Kisah Pria Tertua di Purwakarta yang Tetap Bugar di Usia 123 Tahun

MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
KEPALA Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Khotibin saat bersama Aki Sobandi yang berusia 123 tahun atau mungkin lebih, pada Minggu 15 April 2018.*

JIKA berusia panjang namun sakit-sakitan itu sudah biasa. Namun jika berusia lebih dari satu abad masih sehat, itu yang luar biasa. Itulah yang dialami oleh seorang kakek yang berumur sudah sangat tua di Purwakarta.

Masih suka berjalan-jalan, masih memiliki memori yang kuat dan berbicara dengan lancar merupakan kelebihan dari Sobandi. Diketahui Sobandi merupakan seorang kakek berusia 123 tahun, warga Kampung Tajur, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

‎Sobandi dilahirkan pada tahun 1895 dan mungkin bisa dibilang dia orang paling tua yang ada di Purwakarta. Bahkan bukan tidak mungkin, dia merupakan orang paling tua di Indonesia.

Karena hidupnya yang panjang‎ pengalamannya pun sangat banyak, baik manis maupun pahit. Sobandi bahkan mengaku dia menyaksikan bagaimana teman-teman sebayanya saat meninggal. 

Karena dia dilahirkan saat masih zaman penjajahan dia mengaku ikut juga berjuang demi kemerdekaan. "Saat itu kita tidak bisa hidup tenang karena dijajah Belanda dan Jepang. Sehingga Abah dulu ikut ke Bandung waktu ngusir penjajah dengan bambu runcing," kata Sobandi.

Meski usianya telah ratusan tahun, namun kondisi tubuh Sopandi masih cukup prima, penglihatan pria berumur panjang ini masih baik. Dia juga tidak menderita diabetes atau tekanan darah tinggi, seperti manusia berusia lanjut pada umumnya.

Bahkan Sopandi pun tidak menderita kepikunan meskipun sudah sedikit kurang mendengar.‎ Pria asli Purwakarta itu, kini tinggal di rumah beserta cicit dan sang istri Heri yang juga berumur tua yaitu 107 tahun. Namun, Heri istri Sobandi kondisinya sudah pikun dan terbaring tak berdaya.

Sulit melakukan pekerjaan

Sementara Sobandi masih mampu berjalan layaknya orang sehat. Hanya saja, beberapa bulan ini pria yang memilki profesi sebagai petani ini sudah tak mampu bekerja. Hal ini dikarenakan dirinya ingin menyisakan sisa umurnya untuk beristirahat.

Kepala Desa Sindanglaya, Khotibin mengatakan, Sobandi diyakini memiliki umur panjang dan paling tua di desanya. Dia pun sangat dihormati di desa karena selain tua, dia juga pandai mengobati orang sakit.

"Agar diakui negara Tahun 2016 lalu kita sengaja buatkan Kartu Keluarga untuk Ki Sobandi beserta Mak Heri. Sebetulnya umurnya hampir 130 tahun lebih berdasarkan dari pengakuan anaknya dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Kades mengklaim hingga hari ini, Sang Kakek masih sehat. Bahkan masih kuat untuk berjalan jauh. "Diajak untuk berlari pun Aki Sobandi masih kuat loh," ucap Khotibin.‎***

Baca Juga

Kecelakaan di Tol Cipali, Lima Meninggal

PURWAKARTA, (PR).- Sedikitnya 5 orang meninggal dunia dengan tragis dan satu luka berat. Kejadian ini akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cipali KM 76+400.

Dalang dan Sinden Asal Inggris Meriahkan Hari Jadi Purwakarta

PURWAKARTA, (PR).- Rangkaian Hari Jadi Kabupaten ke-50 dan Purwakarta yang ke-187, dimeriahkan pagelaran wayang kulit. Pagelaran ini diadakan di Taman Edukasi Surawisesa, di lingkungan Situ Buleud Purwakarta pekan lalu.