Ratusan Juta Uang Palsu Beredar di Tasikmalaya

Kapolres Kabupaten Tasikmalaya Anton Sudjarwo (kanan) didampingi Kasatreskrim Pribadi Atma menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus pembuatan dan peredaran uang palsu di Tasikmalaya, Selasa 20 Februari 2018. Polres Kabupaten Tasikmalaya mengamankan 6 tersangka dan uang palsu senilai Rp 41,2 juta.*

SINGAPARNA, (PR).- Polres Kabupaten Tasikmalaya meringkus sindikat pengedar dan pembuat uang palsu di wilayah Tasikmalaya. Dari enam tersangka, dua di antaranya  yakni merupakan pasangan suami istri yang bertugas mencetak uang. Mereka yakni AR (33), dan TR (37). Sementara empat orang lainnya, yakni NN (41), WY (38),  Y (49), dan SH (47) merupakan pengedar uang palsu di wilayah Tasikmalaya. 

Dari tangan tersangka, Polres Kabupaten Tasikmalaya mengamankan 171 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000, dan Rp 462 lembar uang rupiah pecahan Rp 50.000 yang terdiri dari cetakan rupiah lama dan rupiah emisi 2016. Total uang palsu yang diamankan mencapai Rp 41 juta. Polres Kabupaten Tasikmalaya juga menagamankan 1 buah mesin cetak merk MP267,  1 buah papan sablon, 1 buah alat penyapu tinta sablon, cat semprot, tinta, dan lima lembar kertas film motif uang. 

Kepala Polres Kabupaten Tasikmalaya Anton Sudjarwo mengatakan, pengungkapan kasus peredaran uang palsu tersebut bermula dari laporan adanya tansaksi penjualan uang palsu di Jalan Raya Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Polres Kabupaten Tasikmalaya kemudian menagamankan tiga tersangka pengedar uang palsu yakni NN, WY, dan Y. Dalam penangkapan tersebut, polisi mendapatan NN membawa  uang rupiah yang diduga palsu sebanyak 171 lembar pecahan Rp 100.000 dan pecahan 462 lembar uang rupiah pecahan Rp 50.000.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, N membawa uang palsu tersebut dengan maksud untuk diedarkan. Uang tersebut didapat dari Y,sementara Y mendapatkannya dari WY dengan cara ditukarkan dengan uang asli sebesar Rp 6.000.000," ucap Anton dalam ekspose pengungkapan kasus uang palsu di Polres Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 20 Februari 2018.

Menurut pengakuan WY, ia mendapatkan uang palsu dari AR dan TR sebesar Rp 30 juta dengan cara ditukarkan dengan uang asli sejumlah Rp 3 juta.Sementara uang palsu sejumlah Rp 11.200.0000 didapatkan WY dari SH dengan cara ditukar dengan uang asli sebesar Rp 1 juta. 

"Setelah dilakukan pengembangan, SR, AR, dan TR ini ditangkap dua hari setelah penangkapan tiga tersangka lainnya. AR dan TR ditangkap di Garut, SR ini selain mengedarkan juga bertugas mencetak uang palsu, mereka mencetak uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu baik itu uang cetakan lama maupun baru," kata Anton. 

Pengejaran

Dari pengembangan kasus tersebut, Polres Kabupaten Tasikmalaya masih memburu tersangka lainnya yang diduga berperan sebagai pencetak, perangcang gambar dan pemberi modal. Mereka yakni R, C, B, H, diduga bekerja sama dengan SH serta AR dan TR memproduksi uang palsu sejak  pertengahan 2017 di sebuah kontrakan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dari pengakuan tersangka,  dalam kurun waktu tiga minggu, mereka mampu memproduksi uang palsu sejumlah Rp 150 juta, dan uang tersebut sudah disebarkan sejumlah Rp 120 juta. 

"Uang palsu sisa Rp 30 juta dibawa oleh AR dan TR kemudian dijual ke WY. Pada awal 2018, SH memproduksi uang palsu sendirian dengan cara memfoto copy menggunakan mesin cetak," ucap Kasatreskrim Polres Kabupaten tasikmalaya Pribadi Atma. ***

Baca Juga

Lagi, Praktik Prostitusi Online di Apartemen Depok Terbongkar

DEPOK, (PR).- Kepolisian Resort Kota Depok kembali membongkar praktik prostitusi di salah satu apartemen Kota Depok. Polisi mencokok tiga orang yang diduga menjadi perekrut dan perantara kegiatan prostitusi tersebut.

Pembangunan Kawasan Kota Tua Depok Segera Terwujud

DEPOK, (PR).- Keberadaan kawasan kota tua segera terwujud di Kota Depok.‎ Pemerintah Kota Depok bakal membangun dan menata Jalan Pemuda di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas sebagai kawasan cagar budaya pada awal September 2018.