Terkait Dugaan Korupsi, Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail Diperiksa Polisi

WALI Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menunjukkan pin One Day No Rice di Balai Kota Depok, Kamis (19/4). Sebanyak 24.520 siswa SD, SMP, SMA, dan SMK akan berkumpul di lapangan tembak 600 meter Kartika Kostrad Cilodong untuk berperan serta dalam pemecahan Rek
TIA KOMALASARI/PRLM
WALI Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menunjukkan pin One Day No Rice di Balai Kota Depok, Kamis (19/4). Sebanyak 24.520 siswa SD, SMP, SMA, dan SMK akan berkumpul di lapangan tembak 600 meter Kartika Kostrad Cilodong untuk berperan serta dalam pemecahan Rekor Muri "Makan Makanan Lokal Non Beras dengan Peserta Terbanyak", Minggu (22/4).*

DEPOK, (PR).- Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Jalan Nangka di kawasan Cimanggis dan Tapos, Kota Depok menyeret mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Polisi telah memeriksa Nur Mahmudi terkait penganggaran dan pengerjaan proyek tersebut.

Kapolresta Depok Didik Sugiarto menuturkan, Nur Mahmudi diperiksa sebagai saksi di Mapolresta Depok, Kamis 19 April 2018. "Tentunya (yang ditanya) apa yang diketahui saudara Nur Mahmudi mulai dari penganggaran sampai dengan proses pengadaan pengerjaan itu," kata Didik di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Jumat 20 April 2018) malam.

Menurut Didik, sudah lebih 30 saksi dimintai keterangan oleh penyidik. Saksi, lanjutnya, berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Depok dan pihak penganggaran. ‎Nur Mahmudi terseret perkara tersebut karena proyek itu berjalan saat dia masih menjadi Wali Kota Depok. 

"Saat Ini tim penyidik Polresta Depok sedang melakukan proses penyidikan mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang peristiwa yang sedang dilakukan penyidikan," ucap Didik.

Korps Bhayangkara Depok, lanjutnya, sudah meminta bantuan BPKP untuk melakukan audit penghitungan kerugian negara. "Intinya saat ini sedang berproses," ujarnya.

Hal senada dilontarkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Bintoro. Kendati tak membeberkan proses penyidikan, Bintoro menyatakan pengusutan terus dilakukan. "Dalam waktu dekatlah (pengungkapan)," ucapnya di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Jumat sore.

Dari informasi yang dihimpun "PR", alokasi dana pembebasan lahan mencapai Rp 10 miliar dari APBD 2015. Pengucuran dana pembebasan pun telah dilakukan kepada sejumlah warga meski proyek tak berjalan.

Dugaan korupsi pun mengemuka saat Polresta Depok melakukan penyelidikan. Akibat perkara tersebut, Pemerintah Kota Depok menghentikan proyek kendati sejumlah bangunan warga telah dibebaskan.

RUAS jalan antara Cipasung - Subang, Kab Kuningan diperlebar menjadi 5 meter sepanjang 3,63 km dari total panjang jalan 40 km, Jumat (23/5/2014).*

Akses ke apartemen

Ketua RW 1, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis Mawardi sempat mengungkapkan, wacana pelebaran jalan sudah menge‎mukan sekitar dua tahun lalu. Rencana pelebaran berbarengan dengan berdirinya Apartemen Grand Lake View di sekitar Jalan Nangka.

Namun, proyek tersebut tak kunjung terealisasi. "Belum ada tindak lanjut apa-apa, belum ada tembusan (pemberitahuan), karena itu wilayah saya," ucap Mawardi beberapa waktu lalu.

Proyek pelebaran jalan terkait pula dugaan kepentingan apartemen guna memudahkan aksesnya. Dari penelusuran "PR", sempat terjadi pertemuan warga di Kantor Kelurahan Curug membahas rencana pelebaran jalan pada 2014 - 2015.

Dari pertemuan terkuak, pelebaran jalan dilakukan untuk akses masuk ke apartemen. Bahkan, beberapa rumah yang masuk wilayah RW 1 Kelurahan Sukamaju Baru telah dibebaskan. Akan tetapi, pengerjaan proyek belum berjalan karena pembebasan tak berjalan maksimal. 

Rumah tidak layak huni

Sebelumnya,‎ kasus korupsi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Depok di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong juga merebak. Pihak kelurahan menyatakan tiga tersangka telah ditetapkan Kejaksaan Negeri Kota Depok.‎

Awalnya, dugaan korupsi itu mengemuka saat sejumlah warga penerima bantuan RTLH dipanggil Kejari Depok. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangannya. "Panggilan - panggilan itu pasti melalui kelurahan di kita," kata Lurah Sukamaju Nurhadi saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Raya Bogor, Kota Depok belum lama ini.

Dari panggilan tersebut, Kejari diketahui telah menetapkan tiga tersangka. ‎"Pemeriksaan atas tersangka si A si B kan begitu," ujar Nurhadi terkait isi surat pemanggilan Kejari. 

Nurhadi juga membenarkan tiga tersangka tersebut berinisial A, T dan I. A dan T berkecimpung sebagai dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Sedangkan I aktif mengumpulkan dan mengajukan warga menerima bantuan RTLH. Menurutnya, Lurah Sukamaju sebelumnya lebih tahu terkait perkara dan kronologisnya.

Nurhadi mengaku baru menjabat sebagai lurah sejak November 2017. Kendati demikian, panggilan-panggilan warga oleh Kejari telah diketahui ketika pertama kali menjabat. Dia mengungkapkan, RTLH merupakan program pengadaan Pemkot Depok pada 2017.

"Satu rumah itu Rp 18 juta. Rinciannya, Rp 3 juta untuk tukang dan Rp 15 juta bagi bangunan material. Sekitar 52 unit rumah di Sukamaju mendapat kucuran dana tersebut," kata Nurhadi. ***

Baca Juga

Lagi, Pelajar Kota Depok Jadi Korban Pembacokan

DEPOK, (PR).- Aksi kekerasan pelajar di Kota Depok semakin merebak saat Ramadan. Sebanyak tiga pelajar terluka akibat bacokan orang tak dikenal di dua lokasi berbeda di Pancoran Mas.

Pembacokan Kembali Terjadi di Depok

DEPOK, (PR).- Rentetan aksi pembacokan tak berhenti di Kota Depok. Kali ini  aksi kekerasan tersebut terjadi menjelang sahur di Sawangan, Kota Depok, Jumat 25 Mei 2018 dini hari.

Harta Bos First Travel Dirampas Negara

DEPOK, (PR).- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis masing-masing pidana 20 tahun dan 18 tahun penjara kepada bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan di PN Depok, Kalimulya, Cilodong, Rabu, 30 M

Sembilan Terduga Pembacok Remaja Jelang Sahur Berhasil Diringkus

DEPOK, (PR).- Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polresta Kota Depok dan Unit Reskrim Polsek Sawangan mencokok sembilan terduga penganiaya dan pembacok remaja di Jalan Raya Arco, RT 02 RW 7, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.