Terungkap, Menipu via Arisan Online Untuk Beli Tas Branded

BEKASI_Arisan Online/TOMMI ANDRYANDY/PR
TERSANGKA arisan online, Desi Sitanggang (25), dihadirkan dalam gelar perkara yang digelar di Markas Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten, Selasa 20 Februari 2018. Uang miliaran rupiah milik para anggota arisan itu rupanya digunakan untuk membeli sejumlah barang bermerek, di antaranya sepuluh tas mewah.*

CIKARANG, (PR).- Penggelapan dana arisan online "Mama Yona" dengan tersangka Desi Sitanggang (25), mulai terungkap. Tersangka rupanya menggunakan uang miliaran rupiah milik para anggota arisan untuk membeli sejumlah barang bermerek, di antaranya sepuluh tas mewah.

Hal tersebut terungkap dalam gelar perkara yang dilakukan Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten, Selasa 20 Februari 2018. Selain tas bermerek, dana arisan tersebut digunakan pula oleh tersangka untuk membeli lima bidang tanah, dua unit rumah, lengkap dengan furnitur jati yang dikirim langsung dari Jepara.

“Barang bukti tersebut menjadi aset tersangka yang kami sita. Nilainya belum kai taksir keseluruhan namun kami estimasi nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. Dugaannya ini uang arisan dari para anggota,” kata Kepala Polresta Bekasi, Candra Sukma Kumara.

Selain tas mewah serta sejumlah properti, polisi pun mengamankan barang bukti lainnya seperti satu mobil Honda Jazz bernopol B-1685-FZY, satu unit telepon genggam iPhone 7 senilai Rp 17 juta, selembar slip pembayaran rumah senilai Rp 450 juta, selembar bukti transfer bank senilai Rp 250 juta.

Kemudian tujuh buah buku tabungan serta lima buah kartu ATM yang diduga digunakan tersangka untuk menerima dana kiriman dari para peserta arisan.

Sejauh ini polisi baru menetapkan Desi sebagai tersangka meski sebelumnya suami tersangka turut ditangkap. Meski demikian, kata Candra, pihaknya telah mengungkap sejumlah fakta baru. Untuk menjalankan aksinya, tersangka dibantu enam admin.

“Adminnya ini turut kami periksa, satu orang dari Yogyakarta. Dan ternyata admin-admin ini berasal dari jauh, namun mereka sifatnya pegawai dan hanya menerima gaji,” kata dia.

Keterangan sebelumnya, arisan online yang dipimpin Desi ini merugikan para peserta arisan hingga Rp 15 miliar. Namun begitu, kata Candra, polisi baru menemukan kerugian senilai Rp 1,4 miliar. “Kerugian yang kami hitung sementara itu Rp 1,4 miliar. Tapi itu baru dari 26 saksi yang kami periksa,” kata dia.

Para saksi itu mengaku sempat beberapa kali mentransfer uang karena merasa tergiur dengan keuntungan 50 persen yang dijanjikan tersangka. “Uang yang ditransfer ini bermacam-macam, ada yang Rp 20 juta, sampai ada juga yang Rp 500 juta. Pesertanya ini juga bukan cuma dari Bekasi tapi orang-orang jauh, ada dari Bengkulu, Makasar, Batam, Wonogiri sampai Lampung,” kata dia.

Crisis Center

Dikatakan Candra, jumlah kerugian masih bisa bertambah seiring dengan bertambahnya pula para peserta saksi yang melapor. Soalnya, dari hasil penyidikan, arisan online melalui grup Facebook memiliki anggota hingga 3.000 akun. Dari jumlah tersebut, 300 akun di antaranya aktif berkomunikasi dengan tersangka. Kemudian sekitar 250 akun di antaranya terdaftar sebagai peserta arisan.

“Jadi masih ada kemungkinan nilai kerugian bertambah. Maka dari itu, kami buka posko crisis center bagi para korban yang merasa dirugikan atas kasus ini. Silakan melapor dengan menunjukkan bukti transfer yang dikirim kepada pelaku,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka Desi menyangkal pernah menjanjikan keuntungan hingga 50 persen kepada peserta arisan. Namun begitu, dia mengaku terbelit karena tidak bisa mengembalikan dana peserta.

“Awalnya lancar, cuma pas tanggal 7 Februari gak bisa dikembalikan. Cuma saya tidak menjanjikan keuntungan 50 persen. Saya cuma ikut-ikutan orang-orang bikin arisan,” kata dia.

Atas kasus tersebut, tersangka Desi dijerat pasal berlapis di antaranya Undang-undang 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi elektronik, pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan UU 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.***

Baca Juga

Pakistan Lirik Industri Bekasi

CIKARANG, (PR).- Kawasan industri di Kabupaten Bekasi mulai dilirik sejumlah investor asal Pakistan. Para pengusaha asal Asia Selatan itu diklaim siap menanamkan modalnya setelah penguatan kerja sama antara kedua negara terjalin.

Paripurna Sepi, Titip Absen Jadi Tren di DPRD Kabupaten Bekasi

RAPAT paripurna yang digelar di ruang sidang utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Rabu 11 April 2018, sepertinya sepi peminat. Mayoritas kursi yang harusnya diisi para anggota dewan terlihat tidak berpenguhi.