Dalam Sebulan, Polresta Tasikmalaya Sita 3542 Miras

Pemusnahan Minuman Keras/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
Ribuan minuman miras sitaan Polresta Tasikmalaya dimusnahkan di Halaman Polresta Tasikmalaya, Selasa, 15 Mei 2018. Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Polresta Tasikmalaya berkomitmen menzerokan miras selama Ramadan 2018.*

TASIKMALAYA, (PR).- Kota Tasikmalaya dinilai sebagai salah satu tujuan distributor minuman miras. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya miras yang disita oleh Polres Kota Tasikmalaya. 

Dalam kurun waktu 1,5 bulan, Polres Kota Tasikmalaya berhasil mengamankan 3542 botol minumasn keras dari berbagai merek, 2784 liter tuak, dan 375.306 butir petasan pada operasi Kegiatan Kepolisian  Yang Ditingkatkan (KKYD).

Kepala Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Febry Kurniawan Ma'ruf mengatakan, banyaknya temuan miras setiap tahunnya terjadi karena Kota Tasikmalaya merupakan salah satu kota perlintasan. Pasokan miras yang ada di Kota Tasikmalaya biasanya tidak hanya diedarkan di Kota Tasikmalaya, namun juga di wilayah Priangan Timur. 

"Kami diminta untuk zero miras, makanya operasi miras terus ditingkatkan, tidak hanya menyambut bulan Ramadan, namun giat ini akan terus digelar sampai Lebaran nanti," ucap Febry di sela Pemusnahan Miras di Polresta Tasikmalaya, Selasa, 15 Mei 2018.

Febry meyakini dengan operasi yang digelar secara konsisten mampu menguragi angka peredaran miras di Kota Tasikmalaya. Febry pun meminta keberadaan Peraturan Daerah tentang Miras bisa dipahami oleh seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat. 

"Dengan Perda Miras ini, kita berharap peredaran miras bisa diminimalisasi, termasuk menghilangkan fenomena miras oplosan. Kita harapkan tidak ada lag di Kota Tasikmalaya," kata Febry. 

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman pun berharap Perda Tata Nilai benar-benar ditegakkan di Kota Tasikmalaya. Budi mengapresiasi kinerja Polresta Tasikmalaya yang berhasil menyita ribuan miras hanya dalam kurun waktu 1,5 bulan. 

"Kami yakin, operasi tiap malam yang digelar Polresta Tasikmalaya akan berdampak pada beredarnya miras. Saya minta semua unsur muspida harus terlibat, alim ulama juga, kita bangun suasana kondusif terutama menjelang Ramadan," tutur Budi. 

Menurut Budi, peredaran miras di Kota Tasikmalaya memang dinilai mengkhawatirkan. Dari hasil riset nasional, saat ini miras lebih menyasar kepada remaja dengan usia 18 hingga 25 tahun. Budi pun menyebut perlu ada peningkatan hukuman bagi pengedar miras agar distribusi miras di Kota Tasikmalaya jera. 

"Perda tata nilai sanksinya tidak hanya tipiring, kalau memang punya bukti yang kuat, bisa dijerat dengan sanksi setinggi-tingginua. Miras ini dampaknya sudah ke mana-mana, kalau bisa kita buat pemasoknya bangkrut. kalau di operasi terus-terusan kan lama-lama ketahuan jaringannya," kata Budi.***

Baca Juga