12.057 Pemilih Masih Keliru Cara Memilih

SALING menyalami antara saksi pasangan calon, penyelenggara dan pengawas pemilu mewarnai berakhirnya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di KPU Kabupaten Bekasi, Kamis 5 Juli 2018. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi,12.057 suara dinyatakan tidak lantaran pemilih salah mencoblos

CIKARANG, (PR).- Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 (Pilgub Jabar 2018) sepertinya masih menyisakan persoalan mendasar. Selain jumlah partisipan yang jauh dari target yang ditetapkan, ternyata masih banyak pengguna hak pilih yang salah cara memilih. Akibatnya, suara mereka tidak dihitung karena dianggap tidak sah.

Kesalahan tata cara memilih salah satunya terjadi di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, dari 1.165.191 suara yang masuk, sebanyak 12.057 suara di antaranya dinyatakan tidak sah. Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bekasi, Idham Holik membenarkan, penyebab surat suara dinyatakan tidak sah karena pengguna hak pilih keliru mencoblos.

“Surat suara tidak sah karena mereka (pemilih) salah memilih, salah mencoblos... Bisa jadi pada saat mereka memilih, mereka tidak mencoblos di dalam kotak, atau di luar kotak, potensinya demikian,” kata Idham kepada “PR” usai memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara di Aula Kantor KPU Kabupaten Bekasi, Kedungwaringin, Kamis 5 Juli 2018.

Dikatakan Idham, terdapat banyak kemungkinan mengapa pemilih salah mencoblos. Padahal, kata dia, berdasarkan Peraturan KPU RI nomor 8 tahun 2018 pemilih dapat meminta meminta surat suara baru jika surat suara sebelumnya rusak atau salah memilih. “Jadi ketika datang ke bilik, mereka harusnya memilih paslon tertentu ternyata salah, mungkin karena gangguan penglihatan atau tidak fokus saat di bilik, nervous, atau sebagainya. Dalam Peraturan KPU sebenarnya apabila pemilih salah dalam pencoblosan diberikan haknya satu kali pengganti. Ketika salah, lapor ke Ketua KPPS kemudian surat suara diganti yang baru,” ucapnya.

Hanya saja, dari 12.057 pemilih yang salah melakukan pencoblosan itu hanya 890 pemilih yang meminta surat suara pengganti. “Sedangkan sisanya yang 12.057 suara itu memang ketahuannya pas penghitungan suara di TPS. Ini menjadi catatan kami ke depan agar di Pemilu 2019. Kami bisa pastikan seluruh pemilih semakin kecil tingkat surat suara yang tidak sah,” katanya.

Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi Harun Alrasyid menyatakan, banyaknya pemilih yang masih keliru tata cara mencoblos menggambar proses sosialisasi yang tidak menyeluruh. Terlebih dari itu, hal tersebut menjadi ironi tersendiri.

Sia-sia

“Tentunya menjadi catatan karena proses pencoblosan ini bukan terjadi sekali atau dua kali, tapi telah sejak lama tapi masih banyak yang salah. Proses sosialisasi pun harus menjadi catatan. Selama ini semangatnya bagaimana meningkatkan jumlah partisipan, tapi jangan lupa cara memilih pun terus disosialisasikan. Karena buat apa partisipan meningkat tapi masih salah mencoblos, sia-sia juga suaranya,” tuturnya.

Banyaknya pemilih yang dianggap tidak sah ini harus menjadi perhatian serius. Meski persensatenya dinilai jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan suara sah, namun bakal memengaruhi hasil. “Kalau memang hanya sekian persen yang tidak sah, tapi untuk daerah yang selisihnya sangat kecil akan sangat berbahaya. Atau jika diakumulasikan seluruh daerah, tentu jumlahnya akan besar juga. Maka harusnya ini jadi perhatian yang serius juga,” ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meraih suara terbanyak di Kabupaten Bekasi. Sedangkan pasangan yang unggul dalam proses hitung cepat, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) tempati posisi ketiga 

Berdasarkan hasil penghitungan suara dari 23 kecamatan, Asyik berhasil unggul di 15 kecamatan dengan memeroleh 489.097 suara atau 42,41%. Sedangkan 8 kecamatan lainnya berhasil dikuasai pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan memeroleh 332.224 suara atau 28,81%, sekaligus menjadi yang terbanyak kedua. Sedangkan pasangan Rindu memeroleh 231.176 suara atau 20,05%. Lalu pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) menempati posisi keempat dengan perolehan 100.637 suara atau 8,73%.***

Baca Juga

Pengembang Bermasalah, 23.224 Rumah Belum Bersertifikat

CIKARANG, (PR).- Pertumbuhan perumahan di Kabupaten Bekasi rupanya menimbulkan persoalan. Terdapatnya oknum pengembang yang nakal membuat puluhan ribu rumah yang tanahnya belum memiliki sertifikat.

Saat Narapidana “Berevolusi” Jadi Dai

MENJALANI hukuman sepertinya bukan lagi menjadi hal utama bagi puluhan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bekasi (Cikarang).

Cantiknya Suweg, si Bunga Bangkai Cebol yang Mekar

BUNGA bangkai kembali ditemukan tumbuh di Kabupaten Bekasi. Meski bukan bunga bangkai sepenuhnya, melainkan kerabatnya, bunga raksasa ini tetap menjadi tontonan para warga. Terlebih karena sedang mekar, begitu cantik.