Survei LSI Network Sebut Dedi Mulyadi Bintangnya Pilgub Jabar 2018

Dedi Mulyadi/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

BANDUNG, (PR).- Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menganalisa bahwa Pilgub Jabar 2018 telah melahirkan bintang elektoral. Sosok yang menjadi bintang tersebut adalah Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Selain Dedi, Toto juga mengatakan ada sosok Ridwan Kamil dapat disebut sebagai bintang elektoral. Pria berkacamata itu merupakan Gubernur Jabar terpilih versi hitung cepat berbagai lembaga survei.

 Gelar ‘bintang elektoral’ yang dia sematkan ternyata bukan tanpa dasar. Toto memandang, keduanya merupakan figur fenomenal. Sebab, mereka mampu menyumbang insentif elektoral besar bagi pasangannya masing-masing.

 “Kalau kita lihat, ada dua figur fenomenal. Yakni, Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil. Pada dua survei yang kita rilis, mereka penyumbang elektabilitas tertinggi,” ujarnya, Kamis 28 Juni 2018 saat dihubungi.

 Toto memberikan catatan khusus untuk Dedi Mulyadi. Menurut dia, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu menjadi faktor determinan perolehan suara Duo DM. Kondisi ini menyusul mentoknya tingkat pengenalan Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

 “Kalau head to head Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar, ini kalah jauh. Syukur ada Dedi Mulyadi yang jika head to head dengan cawagub lain, dia paling unggul. Angka elektabilitasnya 40%,” katanya.

Pengaruh elektoral sosok Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018 menurut Toto tidak terlalu signifikan. Fenomena ini berbanding terbalik saat aktor peraih Piala Citra itu berpasangan dengan Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar 2013.

 “Pada Pilgub Jawa Barat 2013, Deddy Mizwar menyumbang insentif elektoral untuk Ahmad Heryawan. Ini tidak terjadi di pilgub tahun ini. Artinya, andai Dedi Mulyadi tidak punya kantung suara, hasilnya tidak akan selumayan sekarang,” ucapnya.

Kantung suara Dedi Mulyadi yang dimaksud Toto adalah kawasan Purwakarta, Subang dan Karawang. Selain itu, Garut dan pinggiran kawasan Megapolitan menjadi basis elektoral mantan Bupati Purwakarta tersebut.

“Itu basis andalannya. Jadi, bayangkan kalau Dedi Mulyadi tidak punya kantong suara,” katanya.

 Lengah, faktor utama kekalahan

 Kelengahan dari Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjadi faktor utama kekalahan Duo DM. Demiz tampak tidak memiliki performa bagus di lapangan pada pilgub tahun ini.

 Kondisi ini berbanding terbalik dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurut Toto, semangat juang justru sangat nampak dari gerakan kader Nahdlatul Ulama itu.

 “Deddy Mizwar lengah dan tidak banyak yang dia lakukan. Jangankan untuk memperlebar basis, untuk merawat konstituen saja tak nampak semangatnya. Kalau Dedi Mulyadi bisa kita lihat gerakannya di lapangan, sangat lincah,” jelasnya.

Insentif elektoral yang begitu besar dari Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi untuk pasangannya memunculkan upaya lawan. Yakni, langkah-langkah mendegradasi elektabilitas kedua bintang elektoral tersebut.

Ridwan Kamil diserang isu LGBT, sementara Dedi Mulyadi diserang isu SARA. Dua isu ini sempat ramai menjadi perbincangan warganet di sosial media.

“Setiap sosok memiliki titik lemah. Kita mengetahui, terlepas benar atau tidak, RK diserang isu LGBT dan Dedi Mulyadi dengan isu agama. Ini cukup mendegradasi elektabilitas kedua sosok itu,” katanya.

Sebagai sosok yang dicitrakan religius, seharusnya menurut Toto, Demiz tampil membela Dedi Mulyadi. Akan tetapi, dia tidak melihat ikhtiar tersebut dilakukan suami Gisela Wiranegara itu.

“Demiz diam melihat itu semua. Padahal, beliau sosok yang dianggap religius oleh banyak kalangan,” ucapnya.

Terlepas dari semuanya, Toto memandang Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil telah melahirkan warna baru di Jawa Barat. Keduanya sukses membangun daerah masing-masing.

Dedi Mulyadi membangun Purwakarta menjadi kabupaten penuh pesona. Sementara Ridwan Kamil tercitrakan sukses membangun Kota Bandung.

“Ini menjadi faktor yang menyebabkan publik Jawa Barat memilih mereka. Keduanya sukses membangun daerah,” katanya. ***

 

Baca Juga