TNI "Sergap" Petani di Sukabumi

TNI Sergap Petani/AHMAD RAYADIE/PR

SUKABUMI, (PR).- Ratusan petani di Kota dan kabupaten Sukabumi tersenyum lebar seiring hasil jerih payahnya dihargai oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mendukung program Serap Gabah Petani (Sergap). Sebanyak tiga puluh lima ton Gabah Kering Panen (GKP) mereka dibeli jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0607, Kota Sukabumi, Senin 19 Februari 2018.

Langkah itu merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program Sergap yang dicanangkan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman. Seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), TNI pun membeli gabah petani seharga Rp. 4.200\Kg.

Kodim 0607 sendiri membeli haisl panen, tepat di saat petani Sukabumi mengalami kesulitan untuk menjual sesuai harga yang diinginkannya. Mereka membeli panenan dalam bentuk gabah karena sudah bekerjasama dengan beberapa penggilingan padi untuk pengolahan menjadi beras.

“Langkah ini merupakan  salah satu upaya TNI membantu para petani. Apalagi menyerap gabah petani melalui program serap gabah petani (sergap) disejumlah petani yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu kepedulian  Makodim 0607, Kota Sukabumi,” kata Komandan Rayon Militer (Danrami) Baros, Uus.

Sementara itu Kepala Gudang Bulog Sub Divre Cianjur-Sukabumi, Aep Saepulloh memberikan apriasiasi langkah Kodim 0607. Apalagi langkah penyerapan gabah merupakan upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk membantu para petani, terutama petaninyang tersebar di kota dan kabupaten Sukabumi. “Langkah  yang dilakukan personil TNI menyerap hasil gabah petani sangat diapresiasi,” katanya.

Aep mengatakan, Perum Bulog  akan membeli gabah petani diseuaikan dengan  berbagai persyaratan kualitas gabah petani.  Sesuai Inpres Nomor 7 tahun 2009 persyaratan kualitas beras yang diterima bulog tidak hanya harus memenuhi kriteria beras harus  dengan kadar air maksimal 14%, butir patah maksimum 20%.

“ Selain itu, Bulog untuk pengadaan beras  mencakup derajat sosoh mencapai 95 persen, beras kuning maksimum tiga persen dan kandungan menir maksimum dua persen,” katanya

Gulirkan Kembali Rasta

Aep mengaku masih kesulitan untuk mendistribusikan hasil pembelian beras petani. Oleh karena itu ia mendesak agar pemerintah Kota dan kabupaten Sukabumi untuk kembali menggulirkan program beras bantuan sosial (bansos). “Kami berharap pemerintah untuk membantu petani dengan menggulirkan program penyerapan pembelian beras melalui program beras bansos atau rasta,” katanya.

Sebelumnya, kata Aep Saepulah, penyerapan beras rasta di Kabupaten Sukabumi bisa mencapai kisaran 2.700 ton/bulan. Sedangkan penyerapan beras rasta, Pemkot Sukabumi sekitar 242 ton/ bulan. “Namun seiring program pembelian non tunai, penyerapan beras rasta kini telah terhenti sejak awal tahun ini. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat segera membantu penyerapan melalui program sebelumnya,” katanya.***

Baca Juga