Pembunuhan saat Malam Takbiran Direka Ulang, Pelaku Masih 17 Tahun

Reka Ulang/DODO RIHANTO/PR
SUASANA reka ulang kasus pembunuhan saat malam takbiran di sekitar GOR Panatayudha, Karawang, Jumat 22 Juni 2018.*

KARAWANG, (PR).- Kasus penggorokan leher seorang remaja yang terjadi pada malam takbiran silam direkontruksi (reka ulang) Satuan Reskrim Polres Karawang langsung di tempat kejadian di sekitar GOR Panatayudha, Karawang, Jumat 22 Juni 2018. Polisi menghadirkan pula pelaku pembunuhan sadis itu, Yud alias Beler (17), berikut 14 saksi lainnya.

Dari rekontruksi itu diketahui bahwa pelaku mengabisi nyawa korban yang bernama Feri Rizaldi (17) dengan cara menebas leher korban dengan gergaji es balok. Pelaku juga mengamuk hingga melukai dua korban lainnya yaitu Ahmad Lomri (18) dan Subani (18). Baik pelaku maupun korban semuanya adalah warga Kecamatan Rawamerta, Karawang.

"Saat melakukan perbuatannya pelaku maupun korban sama-sama masih terpengaruh minuman keras," ujar Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Mapesang, Jumat 22 Juni 2018.

Berebut tempat nongkrong

Dikatakan, peristiwa pada malam takbiran itu berawal dari perkelahian terbuka antara kelompok Beler dengan sekelompok pemuda asal Rawamerta. "Pelaku dan korban tidak saling kenal. Mereka memperebutkan tempat nongkrong di GOR Panatayudha. Lalu berkelahi di sana," kata Maradona.

Ia menyebutkan, dari hasil rekontruksi, kelompok Rawamerta datang terlebih dahulu di sekitar GOR Panatayudha. Mereka langsung menggelar pesta minuman keras di tempat tersebut. Tak lama berselang datang dua teman Beler ke lokasi nongkrong anak-anak Ramerta. Mereka awalnya ingin nongkrong juga di tempat yang sama. 

Namun karena tempat nongkrongnya sudah ditempati kelompok lain, kelompok Beler marah. Mereka menantang berkelahi sambil membacok motor milik kelompok Rawamerta.

Gergaji es

Melihat hal itu, kelompok Rawamerta bereaksi, sehingga terjadi perkelahian massal antara kelompok Beler dengan kelompok Rawamerta. Saat itu, ada seorang teman Beler yang kewalahan menghadapi tiga lawan sekaligus.

Mengetahui ada temannya yang terdesak, Beler mengamuk dan membacokan gergaji es ke tubuh lawannya.

"Ada tiga orang yang terkena sabetan gergaji es. Seorang terluka di bagian leher, hingga nyawanya tidak tertolong. Dua korban lainnya luka di bagian punggung dan pinggang," kata Maradona.

Dikatakan, selang beberapa hari setelah kejadian itu, tim Anaconda Satreskrim Polres Karawang berhasil menangkap Beler, pelaku pembacokan tersebut.

"Beler dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan meninggal dunia. Yang bersangkutan adalah pelaku tunggal karena peristiwa pembunuhan terpisah dengan lokasi perkelahian massal," tutur Maradona.

Disebutkan juga, karena pelaku masih berusia 17 tahun, polisi meperlakukannya sesuai sistem peradilan anak. Atas dasar itu pula, proses pemeriksaan Beler diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).***

Baca Juga

Hanya Demi KTP, Warga Karawang Harus Antre Sejak Subuh

KARAWANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Karawang mengaku kewalahan melayani masyarakat yang mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.