Lahan Masih Bermasalah, Begini Nasib Kampus ITB di Cirebon

Kampus ITB Cirebon/ANI NUNUNG/PR
Sejumlah pekerja tengah menggarap renovasi gedung eks asrama haji Kabupaten Cirebon di Watubelah, yang akan dipakai untuk kampus sementara dua program studi ITB di Cirebon, Rabu 24 April 2018. Sementara untuk pembangunan kampus ITB yang permanen, masih menghadapi kendala teknis dan administrasi. Sehingga dana pembangunan kampus ITB di kabupaten Cirebon yang dianggarkan Pemprov Jabar tahun 2018 ini, sebesar Rp 50 miliar dipastikan tak terserap.

SUMBER, (PR).- Dana pembangunan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) di kabupaten Cirebon yang dianggarkan Pemprov Jabar tahun 2018 ini, sebesar Rp 50 miliar dipastikan tak terserap. Hal itu terkait masih adanya kendala teknis dan administrasi yakni lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkab Cirebon, sertifikatnya belum atas nama Dikti.

Saat ini, dari 125 bidang tanah seluas 30 hektar yang berlokasi di Desa Geyongan dan Kebon Turi Kecamatan Arjawinangun yang disiapkan untuk kampus ITB, sebanyak 4 bidang tanah, masih status tanah kas desa. Sedangkan sebanyak 121 bidang tanah yang dibeli Pemkab Cirebon dari masyarakat, masih atas nama Pemkab Cirebon.

Meski sudah menerima mahasiswa baru sebanyak 175 orang untuk dua program studi yakni Teknik Industri dan Seni Kriya saat ini mahasiswa baru itu, masih menumpang belajar di kampus ITB di Jatinangor. Hal itu terungkap dalam rapat yang melibatkam sejumlah SKPD di jajaran Pemprov Jabar dan Pemkab Cirebon serta ITB, Rabu 25 April 2018.

Rapat yang dipimpin Kepala Bappeda Jabar Yerry Yanuar, digelar di Pendopo Kabupaten Cirebon Jalan RA Kartini Nomor 1 Kota Cirebon. Rapat akhirnya memutuskan, dibentuk tim kecil untuk melakukan sejumlah pembahasan termasuk upaya percepatan. “Tim kecil ini melibatkan sejumlah SKPD di Pemprov Jabar, Pemkab Cirebon dan ITB, “ kata Yerry.

Menurut Yerry, tugas tim kecil ini dari mulai melakukan evaluasi terhadap sejumlah payung regulasi, sejumlah skenario kemungkinan langkahnya, menyusun jadwal penetapan waktu, serta upaya percepatan pengalihan nama pemilik sertifikat.

Dalam rapat terungkap, belum tuntasnya soal pembebasan 4 bidang lahan milik kas desa, karena belum sepakatnya lokasi tanah pengganti.

Padahal untuk pelepasan hak atas tanah kas desa, harus melalui proses persetujuan Gubernur Jabar. Sementara sampai saat ini, pengajuan rekomendasi kepada gubernur juga belum ada.

Pada kesempatan tersebut,  Yerry berharap ada upaya percepatan dari pemkab untuk mengurus balik. Percepatan bisa dilakukan dengan mengurus sertifikat balik nama atas nama Dikti, tanah yang sudah milik Pemkab.

Sedangkan tanah yang masih belum atas nama pemkab, prosesnya menyusul, sehingga proses pembangunan kampus, bisa segera dilakukan.

“Bisa juga dilakukan dengan proses pengajuan yang bersamaan antara pengalihan menjadi aset pemkab, langsung dilanjutkan dialihkan menjadi atas nama Dikti, “ kata Yerry.

Janji bupati

Selain masalah status tanah seluas 30 ha, dalam rapat juga terungkap persoalan lain terkait dengan janji Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra yang akan menghibahkan juga eks gedung asrama haji di Watubelah ke ITB.

Menurut Direktur Pengembangan Kantor Wakil Rektor ITB Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan Sigit Darmawan, janji Sunjaya dilontarkan saat rapat dengan Pemprov dan ITB beberapa waktu lalu. “Dengan janji Pak Bupati waktu itu, akhirnya kami dari pihak ITB membuat perencanaan d iantaranya kampus sementara di Watu Belah nantinya bakal digunakan untuk program Pasca Sarjana, yang bakal mempengaruhi akreditasi, “ katanya.

Sementara itu Plt Bupati Cirebon Selly Andriani Gantina menegaskan secara prinsip, Pemkab Cirebon bakal ikut dalam upaya mempercepat proses pembangunan kampus ITB di Cirebon. “Tentu saja kami bakal all out membantu upaya percepatan pembangunan kampus ITB karena manfaatnya bakal luar biasa bagi warga Cirebon,” katanya.

Namun, kata Selly, semua upaya yang dilakukan harua tetap mengacu kepada aturan yang ada. “Termasuk janji Pak Bupati yang katanya akan menghibahkan eks asrama haji Watubelah. Kami harus melakukan kajian mendalam terlebih dahulu,” katanya.

Menurut Selly, meski ada janji bupati, saat ini pihaknya tetap berpegang kepada MoU dan perjanjian kerja sama antara Pemkab Cirebon, Pemprov Jabar dan ITB, terkait status penggunaan eks asrama haji Watubelah hanya pinjam pakai kepada ITB. “Sampai kapanpun kalau pinjam pakai kami tidak keberatan,” katanya.

Saat ini, kata Selly, eks asrama haji Watubelah sedang dilakukan renovasi untuk digunakan sebagai kampus sementara ITB, sambil menunggu kampus di Arjawinangun selesai dibangun.

Renovasi dianggarkan sebesar Rp 6 miliar bantuan dari Pemprov Jabar tahun anggaran 2018. “Agustus mendatang, renovasi yang dimulai Februari lalu, dijadwalkan selesai,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Cirebon, Agas Sukma Nugraha mengungkapkan, pembebasan lahan diluar yang empat bidang, sudah tuntas sejak 2017 lalu.

“Anggaran yang dialokasikan untuk penyediaan lahan seluas 30 ha, sebesar Rp 75 miliar yang dianggarkan di APBD Kabupaten Cirebon,” katanya.***

Baca Juga

Remaja dan Pegawai Hotel Terlibat Kawanan Begal Sadis

CIREBON, (PR).- Delapan oknum anggota geng motor GBR yang nyambi menjadi begal, diringkus jajaran Polres Cirebon Kota. Satu di antara komplotan pelaku yang ditangkap, masih dibawah umur dan berstatus pelajar.

Warga dan Komunitas di Cirebon Sambut Hangat Cak Imin

CIREBON, (PR).- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) disambut hangat komunitas sopir angkutan kota, komunitas motor, guru ngaji, hingga budayawan saat berkunjung ke Cirebon, Kamis 31 Mei 2018. Mereka menduk

Dua Penderek Tewas Tertabrak di Tol Cipali

INDRAMAYU, (PR).- Dua orang tewas akibat terlibat kecelakaan di ruas tol Cipali km 126-200 A, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Selasa 12 Juni 2018 pukul 12.05.

Polisi Tangkap 2 Terduga Kampanye Hitam Pilbup Cirebon 2018

SUMBER, (PR).- Dua terduga pelaku black campaign atau penyebar kampanye hitam dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon tertangkap Senin 28 Mei 2018 dini hari. Begitu tertangkap keduanya langsung diserahkan Polsek Astanajapura.