Irma Bastaman Mendorong Muslimah Berwirausaha

Irma Bastaman/FACEBOOK IRMA BASTAMAN

DILAHIRKAN dengan nama Irma Darmawatie Bastaman dari ibunda Aisyah Gandadimadja di Padaherang, 8 Nopember 1963, Irma menjadi anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah Rd S Bastaman, mantan anggota dewan yang turut memengaruhi Irma aktif di masyarakat.

Irma sedari kecil dikenal sebagai sosok yang cukup berbakat dan berprestasi. Dia menjalani masa kecil dengan tinggal bersama kakeknya, Rd Wangsapira di Kota Banjar. Irma memulai pendidikan formal di SD Negeri 2 Banjar, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Banjar, dan SMA Negeri 1 Banjar. Selanjutnya, Irma menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran Bandung.

Perjalanan karier Irma mulai dari pekerjaannya sebagai penyiar di TVRI dan radio Mara FM. Sewaktu kuliah, dia aktif sebagai senat di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Setelah lulus sarjana, Irma beralih kerja di salah satu perusahaan asing Sara Lee Corp. sebagai area manager se-Pulau Jawa.

Irma Bastaman menikah dengan seorang pengusaha bernama Dr HM Harris dan dikaruniai tiga putra. Seiring dengan berkembangnya usaha suami, Irma memilih lebih fokus untuk bekerja di Bella Group yang bergerak di bidang otomotif bersama sang suami.

Dalam bidang profesi dan keorganisasian, Irma pernah aktif menjadi pengurus Asosiasi Manajer Indonesia, dosen STIE Akpari, dan Kaukus Perempuan Politik. Saat ini, Irma Bastaman memegang jabatan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Priangan timur.

Di Ipemi, Irma berharap bisa mengembangkan usaha dan berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Politisi dari Partai Demokrat itu ingin membantu pengusaha skala kecil, khususnya kaum Muslimah, agar bisa bersaing.

Menurut Irma, keberadaan Ipemi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya melalui penguatan ekonomi pengusaha Muslimah, jemaah majelis taklim, dan komunitas Islami lainnya.

Irma menuturkan, Ipemi bisa menjadi inspirasi bagi para Muslimah lainnya. Ipemi meningkatkan peranan dan kontribusi pengusaha muslimah. Irma mengungkapkan, Ipemi terbuka untuk kaum Muslimah di mana pun, baik yang sudah menjadi pengusaha maupun yang baru memulai berwirausaha.

Irma Bastaman pembelajar ulet

Selama menempuh pendidikan, Irma Bastaman tergolong sosok yang ulet dan pandai dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Menurut dia, itu berkaitan dengan pengaruh sang kakek selama tinggal di Banjar yang mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan. Salah satu prestasi yang diraih Irma, yaitu penghargaan sebagai siswa teladan se-Kabupaten Ciamis yang waktu itu masih belum berpisah dengan Kota Banjar. Irma juga rajin menyalurkan hobi di kelompok paduan suara sekolah dan aktif di OSIS.

Hobi Irma yang diakuinya paling kuat adalah membaca, hobi yang mendorongnya mencintai buku-buku. Buku kesukaan Irma, paling banyak mengenai biografi para tokoh dunia. Hal itu meingilhami Irma menjadi figur perempuan aktif dan kompetitif dalam menempuh pendidikan, sehingga mampu menyelesaikan program doktoralnya (S3), juga di berbagai bidang usaha, hingga membawanya mencalonkan diri dalam Pilwalkot Banjar 2018 sebagai calon wakil wali Kota Banjar periode 2018-2023.***

Baca Juga

Achmad Ru'yat Giat Berdakwah Sejak Muda

MESKIPUN bukan asli Bogor, tetapi nama Achmad Ru'yat sudah tidak asing lagi bagi publik Kota Bogor. Ia sudah berkiprah di panggung politik Bogor sejak 1998. Sebelumnya, Achmad juga mengenyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor.

Zaenul Mutaqin Lahir dari Keluarga Politisi Bogor

ZAENUL Mutaqin dianggap sebagai sosok lulusan pesantren yang sukses dan berprestasi. Sebagai pengusaha, ia berhasil membangun bisnisnya. Di bidang politik, Zaenul juga terpilih menjadi anggota DPRD selama dua periode di Kota Bogor.