Penghitungan Hampir Rampung, Rudy-Helmi Raih Suara Terbanyak Pilbup Garut 2018

Sujud Syukur/RANI UMMI FADILA/PR
PASANGAN calon Bupati dan Wakil Bupati Garut Rudy Gunawan dan Helmi Budiman bersujud sebagai tanda rasa syukur atas klaim kemenangan berdasarkan hitung cepat oleh timnya, di kantor DPD PKS Kabupaten Garut, Rabu 27 Juni 2018. Pada penghitungan yang dilakukan KPU pun, paslon petahana itu unggul sementara.*

GARUT, (PR).- KPU Kabupaten Garut selesai memasukkan data perolehan suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut 2018 ke sistem penghitungan suara (Situm) KPU RI. Dari data tersebut diketahui, calon Bupati dan Wakil Bupati Garut Rudy Gunawan-Helmi Budiman memperoleh suara terbanyak.

Komisioner KPU Kabupaten Garut Lia Juliasih menuturkan, paslon nomor urut 1 Rudy-Helmi mengumpulkan suara sebanyak 405.537 atau presentasenya 35,7%. Selisih peroleh suara Rudy-Helmi dengan pesaingnya, paslon Iman Alirahman-Dedi Hasan Bahtiar sangat tipis, yaitu hanya 2,7% atau 31.034 suara. 

Iman-Dedi yang diusung PDIP dan Golkar berada di urutan kedua dalam perolehan suara Pilbup Garut 2018. Jumlah suara yang dikumpulkan paslon tersebut sebanyak 374.539 atau presentasenya 32,97%.

Paslon Agus Hamdani-Pradana Aditya Wicaksana menempati posisi ketiga dalam peroleh suara. Total suara yang mereka kumpulkan 230.046 suara dengan presentase 20,25%. 

Sementara paslon dari jalur perseorangan Suryana-Wiwin Suwindaryati berada di posisi buncit dengan perolehan suara 125.780 atau 11,07%.

Lia mengatakan, perolehan suara tersebut belum berasal dari seluruh TPS. KPU Kabupaten Garut baru memasukkan suara dari 4.467 TPS yang diambil dari formulir C dan C1 ke dalam Situm. Sementara jumlah TPS ada 4.719. 

Data perolehan suara tak bisa dimasukkan semua ke dalam sistem karena KPU Kabupaten Garut diberi batasan memasukkan data hingga pukul 24.00, Kamis 28 Juni 2018. 

Sementara berapa kali sistem sempat terhenti karena banyaknya pengunjung yang mengakses. Hal itu membuat kerja KPU dalam memasukkan data terganggu. Proses memasukkan data ke dalam Situm baru bisa dilanjutkan dua hari kemudian. 

"Ini hanya gambaran umum saja. Hasil akhir perolehan suara pada rapat pleno," ucap Lia di kantor KPU Kabupaten Garut, Jumat dini hari, 29 Juni 2018.

KPU Kabupaten Garut akan mengadakan rapat pleno pada 4 atau 5 Juli 2018. Setelah itu, perolehan suara tersebut akan diberikan ke KPU Jawa Barat.***

Baca Juga