Pembunuh Anak Perempuan dalam Karung di Bogor Diduga Masih Anak-anak

Pembunuhan anak dalam karung/HILMI ABDUL HALIM/PR
WARGA berkumpul di dekat rumah terduga pembunuh anak perempuan dalam karung di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor seusai rekonstruksi, Kamis 24 Mei 2018. Dugaan pelaku mengarah kepada tetangga korban yang masih anak-anak.

CIBINONG, (PR).- Kericuhan mewarnai rekonstruksi kasus pembunuhan anak di Kampung Tarikolot, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis 24 Mei 2018). Dugaan pelaku mengarah pada tetangga korban yang masih anak-anak.

Keluarga korban Grace Gabriela Bimusu (6) yang tidak diperbolehkan melihat proses rekonstruksi, meluapkan kemarahannya dengan mendorong barikade polisi di sekitar rumah pelaku. Rekonstruksi baru dilanjutkan setelah petugas menenangkan keluarga.

"Saya yakin perbuatan pelaku dibantu orangtuanya. Tidak mungkin anak seumur itu melakukannya sendiri," katanya ayah korban, Jemi Ananias Bimusu (34) di lokasi. Ia menduga polisi mendatangkan pelaku ke lokasi sehingga melarang keluarga untuk menghindari kericuhan.

Kecurigaan keluarga muncul setelah penemuan jenazah korban dalam karung di kebun tak jauh dari rumahnya, 1 Mei 2018 lalu. Jemi menilai, sikap pelaku dan orangtuanya berubah jadi lebih tertutup. Padahal, ibu korban dan ibu pelaku berhubungan sangat baik.

Orangtua korban merasa semakin yakin setelah memimpikan pelaku dan korban berswafoto. "Firasat kami itu persis dengan saat penemuan sandal anak saya yang sebelumnya diketahui dari mimpi istri saya. Ternyata memang dia pelakunya," kata Jemi.

Ketua Tim Advokasi korban Tobbyas Ndiwa menganggap pengungkapan kasus tersebut cukup lama untuk kasus pembunuhan biasa.

Ia menduga, motif pembunuhan kali ini dipicu hal lain seperti pelecehan seksual. Sehingga menurutnya, petugas memerlukan barang bukti yang kuat.

Menurut keterangan petugas kepada keluarga korban, pelaku tunggal melakukan perbuatannya secara spontan. "Tapi kalau kami lihat jeda waktu dan hari kejadian, orangtuanya ada di situ (rumahnya). Masa tidak tau ada kejadian di rumahnya," kata Tobbyas.

Membuang jenazah

Ia menuding orangtua pelaku terlibat, paling tidak dalam membuang jenazah korban dan menghilangkan barang bukti kejahatannya.

Tobbyas menduga orang tu pelaku terlibat menyembunyikan jenazah korban sepanjang Senin 30 April 2018 sehingga keluarga dan warga baru menemukan korban pada Selasa 1 Mei 2018 dini hari.

Sebelum rekonstruksi, pelaku dan keluarganya terlebih dahulu diamankan polisi pada Rabu 23 Mei 2018 dini hari. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Bimantoro yang ditemui di lokasi menolak memberikan keterangan kepada wartawan.

"Nanti kami rilis. Sekarang belum bisa," katanya sambil meninggalkan lokasi rekonstruksi.

Saat ditemui di tempat lain sebelumnya, Bimantoro menyatakan belum menetapkan tersangka pembunuhan karena masih mengumpulkan barang bukti, keterangan saksi ahli, dan hasil autopsi korban.

Dalam karung

Penemuan jenazah anak perempuan itu menggemparkan warga perumahan Bogor Asri awal Mei 2018. Warga masih menyaksikan korban bermain di sekitar pos ronda masjid tak jauh dari rumahnya pada pukul 10.00 sehari sebelumnya.

Setelah sempat dinyatakan hilang, warga akhirnya menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa terbungkus karung di kebun tak jauh dari rumahnya. Namun, kepolisian belum juga mengungkap pelaku pembunuhan tersebut hingga hampir sebulan setelahnya.***

Baca Juga