Keluarga Murid SD yang Tewas Disabet Gunting Tak Tuntut Pelaku

Ilustrasi/MEYTA DEANTY

BANDUNG,(PR) - Seorang bocah berinisial FNM (12), murid SD di Garut tewas disabet gunting temannya sendiri. Keluarga FNM tidak menuntut pelaku, yang merupakan teman sekelas di sebuah SD Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

FNM meninggal usai mendapat sabetan benda tajam oleh pelaku dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian dimulai saat HKM sang pelaku merasa kehilangan buku pada hari Jumat 20 Juli 2018. Namun, kata Kapolsek Cikajang Garut AKP Cecep Bambang, buku yang sempat hilang tersebut kembali ada di laci mejanya esok harinya. Pelaku menduga korbanlah yang menyembunyikan bukunya.

"Di hari Sabtu tersebut kebetulan ada pelajaran keterampilan yang diharuskan siswa membawa peralatan. Kertas karton, kertas berwarna, lem, penggaris, dan gunting. Karena di situ ada (kegiatan) merajut dari kertas,” kata Kapolsek. FNM tewas setelah disabet gunting yang dibawa itu.

Cecep mengatakan, selesai dari kegiatan belajar mengajar, mereka bertemu pukul 13.00 di perjalanan pulang. Keduanya terlibat percekcokan terkait kehilangan buku.

Sehingga tepatnya di Kampung Babakan keduanya saat cekcok, saksi melihat dan melerai keributan. Saksi tersebut, Ujang Sugandi pun meninggalkan keduanya lalu memasukkan kendaraan ke rumah. Tak lama terdengar teriakan karena kesakitan.

“Setelah dicek ternyata saudara korban FNM berlumuran darah ada luka sayat di bagian kepala sebelah kiri," ucap Cecep saat on air di PRFM, Selasa 24 Juli 2018.

 

Keluarga tak menuntut

Cecep menjelaskan, karena melihat korban disabet gunting sudah berlumur darah, saksi langsung membawa korban ke Puskesmas. Setelah dari puskesmas, korban diserahkan Ujang ke pihak sekolah untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Setelah dilakukan pengobatan dan perawatan, korban dinyatakan boleh pulang oleh dokter pada hari Minggu 22 Juli 2018, sekira pukul 11.30 WIB. Saat itu korban FNM meninggal dunia.

Dijelaskan Cecep, ia tidak pernah menerima laporan dari pihak korban terkait penganiayaan yang dilakukan pelaku. Namun, karena kejadian tersebut viral di jagat maya, dia melakukan penyelidikan terkait kebenaran berita tersebut.

"Kami dari Polsek Cikajang melakukan penyelidikan sejauh mana kebenaran informasi tersebut. Dan kemudian baru kita dapat tentang kronologis serta data korban dan pelaku dan saksi-saksi sehingga kami melakukan penyelidikan dan penyidikan," ucap dia.

Untuk memastikan kondisi korban dan sedalam apa luka yang diderita korban, Cecep mengaku akan meminta keterangan dari pihak medis. Dalam hal ini, pihaknya akan langsung meminta keterangan medis dari dokter yang menangani korban di rumah sakit dr. Slamet Garut.

Karena usia pelaku masih anak-anak, maka pelaku belum ditahan. Meski begitu, pelaku masih dalam pengawasan pihak kepolisian. Serta memperoleh pendampingan dari tim perlindungan anak dan perempuan desa setempat.

"Dari pihak korban tidak ada tuntutan, karena saat kita menggali informasi karena masih ada keterkaitan saudara dari orang tuanya. Sehingga mereka memilih untuk tidak melakukan tuntutan," kata dia.***

Baca Juga