Petugas Sita Mi Kuning Berformalin di Pasar Cikampek

Berformalin/DODO RIHANTO/PR
ANGGOTA Tim Pengawasan Makanan Kabupaten Karawang menyita mie kuning basah dari pedangan Pasar Cikampek, Kamis 8 Maret 2018. Barang trrsebut terbukti mengandung formalin yang membahayakan bagi tubuh manusia. *

KARAWANG,  (PR). - Tim Pengawasan Pangan Terpadu  Kabupaten Karawang,  menyita puluhan bungkus mi kuning basah dan tahu bantaldari sejumlah pedagang Pasar Cikampek.  Kedua komoditas tersebut terbukti mengandung formalin. 

Sekretaris Tim Pengawasan Pangan Terpadu Kabupaten Karawang,  Kadarisman, menyebutkan,  akan sengaja mengecek sejumlah barang dagangan di Pasar Cikampek,  Kamis 8 Maret 2018. Pasalnya,  beredar isu jika sejumlah barang dagangan di pasar tersebut tidak aman dikonsumai karena mengandung bahan berbahaya. 

Menyikapi isu tersebut,  Kadarisman mengaku segera melakukan sidak sambil membawa alat tes uji makanan. "Di pasar Cikampek itu,  kami melakukan tes uji kandungan kimia berbahaya terhadap14 produk makanan pasar, " ujarnya. 

Dikatakan,  ke 14 sampel makanan yang diperiksa itu di antaranya tahu bantal,  mi kuning basah,  sayuran,  jeli,  cingcau dan sejumlah makana lainnya.  Dari hasil tes sampel itu,  ditemukan dua makanan yang mengandung formalin yaitu mi kuning basah dan tahu bantal.

Disebutkan, tim yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan,  Dinas Pangan,  Dinas Pertanian,  Dinas Perdagangan, dan Satuan Polisi Pamong Praja itu pun segera menyita kedua komoditas tersebut. "Sangat berbahaya jika tetap dijual kepada konsumen, " kata Kadarisman. 

Alamat pemasok

Disebutkan pula selain menyita barang dagangan berbahaya tersebut,  tim pengawas akan mengejar produsen mi kuning basah dan tahu bantal berformalin yang mensuplai ke Pasar Cikampek. Apalagi pedagang susah memberikan identitas dan alamat pemasok barang-barang tersebut. 

"Kami akan memberikan arahan kepada produsen itu agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam memproduksi makanan. Jika mereka tetap membandel, Tim Pengawasan Pangan Terpadu akan melakukan menutup pabriknya " katanya. 

Menurut Kadarisman, pengawasan makanan sehat jangan hanya dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut harus juga dilakukan oleh para pedagang dan konsumen. 

"Pedagang harus jujur dan konsumen harus cerdas dalam memilih makanan.  Mereka harus kritis,  harus mengetahui makanan mana saja yang tidak mengandung kimia berbahaya, " paparnya. 

Apalagi,  lanjut Kadarisman,  saat banyak makanan impor yang dikabarkan mengandung bakteri mematikan.  Masyarakat hendaknya menghindari itu san lebih baik mengkonsumsi makanan lokal. ***

Baca Juga

Cemari Sungai Citarum, Ipal PT SPH Dipasangi Garis Polisi

KARAWANG, (PR).- Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Karawang memasang garis polisi (police line) di area instalasi pengolahan limbah (Ipal) milik pabrik tekstil PT Sinar Putra Hugitex (SPH) yang berlokasi di Desa

Belasan Ribu Hektare Sawah di Karawang Terlambat Tanam

KARAWANG, (PR).- Seluas 14.500 hektare areal sawah di Kabupaten Karawang mengalami keterlambatan tanam. Hal itu terjadi akibat adanya pengaturan air irigasi bagi areal sawah golongan 4 dan 5 yang saat ini sedang memasuki usia panen.

Contraflow Menuju Jakarta Terus Diperpanjang

KARAWANG, (PR).- Guna memperlancar arus balik kendaraan menuju Jakarta, Jasa Marga memberlakukan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek sejak Minggu 17 Juni 2018 malam.