Belum Ada yang Daftar, Kuota Calon Legislatif Terancam Tak Terpenuhi

Tahapan pemilihan legislatif 2019/HILMI ABDUL HALIM/PR
TAHAPAN Pemilihan Legislatif 2019 terpampang di papan pengumuman depan kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Rabu, 11 Juli 2018. Hingga sepekan sebelum waktu terakhir pendaftaran, belum ada satupun partai politik yang mendaftarkan anggotanya.*

CIBINONG, (PR).- Hingga sepekan sebelum penutupan pendaftaran Pemilihan Legislatif 2019, belum ada satu pun partai politik yang mendaftarkan anggotanya ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor. Kuota calon legislator sebanyak 55 orang per partai politik terancam tak terpenuhi.

Komisioner KPU setempat Erik Fitriadi berharap partai politik segera mendaftarkan calon legislator sesuai kuota yang disediakan. Ia menyebut, setiap partai politik bisa menambah lima orang calon legislator untuk mengikuti Pileg kali ini.

"Karena memang dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 juga ada perubahan. Bagi (daerah dengan) jumlah penduduk di atas tiga juta jiwa maka ada penambahan lima kursi," kata Erik, Rabu, 11 Juli 2018. 
Sebelumnya, partai diberi kuota 50 orang caleg untuk enam daerah pemilihan di Kabupaten Bogor.

Erik menyebutkan jumlah partai politik yang terdaftar di KPU Kabupaten Bogor sebanyak 16 partai. Bila seluruh partai mengajukan jumlah maksimum 55 caleg, maka peserta Pileg 2019 di Kabupaten Bogor dipastikan berjumlah 880 orang.

"Semoga bisa terpenuhi," kata Erik berharap. KPU menyerahkan keputusan jumlah caleg yang akan diajukan itu kepada setiap partai disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing. Ia memastikan pihaknya akan memeriksa persyaratan administrasi para caleg tersebut secara ketat.

Jumlah caleg tersebut dianggap sesuai dengan jumlah penduduk yang diwakili di Kabupaten Bogor yakni sekitar lima juta jiwa. Meskipun akan menambah beban KPU untuk menyosialisasikan mereka pada masyarakat. "Tahapan kampanye Pileg 2019, baru dimulai pada September 2018 sampai April 2019," kata Erik.

Hal serupa juga terjadi di Kota Bogor. Meskipun KPU setempat telah menyosialisasikan informasi mengenai masa pendaftaran Pileg Kota Bogor sejak lama. Ia menduga para caleg masih mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

Salah satu persyaratannya adalah tes kesehatan di rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah pusat. "Rumah Sakit yang dinyatakan memenuhi syarat itu di Bogor RS Marzoeki Mahdi, kemudian di Kabupaten Bogor RSUD Cibinong dan RS Cisarua. Mereka boleh di mana saja, hanya saja RSUD Kota Bogor tidak termasuk," kata Undang.

Jumlah rumah sakit yang ditunjuk dianggap terlalu sedikit untuk caleg di Kota Bogor yang mencapai 800 orang apabila setiap partai mengajukan 50 orang sesuai batas maksimal.

"Peserta Pileg ada 16 parpol. Kalau ikut semua dan mencalonkan 100 persen di setiap dapil maka akan ada 800 caleg. Kan 16 partai 50 kursi. Perdapil ada yang 10 ada yang 11," katanya.***

Baca Juga

Ulama Indonesia Disebut Rujukan Dunia

CIBINONG, (PR).- Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia sebagai rujukan negara lain dalam menerapkan paradigma wasatiyyah dan Islam moderat.