Saat Beli Nasi Goreng, Seorang Warga Dibacok karena Pertahankan Dompet dan HP

Korban pembacokan/DOK. HUMAS POLRESTA DEPOK
SYAIFULLAH Abdurrahman Efendy (22) menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Selasa 24 April 2018. Korban dibacok menggunakan celurit saat membeli nasi goreng di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok.*

DEPOK, (PR).- Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Depok. Seorang pembeli nasi goreng dibacok. Dompet dan uang senilai Rp 50.000 miliknya juga dirampas di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, Selasa 24 April 2018.

Aksi kriminal tersebut terjadi sekitar pukul 1.15 WIB. Korban, Syaifullah Abdurrahman Efendy (22) saat itu tengah memesan nasi goreng di warung tenda nasi goreng. 

"Tiba-tiba datang tiga orang dengan menggunakan satu sepeda motor Honda Beat pink, salah satu dari ketiga pelaku mendekat dan menodongkan senjata tajam (celurit) dengan meminta telefon genggam korban," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polresta Depok Firdaus, Selasa 24 April 2018 malam. 

Karena korban bertahan tak mau menyerahkan telefon genggamnya, pelaku menyabetkan senjata tajam sekali ke arah dada kiri atas. 

Setelah itu pelaku mencoba merebut dompet korban. Namun, lagi-lagi korban tetap mempertahankan dompetnya. 

"Pelaku menyabetkan senjata tajam sekali lagi ke arah perut kiri bawah korban," tuturnya.  

Korban yang terluka akhirnya memberikan uang Rp 50.000 kepada pelaku. "Saat ini korban dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta untuk penanganan lebih lanjut," ucap Firdaus. 

Akibat aksi brutal pelaku, korban mengalami‎ luka bacok di dada kiri atas tiga jahitan dan luka bacok di perut kiri bawah empat  jahitan. Meski terluka, korban masih dalam keadaan sadar. 

Polisi hingga kini masih memburu para pelaku. Korps Bhayangkara Depok mencari rekaman kamera pengawas atau CCTV guna mengidentifikasi identitas pelaku.

Sepekan sebelumnya

Aksi pencurian dengan kekerasan tersebut hanya berselang sepekan dari peristiwa serupa di Perumahan Adhi Karya, RT 7, RW 8, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas. 

Saat itu, korban bernama Hendra itu dibacok menggunakan celurit dan dirampas telefon genggamnya. Sementara korban lain, Samsul, hanya dirampas telefon genggamnya. 

Hendra mengalami luka bacok pada pinggang kanan bawah. Korban pun dibawa dan dirawat di sebuah klinik di Kelurahan Rangkapan Jaya. Korban dibacok saat nongkrong bersama temannya-temannya di warung. 

"Tiba-tiba datang dua orang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor. Selanjutnya, salah satu dari orang tak dikenal itu turun dari motor," kata Kapolsek Pancoran Mas, Roni Wowor. 

Pelaku berteriak dan memaksa para korban menyerahkan telefon genggamnya. Selepas perampasan, korban dan sejumlah saksi kabur dan berkumpul di musala. Saat itu, korban baru menyadari pinggang kanannya luka terkena bacokan celurit.

Polisi akhirnya meringkus dua pelaku. "Pada hari Selasa (17 April 2018) telah dilakukan penangkapan," kata Roni Wowor. 

Dua pelaku dicokok di rumah di RT 1, RW 2, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas. Kedua pelaku masing-masing berinisial DR (18) dan F (17). 

DR berstatus pelajar SMK sedangkan F merupakan pelajar SMA. Selain melukai menggunakan celurit, keduanya merampas telefon genggam milik Samsul dan Hendra. 

Tawuran

Sementara itu, Tim Penjaga Gangguan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok meringkus sejumlah pemuda dan remaja yang diduga akan melakukan tawuran di kawasan Situ Citayam dan Jalan Raya Kartini Depok pada Minggu 21 April 2018 dini hari. Mereka digelandang ke Mapolresta Depok guna menjalani pemeriksaan. Tim Jaguar juga menyita celurit berbagai ukuran.

Sebelumnya, polisi mencokok tiga pelajar SMK yakni‎ ‎ A (16)‎, F (16), dan Z (16). Masing-masing mereka diringkus di kediamannya di kawasan Pancoran Mas dan Cipayung, Jumat 13 April 2018. Mereka diduga membacok korban berinisial I dalam tawuran di Blok Sawo, Jalan Raya Keadilan Pancoran Mas. Penyebab tawuran pun sepele, karena persoalan saling tantang di media sosial.***

Baca Juga

Pembacokan Kembali Terjadi di Depok

DEPOK, (PR).- Rentetan aksi pembacokan tak berhenti di Kota Depok. Kali ini  aksi kekerasan tersebut terjadi menjelang sahur di Sawangan, Kota Depok, Jumat 25 Mei 2018 dini hari.

Sembilan Terduga Pembacok Remaja Jelang Sahur Berhasil Diringkus

DEPOK, (PR).- Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polresta Kota Depok dan Unit Reskrim Polsek Sawangan mencokok sembilan terduga penganiaya dan pembacok remaja di Jalan Raya Arco, RT 02 RW 7, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

Dana Nasabah BPR Mega Karsa Mandiri Dikembalikan Bulan Depan

DEPOK, (PR).- Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS mulai melikuidasi Bank Perkreditan Rakyat Mega Karsa Mandiri yang izin usahanya dicabut Otoritas Jasa Keuangan. Pengembalian simpanan nasabah diperkirakan dilakukan LPS pada Juli 2018.