kejauhan menghancurkan batu yang sudah disusun dengan cara melempar menggunakan batu lagi. Pemenangnya bisa dihitung dari akumulasi kecepatan menyusun dan menghancurkannya. 

Makna: Papacakan merupakan pengenalan sungai kepada anak. Harapannya bisa menghargai sungai sehingga tak membuang sampah ke sungai. Saat menyusun batu melatih logika berpikir menjaga keseimbangan tumpukan. Ketika menghancurkan/melempar tumpukan batu melatih fokus.
 

2. Bedil jepret

Alatnya membuat dari bambu, disiapkan sasaran bisa berupa bola plastik disimpan di tonggak bambu. Pesertanya bisa menyesuaikan. Pemenang adalah yang bisa menjatuhkan bola.

Permainan ini melatih fokus, bila terus menerus dimainkan diharapkan bisa terbiasa sehingga terbawa saat belajar fokus saat guru menyampaikan pelajaran.
 

3. Banbanan (rorodaan)

Alat terbuat dari bambu lebar dua jari dibentuk bulat. Bambu berbentuk bulat itu digulirkan menggunakan tongkat mambu panjang 60 cm (bisa divariasi). Menggulirkan roda itu bisa ditentukan jarak sesuai kebutuhan, peserta disesuaikan. Nantinya pemenang yang mampu menggelindingkan roda tanpa jatuh hingga  finish.

Manfaat permainan ini, melatih kemampuan menyeimbangkan roda yang berputar.
 

4. Kelom batok

Setengah Batok kelapa, diberi lubang dan tali. Tiap orang menggunakan sepasang batok. Lalu berlomba adu cepat, siapa paling cepat jadi pemenang. jumlah peserta bisa menyesuaikan.

Kegunaan permainan ini melatih keseimbangan dan logika berpikir. Berdiri dibatok perlu pegangan kalau tak pakai tali buat berdiri sulit apalagi jalan dan berlari. Pegang tali lebih kencang, lebih baik buat bergerak.

 

5. Panggal/gasing bambu 

Peserta satu tim 3 orang. Balapan menempuh jarak tertentu sambil membawa gasing di nampan harus terus berputar, dan tidak boleh jatuh. Satu orang bertugas memutar gasing, dan meletakkannya di nampan, dua lainnya memegang nampan setelah gangsing berputar berlomba sampai finish.

Manfaat permainan ini melatih kekompakan, kerjasama dan menghargai proses.
 

6. Babalonan samping

Jumlah peserta menyesuaikan. Babalonan samping adalah permainan balap lari menggunakan kain. Selain dinilai kecepatan, kainnya harus mengembang sempurna.

Kegunaannya permainan ini mengenalkan angin, mewujudkan sesuatu tak terlihat menjadi berbentuk. Angin tak terlihat bisa dilihat dari mengembangnya kain.
 

7. Balap sarung

Satu sarung diisi dua orang. Permainan ini serupa dengan balap karung atau bakiak. Berlomba sampai tujuan.

Kegunaan permainan ini melatih kerjasama, dan saling toleransi terhadap kondisi pasangan.
 

8. Sasalimpetan

Dimainkan berkelompok, tiap tim minimal 6 orang. Adu cepat per kelompok. Peserta berderet, berpegangan dan direnggangkan. Pegangan tak boleh lepas, nantinya paling ujung masuk ke kolong diantara tangan yang lainnya mengikuti.

Nantinya peseta mentok dengan posisi tangan menyilang. Setelah itu dilakukan kebalikannya, sehingga ke posisi paling awal.

Ini melatih gotong royong saling bantu dan leadership karena saat memainkan harus ada yang memimpin.***

You voted 'senang'.

Baca Juga

Ratusan Honorer di Subang Juga Demo Aturan CPNS

SUBANG, (PR).- Ratusan tenaga honorer eks K2 dari berbagai OPD mendatangi Kantor BKPSDM dan Pemkab Subang, Senin 17 September 2018. Mereka menyampaikan keluhan terkait rekrutmen CPNS yang dinilai tak berkeadilan.