Ketika Pelanggar Diingatkan Oleh Polisi Cilik

Polisi Cilik/GELAR GANDARASA/PR
Polisi cilik memberkan helm kepada pelanggar. Selain membahayakan diri sendiri, berkendara roda dua tak mengenakan helm juga berpotensi membahayakan orang lain.*

KAMIS, 8 Maret 2018 pagi, seperti biasa kondisi arus lalu lintas di wilayah Bunderan Mangga Indramayu ramai oleh warga. Pada jam tersebut warga sibuk pergi bekerja atau sekedar mengantar putra-putrinya sekolah. Arus lalu lintas ketika itu bertambah ramai.

Anggota polisi lalu lintas puin turun tangan mengatur arus kendaraan. Ketika pagi hari, masyarakat kerap buru-buru untuk berangkat kerja atau melakukan kegiatan lainnya dengan menggunakan kendaraan.

Sayangnya alasan tersebut kerap diutarakan pengguna jalan khususnya pengendara roda dua saat tidak mengenakan pelindung kepala atau helm.

Selang waktu 15 menit saja ada kurang dari lima belas pengendara roda dua yang tak mengenakan helm. Mereka mengabaikan keselamatan diri sendiri saat berkendara. Padahal keselamatan berkendara merupakan hal mutlak yang mesti dipatuhi. Tak boleh dipandang sepele karena keluarga menanti di rumah.

Selain membahayakan diri sendiri, berkendara roda dua tak mengenakan helm juga berpotensi membahayakan orang lain. Misalnya saja jika di depan mata ada razia para pelanggar akan kocar-kacir melarikan diri. Salah-salah mereka malah menabrak pengendara lain. Hal itu tak jarang terjadi.

Jika tertangkap pastinya anggota lalu lintas akan menindak para pelanggar. Kali ini ada yang berbeda di Bunderan Mangga Indramayu. Para polisi cilik dengan sigap ikut memberikan himbauan bagi para pengendara. Mereka membagikan brosur yang intinya meminta pengendara untuk tertib berlalu lintas.

Tatkala melihat pelanggaran pun ia diajak petugas untuk menghampiri pelanggar. Namun bukannya ditindak, pengendara malah diberi helm. Dengan bimbingan petugas para polisi cilik memakaian helm kepada pelanggar. Melihat kumpulan polisi wajah pelanggar pun menjadi pucat pasi tanpa gerak. Pelanggar nampak pasrah menerima hukuman yang akan diterimanya.

“Ini om helmnya,” ujar salah seorang polisi cilik dermayu. Tentunya para pelanggar lebih dibuat malu lagi karena ditegur oleh polisi cilik.Selain diberikan helm, polisi cilik pun memberikan tanda mata setangkai bunga mawar. Bunga mawar merupakan simbol untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

Kapolres Indramayu Arif Fajarudin mengatakan, saat ini pelanggaran lalu lintas kian meningkat. Masyarakat masih kurang sadar akan keselamatan masing-masing seperti tidak mengenakan helm ketika mengendarai kendaraan roda dua. “Juga tidak memakai sabuk pengaman saat mengendarai kendaraan roda empat,” kata Arif saat memberi sosialisasi keselamatan lalu lintas.

Tujuan dari operasi yakni tak lain untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Semakin meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas maka diharapkan bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Arif juga meminta supaya pengendara melengkapi kendaraannya dengan dokumen-dokumen.***

Baca Juga

Densus 88 Amankan 4 Terduga Teroris di Indramayu

INDRAMAYU, (PR).- Empat orang terduga teroris diamankan oleh Densus 88. Para terduga itu ditangkap di tiga lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Indramayu. Sejumlah barang bukti ikut dibawa oleh petugas.

Mapolres Indramayu Diserang Teror Bom Panci, Dua Pelaku Terluka

INDRAMAYU, (PR).- Setelah penangkapan empat terduga teroris di wilayah Indramayu, Sabtu 14 Juli 2018, aksi terorisme terjadi di Kabupaten Indramayu. Minggu 15 Juli 2018 dini hari, Mapolres Indramayu diserang dua orang tak dikenal.

Angka Perceraian di Indramayu Meningkat

INDRAMAYU, (PR).- ​Sidang perceraian di Kantor Pengadilan Agama Indramayu membeludak. Hal itu terjadi karena banyak sidang tertunda akibat terpotong libur Lebaran. Selain itu banyaknya pengajuan perceraian menjadi penyebab lain.