Kuota Haji 7 Daerah di Jabar Berkurang

Ibadah haji/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Kuota haji tujuh kota/kabupaten di Jawa Barat untuk musim haji 1439 H/2018 dipastikan berubah meski tak terlalu signifikan. Hal itu seiring dengan bertambahnya kuota untuk Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD). Tahun lalu, kuota untuk TPHD sebanyak 254 orang, sedangkan tahun ini mencapai 280 orang.

”Pada tahun lalu, kuota haji Jawa Barat sebanyak 38.593 orang ditambah kuota TPHD 254 orang. Sementara tahun ini, kuota haji sejumlah 38.567 orang ditambah 280 TPHD,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Wilayah Jawa Barat Ajam Mustajam di ruang kerjanya, Rabu, 7 Maret 2018.

Ia mengungkapkan, perubahan kuota haji itu menimpa Kota Bandung (dari semula 2.468 orang menjadi 2.464 orang) dan Kabupaten Bogor (dari 3.478 orang menjadi 3.473 orang). ”Kuota Kabupaten Bekasi juga berkurang (dari 2.210 orang menjadi 2.207 orang), Kabupaten Karawang (dari 2.178 orang menjadi 2.175 orang), dan Kabupaten Bandung (dari 2.582 orang menjadi 2.578 orang),” ujarnya.

Pengurangan kuota juga terjadi untuk Kabupaten Cirebon (dari 2.414 orang menjadi 2.411 orang) dan Kota Bekasi (dari 2.785 orang menjadi 2.781 orang). ”Pengurangan kuota haji  hanya untuk tujuh kabupaten/kota, dengan jumlah antara tiga orang sampai lima orang. Pengurangan ini untuk kabupaten/kota dengan jumlah kuota hajinya cukup besar,” tuturnya.

Menurut Ajam, kuota haji untuk Jawa Barat pada dasarnya tidak bertambah karena jumlah kuota haji Indonesia juga tidak naik. ”Kami hanya menyesuaikan dengan adanya penambahan kuota TPHD, sesuai dengan kebijakan pusat. Karena jumlah TPHD mengalami kenaikan, kami sesuaikan kuota haji untuk tujuh kabupaten/kota. Sementara, kuota untuk 20 daerah lainnya masih tetap,” ucapnya.

Mengenai nasib jemaah calon haji yang sudah mengurus paspor dan memeriksakan kesehatan, tetapi tertunda keberangkatannya akibat kuota haji berkurang, menurut Ajam, mereka akan masuk ke dalam calon haji cadangan. ”Bisa jadi berangkat atau tertunda, menunggu kepastian dari hasil pelunasan biaya haji,” katanya.

Dia menambahkan, bisa saja nanti ketika ada calon haji yang dari pemeriksaan kesehatan tak memenuhi akhirnya diganti oleh calon haji lain. ”Berdoa saja semoga masih tetap berangkat tahun ini,” tuturnya.

Penataan

Untuk TPHD, kata Ajam, pada tahun ini akan mengalami penataan sehingga tak terkesan memberangkatkan tim sukses kepala daerah. ”TPHD tahun ini dibagi menjadi tiga kelompok, yakni tim pembimbing haji, tim pelayanan umum, dan yang baru tim kesehatan dari TPHD,” ujarnya.

Selain itu, TPHD akan mengikuti seleksi berbasis komputer pada akhir Maret mendatang layaknya Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) ataupun Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). ”Untuk pelunasan biaya haji, TPHD memang bisa langsung tahun ini sehingga tak perlu masuk daftar antrean (waiting list),” katanya.

Hal itu sebagai upaya peningkatan pelayanan haji, selain penyeleksian calon petugas haji yang tahun ini menggunakan tes dalam jaringan (online) berbasis Android. ”Jadi, materi tes dan jawaban dilakukan dengan gawai sehingga diharapkan menekan kecurangan,” ujarnya.***

Baca Juga

Bus Budiman Menyeruduk 4 Orang di Pinggir Jalan

CIAMIS, (PR).- Empat orang tewas akibat kecelakaan maut di jalan nasional Pangandaran-Kota Banjar, tepatnya di Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.