Calon Haji Majalengka Justru Berangkat dari Soekarno-Hatta Bukan Bandara Kertajati

TATI PURNAWATI
SEORANG calon haji menukar uang riyal pada sebuah stan di depan Gedung Islamic Centre majalengka, Kamis 5 Juli 2018.*

MAJALENGKA, (PR).- Sebanyak tiga kelompok  terbang calon haji asal Jawa Barat dipastikan akan berangkat dari Bandara Interansional Jawa Barat. Meskipun Bandara Kertajati ada di Kabupaten Majalengka, calon haji Majalengka justru bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta.

Kloter yang terbang dari Bandara Kertajati antara lain, 450 orang calon haji Kabupaten Sumedang. Tambahan lagi 79 orang asal Bekasi serta anggota kloter  96, yang merupakan gabungan dari sejumlah daerah di antaranya Bandung dan Bekasi.

Sedangkan calon haji Majalengka sebanyak 1.167 orang yang tergabung dalam tiga kloter, yang diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang ini, akan berangkat dari Cengkareng.

“Keputusan ini berdasarkan hasil rapat yang dilakukan di Kementdrian Perhubungan, Menko Maritim, serta di Kepresidenan. Jadi kelihatannya sudah final ada jemaah yang berangkat dari BIJB,” ungkap Kepala Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Yayat Hidayat.

Jadwal berangkat calon haji Majalengka

Sementara itu calon haji Majalengka ditambah 15 petugas kloter dan 6 TPHDterbagi dalam tiga kloter. Masing-masing kloter 70, yang akan diberangkatkan pada 6 Agustus 2018, kloter 74 pada 7 Agustus 2018, dan kloter 77 9 Agustus 2018.

Bupati Majalengka Sutrisno mengungkapkan keberangkatan calon haji dari Bandara Kertajati Majalengka merupakan momentum menunjukkan pada dunia.

Serta menunjukkan pada masyarakat luas bahwa BIJB dapat diakses dari berbagai daerah. Baik dari wilayah Barat seperti Bandung, Bogor dan sejumlah wilayah lainnya, juga dari arah Selatan dan Jawa Tengah bagian Barat.

Apalagi akses tol bisa dengan mudah dijangkau, termasuk dari wilayah sekitar Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

“Tahun depan embarkasi diharapkan bisa dilakukan dari Majalengka. Kabupaten Majalengka memiliki tanah yang cukup luas sekitar 5 ha di ruas jalan lingkar, itu cukup untuk dijadikan sebagai asrama haji. Mudah-mudahan Pemerintah Pusat bisa mengakomodir pembangunanya. Jika embarkasi dibangun di sana jarak tempuh ke bandara hanya sekitar 20 menitan, ” ungkap Sutrisno.

Saat ini menurut Sutrisno, embarkasi haji bisa dilakukan dari Majalengka, karena saat ini sudah ada sejumlah penginapan yang layak bagi calon haji.

“Keberangkatan calon haji dari BIJB dan adanya embarkasi haji di Majalengka akan membawa dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Setidaknya rumah makan akan mendapatkan pesanan. Pedagang kecil juga akan ikut menikmati karena mereka bisa berjualan untuk para pengantar jemaah. Selain itu industri oleh-oleh juga demikian.” ungkap Bupati.

Untuk itui dia mendorong PT Angaksa Pura dan PT BIJB segera menyelesaikan landasan pacu sepanjang 500 metera. Agar slot penerbangan haji bisa dilakukan langsung dari Bandara Kertajati, tidak lagi menggunakan Bandara Soekarno-Hatta.

Hadirnya bandara, adanya penerbangan haji dari Majalengka ini diharapkan bisa dinikmati masyarakat sekitarnya.***

Baca Juga

Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah

MAJALENGKA, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas jemaah umrah yang diterbangkan perdana dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) langsung menuju Madinah, di BIJB Kertajati Kabupaten Majalengka, Sabtu 13 Oktober 2018.

Tradisi Membuat Bubur Sura Sarat Nilai Kebersamaan

MAJALENGKA,(PR).- Bulan Muharram atau bulan Suro warga di Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka hingga kini masih tetap memiliki tradisi membuat bubur sura.