Puluhan Tamu Pernikahan Pemain The All Star Milan Junior Camp Keracunan Makanan

Korban keracunan makanan/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Sebanyak 52 tamu resepsi pernikahan eks kapten the All Star Team Milan Junior Camp, Eriyanto di Kabupaten Sukabumi keracunan makanan. Keracunan makanan yang membuat panik warga berlangsung Selasa 27 Februari 2018 malam.

Bahkan korban warga keracunan  terus bertambah hingga, Rabu 28 Februari 2018 siang. Untuk mengantsipasi berbagai kemungkinan warga yang tersebar di RT 01, 02, dan 03 RW 15, tim medis merujuk sejumlah warga ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

“Kami langsung mengevakuasi warga yang keracunan ke puskesmas. Karena jumlah warga terus bertambah, sebagian korban dilarikan ke rumah sakit. Kondisi kesehatan seluruh korban terus membaik,” kata salah seorang anggota keluarga korban, Darma.

Darma mengatakan  sebagian korban mengalami sakit luar biasa dan mual-mual pada perut pasca menyantap makanan. Disertai muntah dan buang air besar (BAB) secara terus menerus, membuat keluarga korban panik. “Karena sebagian besar korban dievakuasi  karena kesehatannya semakin megkhawatirkan,” katanya.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan korban terus bertambah.  Puskesmas Nagrak telah mendirikan posko pengendalian keracunan makanan. Keberadaan posko pengendaian Kejadian Luar Biasa (KLB)  diharapkan dapat memudahkan warga untuk mendapatkan pertolongan.

“Terutama warga yang mengalami keracunan makanan,” kata salah seorang perawat Puskesmas Nagrak, Bintang Baskoro.

Penanganan darurat

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menurunkan tim survailance melakukan pemantauan dan pencegahan. Bahkan tim yang dilengkapi sejumlah tim medis telah melakukan penanganan darurat bagi korban keracunan makanan.

“Kami tidak hanya menurunkan tiga dokter, satu perawat dan satu petugas puskesmas keliling. Tapi telah menurunkan tiga orang dari dinkes untuk melakukan penanganan medis,” kata Tim Survailance, Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Sukabumi,  Suhendar Zulkarnaen.

Suhendar Zulkarnaen mengatakan penanganan korban tidak hanya melibatkan tim dinkes. Tapi penanganan lanjutan secara medis dilakukan pihak rumah sakit. Posko KLB  yang buka 2x24 jam, tidak hanya menunggu tapi melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi pemukiman warga. Utamanya yang hadir  di pernikahan eks kapten the All Star Team Milan Junior Camp itu. “Terutama korban keracunan massal tidak terlalu jauh ke puskesmas makanya kita jemput bola,” katanya.

Untuk mengetahui penyebab keracunan, kata suhendar Zulkarnaen, tim telah mengambil sampel makanan. Termasuk sampel muntahan korban untuk dilakukan penelitian di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Kami telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, kemundkinan pekan depan dapat segera diambil,” katanya.***

Baca Juga